Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Episode 304 S3


__ADS_3

Alvaro benar-benar ingin membuat Verrel kapok dengan apa yang ia perbuat, walaupun hanya ke salah pahaman tidak seharusnya Verrel melakukan hal di luar batas pada Akifa tanpa mencari tau kebenaran nya.


"Kenapa Verrel menangis paman." Tanya Rizky.


"Dia ingin bertemu istri nya." Jawab Alvaro.


"Bagaimana bisa paman, bukan nya Verrel sudah membenci Akifa." Ujar Dylan.


"Dia hanya salah paman, otak nya di pengaruhi oleh Wanda, dan sekarang dia sudah sadar jika semua yang di pikirkan tentang istri nya salah, itu sebabnya dia memohon pada ku untuk bertemu dengan istri nya." Jelas Alvaro.


"Sekarang dia sudah tau yang sebenarnya, kenapa paman tidak memberitahu dimana Akifa berada." Tanya Dylan.


"Biarkan dia menyesali semua nya, aku muak dengan sikap bodoh nya." Jawab Alvaro.


Hari demi hari Verrel selalu memohon pada Alvaro agar memberitahu nya dimana istri nya berada, hari ini tubuh nya sudah merasa cukup kuat untuk mencari Akifa. Verrel berlutut dan mencium kaki Alvaro di hadapan semua orang agar Alvaro memberitahu dimana istrinya berada.


"Apa kau menyesal." Tanya Alvaro.


"Iya yah aku sangat menyesal aku mohon yah, jangan pisah kan aku dengan istri ku, aku sangat mencintai nya." Jawab Verrel.

__ADS_1


"Kau tau penyesalan itu datang di akhir jadi percuma kau menyesal, kembali ke kamar mu dan ratapi nasib buruk mu." Ucap Alvaro.


"Aku mohon yah, beri tau aku dimana Akifa sekarang, aku harus meminta maaf pada nya."


Alvaro merasa sudah cukup menghukum Verrel, ia melihat penyesalan yang sangat besar di dalam hati Verrel, Verrel juga sangat bersungguh-sungguh dengan ucapan nya.


"Istri mu ada du sebuah pulau, dimana pulau itu kau cari sendiri." Ucap Alvaro.


"Terimakasih yah." Verrel memeluk Alvaro dan langsung pergi untuk mencari Akifa.


"Paman ada 18 ribu lebih pulau di negera ini, bagaimana bisa dia menemukan istri nya." Ujar Dylan.


"Dia pasti tau dimana pulau yang aku maksud, dia pernah aku bawa ke sana." Ucap Alvaro.


"Apa pulau itu." Batin Verrel.


Verrel bersama Alvaro pernah pergi ke sebuah pulau yang sangat indah, dia sana mereka berdua membangun Vila yang sangat mewah. "Aku akan membawa dan menempatkan istri ku di sini." Ucap Verrel saat Vila itu sudah kokoh berdiri.


Ucapan itu langsung terngiang di otak Verrel, ia memantapkan diri untuk pergi ke pulau itu.

__ADS_1


Akifa masih seperti biasa nya ia selalu tertawa bersama dengan para pelayan dan tentu saja Aldy, saat ini mereka semua sedang berada di belakang Vila tepat nya berada di Kebun sawit sayur dan buah.


Dengan semangat Akifa memetik sayuran yang sangat banyak karena kali ini ia akan memasak untuk para pelayan dan juga Aldy.


"Aku bantu ya, tapi nanti aku kamu beri bagian yang paling banyak." Ucap Aldy.


"Siap pak bos, makanan saja kamu nomor satu." Kata Akifa.


Adit dan Akifa langsung masuk ke dalam dapur untuk mulai memasak, Tiba-tiba Akifa teringat oleh Verrel karena Verrel sangat suka masakan nya, apalagi menu yang ia buat saat ini.


"Ada apa Akifa." Tanya Aldy.


"Tidak ada, aku hanya sedikit ingin masa lalu ku." Jawab Akifa.


"Kamu yakin tidak papa, kalau kamu tidak mood memasak jangan di paksa."


"Iya Aldy aku tidak papa, ayo bantu aku menggoreng ikan itu jangan sampai gosong." Ucap Akifa yang kembali menebar senyuman nya.


Karena memang pulau itu tidak terlalu jauh Verrel dengan cepat sampai ke pulau yang ia harapkan ada Akifa di sana. Verrel menyewa mobil untuk menuju ke Vila.

__ADS_1


Setelah bergulat dengan bumbu dapur dan penggorengan akhirnya Akifa selesai menyelesaikan masakannya, Ia dan Aldy langsung menyusun masakan yang mereka masak di atas meja makan.


Hati Verrel terasa tersayat melihat kedekatan Aldy dan Akifa benar-benar membuat nya lemas seketika. Tanpa sadar air mata nya jatuh kembali.


__ADS_2