Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Episode 36 S4


__ADS_3

Setelah melakukan pertempuran panjang, Kenzo sama sekali tidak bisa tidur. Ia duduk di samping istri nya yang tengah terlelap dengan berbagai macam ketakutan di dalam pikiran nya.


"Kenapa dengan ku, aku tidak pernah setakut ini, aku tidak pernah selemah ini, apa yang akan terjadi pada ku," batin Kenzo.


"Sayang," ucap Sonia.


"Iya ada apa, tusukan mu masih kurang," tanya Kenzo.


"Iya eh tidak, ini sudah hampir lagi sayang kenapa tidak tidur," kata Sonia.


"Aku tidak bisa tidur sayang, aku takut melupakan mu," ucap Kenzo.


"Untuk apa kamu takut, ketakutan mu akan membuat mu semakin lemah. Jika kamu melupakan ku, aku akan berusaha membuat mu mengingat ku lagi," kata Sonia.


"Sudah sayang tidur lah, jangan takutkan apapun ada aku di sini," ucap Sonia sambil memeluk Kenzo.


"Sayang adik ku bangun lagi," kata Kenzi.


"Aku lelah sayang, ini sudah hampir pagi."


"Sayang ini terakhir kali nya, mungkin aku tidak akan melakukan lagi setelah ini sampai aku sembuh," ucap Kenzo.


"Kamu benar, aku jadi senang eh sedih, karena kamu akan puasa," kata Sonia.


Tangan Kenzo membuka laci di samping ranjang nya, ia kembali mengambil pengaman agar Sonia tidak hamil, karena ia sudah berjanjian dengan Kenzi untuk membuat istri mereka hamil secara bersamaan.


"Sayang," ucap Sonia saat Kenzi mulai melakukan pemanasan seperti biasanya.


Ia rasa dua bukit kembar nya hampir kempes karena selalu di hisap oleh Kenzo walaupun tidak mengeluarkan apapun.


Pemanasan yang di berikan Kenzo membuat Sonia kembali bernafsu, ia tidak bisa munafik jika tubuh nya benar-benar menikmati sentuhan yang di berikan oleh suami nya.


"Sayang pelan, masih sakit," ucap Sonia.


"Kapan tidak sakitnya, aku sudah pelan," tanya Kenzo.


"Aku tidak tau, milik mu membuat penuh di dalam sana," jawan Sonia.


Pagi hari nya pasangan Kenzi dan Karla bangun secara bersamaan, mereka berdua belum melakukan apapun itu sebabnya bisa bangun pagi, berbeda dengan Kenzo dan Sonia yang baru memejamkan mata nya.


Mereka berdua saling menatap sambil mengagumi wajah pasangan mereka masing-masing. "Mandi gih kamu harus bekerja kan," ucap Karla.


"Aku seperti nya akan libur, kamu mau mandi dengan ku," tanya Kenzi.


"Tidak aku malu," jawab Karla.


"Untuk apa kamu malu, aku suami kamu," kata Kenzi.


"Tetap saja aku malu sayang," ucap Karla.


Kenzi merasa Karla semakin hari semakin banyak berubah, dari gaya bicara nya saja sudah jauh berbeda dari sebelumnya.


Saat Kenzi memperat perlukan nya, Karla merasakan sesuatu yang mengganjal di perut nya, dan ia tidak tau apa yang mengganjal itu.

__ADS_1


"Sayang ini ada yang mengganjal seperti tangan," kata Karla.


"Itu adik ku sayang dia bangun dari tidur nya."


"Adik mu, maksudnya sayang. Aku tidak tau," ucap Karla.


"Kamu tau perbedaan alat kelamin wanita dan pria kan. Nah adik yang aku maksud itu, milik ku masuk akan masuk ke dalam sana, itu dinamakan hubungan suami istri," kata Kenzi.


"Boleh aku melihat nya, aku penasaran," tanya Karla.


"Tunggu dulu, kamu pernah melihat milik pria," tanya Kenzi.


"Dulu aku punya adik, aku sering memandikan nya, tapi...


"Sudah jangan mengingat nya lagi," ucap Kenzi karena takut Karla akan mengingat masa lalu nya.


Kenzi sudah tau semua kehidupan Karla dari dokter malik, termasuk tentang adik kesayangan Karla.


