
Malam hari nya mereka semua baru pulang ke rumah dan tentu Verrel pulang dalam kondisi mabuk, ia terpancing minum karena teman-teman nya memaksa nya.
"Sayang aku mencintaimu." Ucap Verrel saat melihat Akifa berdiri di hadapan nya.
"Kamu mabuk, sudah aku katakan jangan mabuk." Kata Akifa.
"Sayang aku ingin, ayo kita buat anak." Ucap Verrel.
Sontak Rizky dan teman-teman Verrel langsung membuang wajah mereka seperti tidak mendengar apapun.
"Sayang." Verrel mendekati bibir Akifa.
"Hmmm kamu bauk Alkohol aku tidak suka." Ucap Akifa.
"Papah." Akifa berjalan mencari Alvaro agar Alvaro yang mengurus Verrel, ia tidak kuat dengan bauk Alkohol, membuat nya mual.
"Ada apa Akifa." Tanya Alvaro.
"Suami ku mabuk, aku tidak bisa mencium bauk Alkohol itu membuat ku mual." Jawab Akifa.
"Ya sudah kamu kembali masuk ke dalam kamar, nanti papah yang akan mengurus nya." Ucap Alvaro.
"Dimana istri ku Akifa, kau Akifa." Verrel mendekati Rizky dan langsung memeluk nya.
Seperti biasanya jika Verrel mabuk berat ia akan melihat seseorang sebagai istri nya. Mungkin karena diri nya terlalu bucin pada istri nya sampai tidak bisa membedakan siapapun.
"Sayang, cup." Verrel mencium wajah Verrel.
__ADS_1
"Verrel kau gila." Rizky langsung mendorong Verrel dengan kasar.
Untung saja Alvaro sigap menangkap Verrel jika tidak Verrel sudah terjatuh sampai ke lantai dasar karena mereka semua berdiri dekat tangga.
"Rizky kau mau membuat Verrel hilang ingatan seperti Dylan." Ucap Alvaro.
"Maaf paman aku tidak sengaja, Verrel mencium ku jadi aku refleks mendorong nya." Kata Rizky.
"Sudah kalian istirahat lah, ajak teman-teman nya Verrel istirahat sudah malam lebih baik kalian menginap di suni." Ucap Alvaro.
Alvaro membawa Verrel masuk ke dalam salah satu kamar yang biasanya tempat mereka berdua tidur jika salah satu di antara mereka mabuk seperti ini
"Sayang, aku ingin ayo." Verrel memeluk Alvaro dan berusaha membuka baju Alvaro.
"Kurang ngajar ini anak, sudah berapa lama tidak di beri jatah."
Setelah kurang lebih 30 menit di dalam Badhup Alvaro kembali menemui Verrel dan langsung membawa nya keluar kamar mandi, Tanpa mengenakan pakaian kembali Alvaro merebahkan Verrel ke atas kasur dan membiarkan nya tidur.
"Maaf Verrel ayah tidak bisa menemanimu, Ayah sudah ada janji dengan bunda mu." Ucap Alvaro dan pergi meninggalkan Verrel sendiri di kamar itu.
Pagi hari nya Verrel bangun dari tidur nya, ia sangat terkejut saat diri nya tidak memakai apapun.
"Siapa yang memp*rkosa ku." Ucap Verrel.
Verrel melihat-lihat ke sekeliling nya dan langsung sadar jika diri nya sudah berada di rumah.
"Pasti ayah yang melakukan ini." Ucap Verrel.
__ADS_1
Verrel memakai kembali celana nya saja, setelah itu ia berjalan keluar kamar sambil membawa baju yang ia pakai kemarin.
"Sayang maaf aku kemarin mabuk." Ucap Verrel sambil memeluk Akifa.
"Kamu ya, kamu hampir melukai anak kita."
"Apa aku memaksa mu melakukan hubungan." Tanya Verrel.
"Iya untung saja ada ayah yang bisa mengatur semua nya." Jawab Akifa.
"Ayah." Verrel langsung berlari keluar dari kamar.
"Eh mau kemana kau tanggung jawab apa yang kau lakukan pada ku." Ucap Rizky.
"Apa yang aku lakukan pada mu." Tanya Verrel.
"Kau mencium ku Verrel." Jawab Rizky.
"Ah sial." Hal yang paling di takuti Verrel terjadi juga. Hampir setiap orang di rumah ini terkena ciuman dari nya. Terutama ayah nya dan juga Dylan.
"Sudah lah anggap saja sebagai hadiah dari ku." Ucap Verrel.
"Apa saat di bar aku ada mencium wanita." Tanya Verrel.
"Tidak ada, kau mabuk berat saat di dalam mobil, jadi aman tidak ada yang kau nodai kecuali wajah ku." Jawab Rizky.
Verrel sangat lega dan langsung kembali masuk ke dalam kamar nya, saat masuk ke dalam kamar tiba-tiba Akifa melemparkan bantal dan baju yang ia pakai kemarin.
__ADS_1
"Sayang, apa yang kamu lakukan." Tanya Verrel yang tampak sangat kebingungan.