Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Episode 134 S4


__ADS_3

"Hiks hiks hiks." Axel hanya bisa menangis di dalam kamar nya. Hati nya seperti di hujani ribuan pisau tajam secara bersamaan, nafas nya terasa sangat sesak, ia tidak bisa membayangkan jika Wilda pergi meninggalkan nya bersama pria lain.


Axel kembali membuka handphone nya, postingan Wilda bersama pria lain belum di hapus. Ia memecat foto itu karena ia sangat kesal, tanpa Axel duga timbul nama akun pria tersebut. Dengan cepat Axel membuka akun pria itu, ia sangat penasaran bagaimana bisa pria lain bisa dekat dengan istri nya.


"Aku tidak asing dengan wajah nya, ya dia memang tampan tapi aku jauh lebih tampan. Aku yakin adik nya tidak sebesar milik ku," batin Axel.


"Siapa pria ini ya, aku seperti mengenal nya," ucap Axel sambal berusaha mengingat Zayn tapi percuma Axel masih tidak bisa mengingat nya.


...***...


"Sayang, ini aku, aku sangat merindukanmu suara mu." Kenzi mengirim kan pesan pada Karla memakai nomor baru nya.


Kenzi sudah seperti pria yang tidak terurus, wajah nya terlihat lesu. Tubuh nya juga terlihat sangat lemas, luka cambukan membuat tubuh nya terlihat sangat jelek, dan tidak semenarik dulu. Untung saja dokter sudah memberikan salep penghilang belas luka. Ia bisa menggunakan salep itu setelah luka nya benar-benar sudah kering.


"Aku baik-baik saja, aku mohon jangan ganggu aku dulu, aku masih memerlukan waktu." Karla membalas pesan itu.


"Satu bulan, aku akan memberikan mu waktu satu bulan, setelah itu aku akan mencari mu."


Karla hanya membaca pesan itu lalu ia kembali memblokir nomor itu. Ia tidak mau Karla berhasil melacak nomor nya.


"Mungkin aku akan menonaktifkan nomor ini," ucap Karla.


"Nona waktu nya makan siang, kak Rian sudah memasak untuk nona," kata Vivi.


"Oke, masakan kakak mu sangat enak," ucap Karla.


"Karla, aku ingin ke kota, kau mau ikut," tanya Rian.


"Hmmm aku ingin membeli kartu perdana. Aku ikut," jawab Karla.


"Sore nanti jam 4," kata Rian.


"Awas menjadi obat nyamuk kak, kak Rian ingin bertemu dengan pacar nya," ucap Vivi.


"Rian kau sudah punya pacar," tanya Karla.


"Vivi kau tidak bisa diam," ucap Rian.


"Sudah kak, pacar nya bukan orang sini, mereka berdua berkenalan saat liburan," jawab Vivi.


"Vivi kau tidak bidan diam, jangan dengarkan dia," ucap Rian.


"Sudah mengaku saja Rian, nanti pun aku akan bertemu dengan pacar mu."

__ADS_1


"Iya Karla aku sudah punya pacar," kata Rian.


"Hadeh kau tinggal mengaku saja susah, kalau begitu aku tidak jadi ikut, aku tidak mau menganggu kalian berdua. Aku titip kartu perdana saja ya," ucap Karla.


"Hehehe iya Karla, aku janji tidak akan lama."


"Siapa nama pacar mu," tanya Karla.


"Hmmm rahasia," jawab Rian.


"Aku pikir kau pria yang tidak suka berpacaran."


"Aku normal Karla," ucap Rian.


"Hahaha iya aku tau, aku lebih suka kau santai seperti ini, kau juga Vivi cukup panggil aku kaka atau nama saja," kata Karla.


Dengan kehadiran Vivi dan Rian, membuat hari-hari Karla lebih berwarna, kedua kakak adik ini sangat baik dan pandai menghibur nya. Karla yakin wanita yang mendapatkan Rian wanita yang sangat beruntung.


"Karla," ucap Verrel.


"Ayah, Sonia." Karla terkejut dengan kedatangan mereka semua.


"Apa kabar Karla," tanya Sonia.


"Aku sangat baik, kau datang ke sini, kenapa," tanya Karla.


