Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Episode 95 S2


__ADS_3

Alvaro kembali masuk kedalam kamar nya, ia tidak tega lama-lama meninggal kan Angel sendiri di dalam kamar. Apalagi angel sakit karena ulah nya sendiri.


"Maaf, aku hanya memikirkan diri ku tanpa memikirkan mu." ucap Alvaro sambil mengusap wajah Angel.


Alvaro memeluk Angel dengan erat. Ia sangat menyayangi wanita yang ada di di dalam dekapan nya ini. Wanita yang mampu membuat nya tergila-gila, wanita yang mampu membuat Alvaro bertekuk lutut di hadapan nya.


Perlahan Angel membuka mata nya, ia terbangun karena pelukan erat dari Alvaro. Angel mengusap dada bidang Alvaro, ntah kenapa sangat nyaman berada di dalam pelukan suaminya itu. Angel merasa sangat beruntung mendapatkan suami seperti Alvaro.


"Sayang, kamu sudah bangun." tanya Alvaro.


"Kamu membangun kan ku." jawab Angel.


"Maaf, apa kami merasa dingin." tanya Alvaro.


"Sedikit." jawab Angel.


Alvaro membuka baju nya, angel terkejut saat Alvaro membuka baju karena ia pikir Alvaro akan memakannya. Alvaro kembali memeluk Angel dengan erat, ia sengaja membuka bajunya agar kulit nya langsung bersentuhan dengan tubuh Angel memberikan rasa hangat.


Angel membalas pelukan hangat itu, ia semakin bersemangat bermain di tubuh Alvaro yang keras. Rasa nya membuat Angel ingin mencubit dan mengusap nya. Jika tidak karena sakit Alvaro sudah memakan Angel karena sentuhan Angel membuat nafsu Alvaro naik.


Beberapa hari telah berlalu, Angel sudah sembuh dari sakitnya tapi ia masih belum mau melakukan nya lagi, karena masih merasa takut. Hari ini adalah hari persiapan pernikahan Adit dan Fiona, mereka memutuskan menikah secepat mungkin, ada beberapa hal yang membuat Adit melakukan itu, alasan terbesar nya adalah karena Fiona sering memancing nya. Ia takut tidak bisa menahan nya lagi dan malah merusak Fiona seperti yang hampir ia lakukan beberapa hari sebelum nya.

__ADS_1


Berbeda dengan Adit yang merasa senang, Fiona malah merasa gelisah banyak yang ia pikir kan. Salah satu nya tentang tugas nya sebagian seorang istri. Ia sangat lah berbeda dari Angel yang cekatan dalam segala hal. Fiona sangat lah mageran (malas gerak) dan tentu saja sifat nya juga sangat manja, ia takut setelah menikah Adit akan meninggalkan nya karena sifat nya itu.


"Kak aku takut." ucap Fiona yang merasa harus mengatakan hal ini pada Adit.


"Apa yang kau takutkan, apa kau takut karena kemarin." tanya Adit.


"Tidak itu masalah lain, aku takut dengan sifat ku ini kakak akan meninggal kan ku nanti." jawab Fiona.


"Sifat mu bagaimana."


"Kakak tau kan aku sangat manja, aku juga tidak seperti kak Angel yang cekatan. Aku terlalu mager untuk melakukan sesuatu. Apa aku bisa menjalankan tugas ku sebagai seorang istri." Fiona menundukkan kepala nya.


Adit menaikan kepala Fiona dan menatap nya. "Itu tugas ku sebagai suami mu, membimbing mu menjadi lebih baik lagi. Jangan pernah takut kan hal seperti itu, aku tidak akan pernah meninggalkan mu. Seharusnya aku lah yang takut dengan sikap ku yang dingin pada mu, kau akan bosan pada ku. Tapi perlu kau ketahui aku sangat mencintai mu di balik sikap ku itu."


"Apa kak." jawab Fiona.


"Malam pertama kita." bisik Adit.


Mata Fiona terbelalak saat mendengar itu, ia langsung mencubit perut Adit yang membuat Adit meringis kesakitan.


Sore hari nya, Adit memindahkan barang-barang nya ke kamar Fiona. Mereka berdua memutuskan memilih kamar Fiona karena lebih besar, mereka juga hanya perlu memindahkan barang-barang Adit yang tidak terlalu banyak.

__ADS_1


"Kak, aku mau apa yang kakak punya dan yang aku punya menjadi milik kita berdua. Tidak ada rahasia di antara kita. Dan selalu bersama dalam keadaan apapun." ucap Fiona yang sedang membungkus baju-baju nya yang tidak terpakai agar baju Adit dapat masuk kedalam lemari nya.


"Iya sayang." jawab Adit dengan santai.


Ucapan sayang dari Adit membuat jantung Fiona berdetak sangat kuat. Jarang sekali Adit mengatakan hal seperti itu pada nya.


"Oh iya tentang tato nama kemarin sudah aku hapus." kata Adit sambil menunjukan nya pada Fiona.


"Kenapa menjadi kemerahan kak." tanya Fiona.


"Itu hanya sesaat besok juga akan hilang." jawab Adit.


"Kak tinggi kakak berapa." tanya Fiona.


"190 cm." jawab Adit.


"Dan aku hanya 155 cm. Sangat berbeda jauh." kata Fiona.


"Tidak masalah akan lebih mudah jika aku ingin melemparkan mu keatas ranjang jika kau lari di malam pertama kita." ujar Adit.


"Kakak, kenapa selalu membahas itu." ucap Fiona kesal.

__ADS_1


"Hahaha, aku harus keluar Alvaro mengajak ku ke suatu tempat, oh iya nanti siapkan pakaian ku, anggap saja latihan menjadi istri yang baik." ucap Adit.


__ADS_2