
"Terimakasih Sonia, mulai sekarang panggil tante dengan sebutan mama," ucap Akifa.
"Dan panggil saya Papah, saya sangat berharap kamu bisa benar-benar bisa menyembuhkan Kenzo," kata Verrel.
Hari itu menjadi hari kebangkitan keluarga Efron, mereka semua sangat senang akhirnya ada secercah harapan untuk Kenzo sembuh dari penyakit nya.
"Selamat Verrel, aku sangat bahagia melihat mu bahagia seperti ini," ucap Rizky.
"Hiks.. hiks.. hiks.. aku sangat terharu Verrel, akhirnya Verrel akhirnya penantian panjang mu membuahkan hasil." Dylan memeluk Verrel dengan erat. Ia sangat tau bagaimana perjuangan Verrel selama ini, dan Dylan lah tempat Verrel mencurahkan isi hati nya saat ia benar-benar lelah.
"Terima kasih Dylan, aku sangat berterima kasih pada mu, aku minta doa dari kalian agar Kenzo bisa seperti anak kita yang lainya, hidup dengan normal," kata Verrel.
"Iya Verrel kami selalu berdoa yang terbaik untuk Kenzo," ucap Dylan.
"Axel dan Rakha juga selalu menanyakan keadaan Kenzo, mereka juga ingin Kenzo cepat sembuh, padahal dulu mereka selalu adu jotos," kata Rizky.
"Dulu mereka belum tau apa-apa Rizky, tapi saat mengingat hal itu aku selalu ingin tertawa. Dulu kita selalu bertengkar saat salah satu anak kita ada yang terluka," ucap Verrel.
"Kau benar, aku yakin mereka akan meneruskan geng lawak kita," kata Dylan.
Sonia kembali memasak dengan semangat makanan untuk Kenzo, setelah tau jika calon suami nya Kenzo yang menderita penyakit mental. Sonia lebih semangat melakukan tugas nya, ia benar-benar ingin membuat Kenzo sembuh seperti manusia normal pada umumnya.
"Sudah makanan yang enak sudah matang," ucap Sonia.
"Selamat menikmati makanan mu tuan tampan, tetap semangat ya, jangan pernah menyerah." Note hari ini untuk Kenzo.
"Masuk," ucap Kenzo saat melihat Sonia ingin meletakkan makanan di tempat nya.
"Ma..masuk," tanya Sonia.
"Masuk," bentak Kenzo.
Dengan perlahan Sonia masuk ke dalam kamar Kenzo, ia cukup deg-deg kan saat melihat Kenzo memberikan tatapan tajam pada nya.
"Makan tuan," ucap Sonia.
Kenzo mengambil nampan itu, dan langsung mencoba makanan yang Sonia bawa. "Lain kali beri aku porsi lebih banyak, aku bukan anak kecil yang kau beri makan sedikit," ucap Kenzo.
"Iya tuan, maaf aku atas kesalahan saya, saya pasti akan menambah porsi makan anda," kata Sonia.
"Keluar, kembali tutup pintu itu," ucap Kenzo tanpa melihat ke arah Sonia karena ia sudah asik memakan makanan itu.
"Selamat menikmati tuan." Sonia kembali keluar dari kamar Kenzo.
__ADS_1
Setelah Sonia keluar dari kamar nya, Kenzo langsung mengambil note yang berada di nampan itu. Kali ini Kenzo tersenyum saat membaca note itu, Ntah kenapa Kenzo memikirkan tentang pernikahan yang di tawarkan oleh Verrel. Ia sudah yakin jika wanita yang Verrel maksud adalah Sonia.
"Bagaimana Sonia, apa Kenzo sudah tidak mengamuk lagi," tanya Kenzi.
"Sudah tuan muda, dia sudah tenang dan memakan makanan yang saya bawa dengan sangat lahap," jawab Sonia.
"Bagus terima kasih untuk semua nya, saya sangat menghargai kerja keras mu," Kenzi pergi meninggalkan Sonia yang lagi-lagi mematung saat melihat wajah tampan Kenzi.
"Sonia kau gila, calon suami mu lebih tampan dari nya, hanya sedikit berlemak saja karena terlalu banyak makan makanan yang kau masak. Berhenti mengagumi orang lain," batin Sonia.
"Kenzo boleh daddy masuk," ucap Verrel sambil memasukan kepala nya di kamar Kenzo.