"Oh aku senang ada kau di sini, kau harus sat kamar dengan ku," ucap Karla.


"Hehehe pasti, yah jadi ini Vila yang ayah katakan," tanya Sonia.


"Ya aku suka kan, di belakang ada kebun. Nah tidak jauh di sini ada pantai," jawab Verrel.


"Ayah pernah tinggal di sini," tanya Sonia.


"Tidak pernah, hanya beberapa kali berkunjung. Vila ini ayah jadikan tempat menginap jika ayah ada proyek di lepas pantai," jawab Verrel.


"Apa suami ku tau tempat ini yah," tanya Karla.


"Iya Kenzi pernah satu kali berkunjung ke sini, mungkin saat ini dia sudah lupa," jawab Verrel.


"Oh begitu, makam dulu yah. Ini Rian yang memasak," ucap Karla.


"Kau menjaga menantu ku dengan baik Rian," kata Verrel.

__ADS_1


"Sudah menjadi kewajiban saya tuan," ucap Rian.


"Aku ingin berbicara dengan mu sebentar, tapi nanti saja karena aku ingin memakan masakan mu dulu," kata Verrel.


Kedatangan Sonia semakin membuat Karla senang, ia jadi memiliki teman curhat setiap hari nya, meskipun mereka berdua memang tidak terlalu dekat. Karla berharap dengan ini diri nya dan Sonia bisa lebih dekat lagi.


Setelah selesai makan Karla membawa Sonia ke kamar nya, sedangkan Verrel dan Rian berkeliling Vila, sekaligus Verrel ingin membicarakan hal penting.


"Rian, kau sudah punya pacar," tanya Verrel.


"Kenapa tuan," tanya Rian.


"Aku ingin menjodohkan mu dengan keponakan ku, aku yakin kau sangat cocok dengan nya," jawab Verrel.


"Saya bisa meminta waktu tuan," tanya Rian.


"Iya Rian, aku tidak meminta mu menikah dengan cepat. Mungkin sekitar 3-4 bulan lagi, keponakan ku masih kuliah di Melbourne," jawab Verrel.


"Saya akan memikirkan nya tuan," ucap Rian.


"Bagaimana dengan Nadya," batin Rian.


Verrel tidak bisa lama-lama berada di tempat itu, ia harus segera pulang ke rumah sebelum malam tiba, statusnya yang masih menjadi CEO Efron grup membuat nya sangat sibuk. Sebelum pergi meninggalkan Vila, Verrel berpamitan terlebih dahulu pada ke dua menantu nya.


"Kalian jangan bertengkar, baik-baik di sini," ucap Verrel.


"Iya yah, Hati-hati di jalan," kata Sonia.


"Karla lebih baik beri kabar suami mu sesekali, aku yakin dengan begitu dia tidak akan terlalu stres memikirkan mu," ucap Verrel.


"Iya yah, aku pasti akan memberikan nya kabar."


Setelah kepentingan Verrel baru lah Rian pergi ke kota untuk bertemu dengan pacar nya Nadya. Mereka berdua sudah tidak bertemu cukup lama, semenjak pertama kali berpacaran baru saat ini mereka berdua bertemu.


Nadya baru saja kembali ke tempat ini setelah mengambil cuti kuliah, tidak lama hanya satu dua hari saja itu pun ia pergi secara diam-diam tanpa sepengetahuan ayah nya Aldy.


"Sayang," ucap Nadya.


"Nadya," Rian berjalan mendekati Nadya dan langsung memeluk nya dengan erat.


"Akhirnya kita bertemu, aku sangat merindukanmu," ucap Nadya.


"Aku juga sangat merindukanmu," kata Rian.

__ADS_1


Hubungan Rian dan Nadya termasuk hubungan tersembunyi, karena status Rian yang saat ini seorang duda, Rian sudah pernah menikah tetapi istri nya meninggal karena sebuah peristiwa besar.


Note : cerita Nadya dan Rian saya selipan saja, kita masih berfokus pada hukuman Axel dan Kenzi. Setelah masalah mereka selesai, baru lah kita akan masuk ke hubungan mereka berdua dah tentu saja misteri.


__ADS_2