
"Maaf aku tadi ada sedikit masalah." Ucap Rizky.
"Itu karena kau terlalu rakus." Kata Verrel.
"Kau tau masalah ku? "
"Semua orang juga sudah tau, setelah ini kau jangan kembali ke ruangan mu, temani aku." Ucap Verrel.
Mereka semua berjalan menuju ruangan yang sudah di siapkan, dan langsung menyantap makanan yang tersedia.
"Alana nanti kamu kembali sendiri saja, saya akan menemani kakak mu." Bisik Rizky.
"Iya pak." Ucap Alana sambil tersenyum.
"Aahh ingin sekali aku cium bibir manis itu." Batin Rizky.
Setelah makan siang, sesuai yang di katakan Verrel tadi, Rizky menemani nya mendengar kan para petinggi Efron grup berbicara panjang kali lebar kali tinggi, menurut Verrel ini benar-benar sangat membosankan berbeda dengan Alvaro yang sangat antusias mungkin karena kedudukan nya sebagai CEO di perusahaan ini.
"Verrel, coba kau jelaskan ulang apa yang di katakan mereka." Ujar Alex.
"Kek." Ucap Verrel.
"Cepat jelaskan." Alvaro menyentil dahi Verrel.
Verrel menjelaskan kembali apa yang ia dengar tadi, ia juga menambah kan pendapat pribadi nya yang membuat semua orang memicing kan mata kepada nya.
__ADS_1
"Anak mu benar-benar hebat Al."
"Kenapa dia tidak terjun langsung masuk ke dalam perusahaan."
Mereka semua terkagum dengan cara Verrel menjelaskan ulang yang mereka katakan tadi, Kata-kata nya tersusun rapi dan sangat mudah di pahami, apalagi penambahan pendapat pribadi nya yang sangat luar biasa.
Alex sudah tau jika Verrel memiliki kemampuan yang amat luar biasa, ia hanya perlu menggiring cucu nya agar dapat menggunakan kemampuan itu sebaik mungkin.
"Ini sangat membosankan." Ucap Verrel yang ikut Rizky keruangan nya.
"Jangan menggangu ku bekerja." Kata Rizky.
"Terserah ku, ini perusahaan ku." Ucap Verrel.
Semetara itu Lia dan Dylan sedang kembali ke rumah Lia yang dulu untuk mengambil sesuatu. Ntah kebetulan atau tidak ternyata Rico dan para anggota nya sudah berada di depan rumah Lia.
"Lia, lama kita sudah tidak bertemu." Ucap Rico.
"Jangan pedulikan dia." Kata Dylan dan menuntun Lia masuk ke dalam rumah.
"Jangan kau sentuh istri ku, kau tau siapa aku. Jika tidak ingin hancur pergi dari sini." Ucap Dylan.
"Kau sudah menikah dengan nya, Lia sudah ku katakan kan bukan lah seorang wanita baik-baik. Kau tidak boleh menikah dengan pria lain. Hanya aku yang boleh menikah dengan mu." Kata Rico.
"Kau kira ancaman itu berhasil, istri ku wanita baik-baik. Aku yang pertama kali melakukan nya. Bukan kau, kau hanya menakuti nya."
__ADS_1
"Cih, tetap saja aku pernah menyentuh nya, kau seorang keluarga Efron mau dengan wanita seperti dia."
"Aku tidak peduli, aku sangat mencintai nya, pergi dari sini sekarang atau kau akan menghancurkan mu." Ancam Dylan.
"Dengar Dylan, tidak selama nya aku takut dengan mu, ada saat nya aku akan mengambil Lia ku kembali." Ucap Rico dan pergi meninggalkan rumah itu.
"Jangan harap, aku tidak akan membiarkan itu terjadi."
Dylan menggendong istri nya masuk ke dalam rumah itu. "Dimana kamar nya." Tanya Dylan.
"Di sana, kamu mau apa." Tanya Lia.
"Mau memakan mu." Dylan membawa Lia masuk ke dalam kamar.
Di dalam kamar Dylan langsung merebahkan Lia ke atas kasur. Satu persatu Dylan membuka kancing baju nya, ia tidak ingin membuat kotor pakaian nya karena nanti pasti akan di pakai kembali.
Lia menutup mata nya saat Dylan membuka celana nya. "Buat apa kamu tutup." Dylan merangkak naik ke atas tubuh Lia.
"Sayang, apa harus setiap hari kita melakukan nya." Tanya Lia.
"Setiap hari kamu bilang, apa kamu lupa aku telah berpuasa selama beberapa hari." Kata Dylan.
Tanpa ampun Dylan memakan santapan yang selama ini ia inginkan, tubuh Lia membuat nya sangat candu dan ia yakin tidak akan pernah tergoda dengan wanita lain.
"Lia milik mu, hmmmm." Dylan terus memompa tubuh Lia sampai Lia terbawa naik ke surga dunia.
__ADS_1
Setelah melakukan pergulatan panjang akhirnya Dylan jatuh di atas tubuh istri nya. Ia tidak beranjak dari sana sampai benih nya benar-benar masuk ke dalam sana.