"Masuk," kata Kenzo yang sibuk dengan hp nya.
"Kau sedang apa," tanya Verrel.
"Bagaimana cara memainkan benda ini," tanya Kenzo.
"Wah kau sudah mau bermain hp, sini daddy ajari," jawab Verrel.
Kenzo menghempaskan hp itu ke atas sofa, ia hanya malu telah ketangkap basah oleh Verrel memainkan benda yang tidak pernah ia sentuh.
"Daddy siapa wanita yang mau menikah dengan ku," tanya Kenzo.
"Aku ikut daddy saja," ucap Kenzo yang malu jika mengatakan kata mau.
Verrel sangat terharu dan langsung memeluk Kenzo dengan erat, "Terima kasih sayang." Verrel memberikan kecupan berulang kali di dahi Verrel.
"Kenzo kau tau tubuh ku semakin membesar saja, apa kau sudah semakin lebih baik, dan kau tau jika kau tidak olahraga kau akan obesitas," ucap Verrel.
"Bagaimana cara aku berolahraga," tanya Kenzo.
"Mau keluar dari kamar, kita akan masuk ke ruang Gym."
"Tidak," kata Kenzo.
"Ya sudah nanti jika kau berubah pikiran, beri tau daddy," ucap Verrel.
Verrel keluar dari kamar Kenzo dengan sangat bahagia, rasanya ia ingin berteriak meluapkan rasa bahagia nya.
"Sayang." Verrel memeluk Akifa dan memberikan banyak kecupan di wajah Akifa.
"Ada apa sayang, kamu seperti nya sangat senang sekali," tanya Akifa.
__ADS_1
"Kenzo mau menikah sayang, dia sudah mau menikah," jawab Verrel.
"Akhhhhh kamu tidak berbohong kan," teriak Akifa karena terlalu senang.
"Tidak sayang, aku tidak berbohong," kata Verrel.
"Aku sangat senang," ucap Akifa.
Mereka berdua melompat-lompat bersama sangking bahagia nya. Tanpa sadar apa yang mereka lakukan menjadi pusat perhatian banyak orang. Termasuk Sonia yang langsung mengelus dada nya saat melihat kelakuan dua calon mertua nya.
"Kita ikut sayang," ucap Dylan sambil menarik Lia mendekati Verrel dan Akifa.
Mereka berdua ikut melompat-lompat bersama Verrel dan Akifa. Mereka tidak tau kenapa Verrel dan Akifa melompat-lompat yang terpenting asik untuk di ikuti.
"Kalian sedang apa," tanya Verrel dengan nafas yang tidak beraturan, maklum saja faktor umur.
"Mengikuti kalian, kalian sedang apa," tanya Dylan.
"Kau benar-benar gila, sudah bubar," ucap Verrel.
Mereka berempat berjalan menuju dapur untuk minum, melompat-lompat membuat tenggorokan mereka semua kering.
"Sonia kamu sudah siap menerima tongkat milik Kenzo," tanya Dylan.
"Dylan apa yang kau katakan, jangan buat calon menantu ku takut," ucap Verrel.
"Kata mu tongkat nya Kenzo sangat besar, Sonia harus berjaga-jaga," kata Dylan.
"Sonia, Kenzo sudah setuju menikah dengan mu, secepatnya kalian berdua akan menikah, kamu hanya perlu menyiapkan diri mu," Ucap Akifa.
"Siap mah, saya sudah sangat siap."
"Kapan anak mu pulang," tanya Verrel.
"Rakha dan Axel akan pulang setelah S2 mereka berdua selesai, mungkin 6 bulan lagi," jawab Dylan.
"Oww aku yakin, setelah anak mu pulang, dan melihat Kenzo menikah mereka pasti ingin menikah juga," kata Verrel.
"Tidak mungkin, mereka tidak kebelet menikah seperti kita dulu," ucap Dylan.
Di Inggris Axel dan Rakha baru pulang ke apartemen mereka, Diam-diam mereka berdua pergi ke tempat dugem bersama para wanita-wanita seksi. Sesampainya di rumah karena dalam kondisi mabuk mereka berdua langsung tiduran tanpa membersihkan diri.
"Aku ingin menikah muda," ucap Rakha saat membayangkan wanita seksi tadi.
__ADS_1