"Di usia tiga belas tahun kamu mengalami hal buruk itu, aku tidak tau hancur nya kamu saat itu," batin Kenzi.


"Sayang kenapa bengong," tanya Karla.


"Eh tidak ada sayang, kamu mau lihat kan?"


"Iya aku mau, aku penasaran boleh tidak," tanya Karla.


"Boleh sayang, tapi jangan kaget ya, milik ku di atas rata-rata," jawab Kenzi.


"Iya sayang, aku tidak akan kaget," kata Karla.


Kenzi menyingkirkan selimut dari tubuh nya dan Karla, dengan sengaja Kenzi membuka baju nya untuk menggoda Karla, sekaligus mengetes Karla wanita normal atau tidak.


"Glek," Karla menelan air liur nya secara kasar saat melihat bentuk tubuh suami nya.


"Sayang," tangan Karla dengan cepat menyentuh tubuh kekar suami nya.


"Sayang, kamu suka dengan ini," tanya Kenzi.


"Kenapa bisa seperti ini, ya aku suka," jawab Karla.


Dengan sentuhan tangan Karla membuat adik nya semakin membesar dan Kenzi siap memperlihatkan aset nya.


"Kamu siap sayang," tanya Kenzi.


"Iya aku siap, itu sudah terlihat," jawab Karla.


"Satu dua tiga," Kenzi menurunkan celana nya dan muncul lah aset yang Kenzi banggakan.


"Ahhhhhh," teriak Karla sambil memejamkan mata nya.


"Anak muda, pagi-pagi gini, masih enak-enak saja, jadi membuat ku kepengen," ucap Dylan yang kebetulan lewat di depan pintu kamar Kenzi.


"Kamu kenapa sayang," tanya Kenzi.

__ADS_1


"Basar sekali, itu tidak sama dengan milik adik ku," jawab Karla.


"Tidak sama sayang, dia jauh lebih besar dari milik mu," kata Kenzi.


"Ya sudah aku mandi dulu, kamu sudah melihat nya kan," ucap Kenzi.


"Boleh aku memegang nya," tanya Karla.


"Kenapa tidak boleh," jawab Kenzi.


Karla mulai mendekati milik Kenzi, ia memperhatikan benda itu karena masih heran dengan milik Kenzi yang luar biasa.


"Ahhhh sayang, jangan kamu sentuh begitu," desah Kenzi karena Karla menyentuh nya dengan sangat lembut.


"Kamu hilang akan masuk ke milik ku," tanya Karla.


"Iya sayang," jawab Kenzi.


Karla membalik tubuh nya dan melihat milik nya, ia masih tidak percaya jika milik suami nya bisa masuk ke dalam.


"Kenapa sayang," tanya Kenzi.


"Aku bersumpah ini tidak akan muat," jawab Karla.


"Muat sayang, oke aku akan memintanya sekarang," kata Kenzi.


"Minta apa sayang," tanya Karla.


"Hak ku sayang, kita akan melakukan nya," jawab Kenzi.


Kenzi menghubungi Verrel untuk memberitahu daddy nya, jika diri nya ingin libur.


"Kenapa kau tidak berangkat kerja," tanya Verrel.


"Aku ingin malam pertama dad, sudah aku senang-senang dulu," jawab Kenzi dan langsung mematikan sambung telepon itu.


Kenzi merangkak naik ke atas tubuh Karla, bibir nya menyentuh leher jenjang Karla sambil Karla menaikan kepala nya karena merasakan sesuatu yang luar biasa.


"Sayang ini lebih enak dari sebelumnya," kata Karla sambil meremas rambut Kenzi.


"Mau enak lagi sayang," tanya Kenzi.


"Asalkan enak aku mau sayang," jawab Kenzi.


"Iya sayang kita akan enak-enak pagi ini." Karla membuka baju kancing baju Karla. Tetapi Karla menahannya.


"Kenapa sayang," tanya Kenzi.


"Harus di buka, aku malu," jawab Karla.


"Iya sayang, jangan malu sayang," kata Kenzi.


Setelah mendapatkan izin dari Karla, Kenzi langsung membuka semua benang yang menutupi tubuh istri nya. Sampai mereka berdua sudah tidak memakai apapun lagi seperti anak bayi.

__ADS_1


Hayo adegan Kenzi mau gimana??


__ADS_2