
"Jangan percaya sayang, ayah mu ini Playboy. Aku sebagai saksi nya. Kami pernah pergi bersama dan dia sangat genit pada wanita," ucap Vero.
"Kau menantu kurang ngajar, kau menjelekan ku," kata Mario.
"Aku tidak menjelaskan mu paman, Kak Verrel bisa menjadi saksi," ucap Vero.
"Kau ya diam lah, jangan bermain-main dengan ku." Mario menarik Vero ke dalam dekapan nya, ia sangat kesal dengan Vero yang selalu menjelekan nya.
"Kalian sangat dekat sekali," ucap Sakura.
"Hahaha kami memang sangat dekat, kami beberapa hari bersama dan anak manja ini sangat pintar," kata Mario.
"Aku tidak manja," saut Vero.
"Oh iya tidak manja, kau tidak manja anak manja," tanya Mario.
"Aku tidak manja paman, berhenti memanggil ku anak manja," jawab Vero.
"Sudah-sudah berhenti bertengkar, kalian makan lah dulu," ujar Fika.
"Sayang hari ini kita ikut dengan mereka berdua, aku sangat kesal dengan anak manja ini. Aku akan membicarakan pernikahan ini pada ayah nya," kata Mario.
"Apa yang paman ingin bicarakan, jangan mempengaruhi ayah ku."
"Kau yang mempengaruhi anak ku, jangan kau jelek kan aku di depan nya," kata Mario.
"Aku berbicara jujur, apa aku salah. Kau memang genit pada wanita," ucap Vero yang tidak mau kalah.
"Dan aku juga berbicara jujur, kau sangat manja, itu sudah hal yang mutlak," kata Mario.
"Tidak."
"Iya."
"Tidak paman," ucap Vero.
"Iya Vero, kau tidak bisa menghindari nya." kata Mario.
Sakura mendengus kesal karena tingkah Mario dan Vero. Mereka berdua sudah seperti kucing dan tikus. Dan seperti nya akan selalu seperti itu jika bertemu.
"Sudah aku bilang, berhenti bertengkar," ucap Sakura.
__ADS_1
Sontak Vero dan Mario berhenti bertengkar, mereka berdua sama-sama takut dengan Sakura.
"Sakura," ucap mereka berdua.
"Kalian berdua memang seperti anak kecil, berhenti bertengkar aku sudah tau semuanya. Ayah memang sangat genit dengan wanita itu sifat ayah dari dulu dan Vero aku juga sudah tau kalau Vero memang sangat manja hal itu memang sudah terkenal di keluarga Efron," kata Sakura.
"Sudah kan, tidak ada yang perlu kalian ributkan lagi," ujar Fika.
"Ya ya ya kami berdua salah," kata Mario.
"Untuk kali ini aku mengaku salah, kita baikan paman," ucap Vero.
Setelah selesai makan mereka berempat langsung pulang ke rumah, Mario dan Fika ikut pulang ke rumah Vero karena ingin bertemu dengan Verrel dan yang lainnya, sudah cukup lama mereka tidak bertemu.
**
"Jadi Sakura anak mu," tanya Verrel.
"Iya Verrel, dia memang anak ku. Ya walaupun hubungan kami sebelum ini kurang baik," jawab Mario.
"Kalau begitu langsung nikahkan saja mereka berdua, semumpung kau ada di sini," kata Alvaro.
"Maaf tuan, saya tidak bisa menikahkan mereka berdua, Sakura saya buat di luar pernikahan," kata Mario.
"Aku akan memanggil mereka berdua dulu." Verrel bangkit dari tempat itu untuk memanggil Vero dan Sakura.
Bukan hanya Sakura dan Vero yang ikut datang, Kenzi dan yang lainnya juga ikut mendekat karena penasaran dengan apa yang sedang di bicara kan.
"Paman datang, kenapa tidak memanggil ku," ucap Kenzi sambil memeluk Mario.
"Nah ini dia menantu idaman ku, bagaimana kabar mu dan istri mu, kalian berdua baik-baik saja kan," tanya Mario.
"Tentu paman, ah paman jangan berkata aku menantu idaman mu. Nanti Vero jadi minder," jawab Kenzi.
"Cih aku minder dengan mu, itu sangat mustahil. Aku tidak pernah minder pada mu," ujar Vero.
"Hahaha dia sudah mulai terpancing," ucap Mario.
"Ayah," rengek Vero sambil memeluk Alvaro.
"Lihat sayang, dia memang sangat manja pada ayah nya, aku tidak salah kan," ucap Mario.
__ADS_1
"Hey jaga harga diri mu, jangan manja seperti ini."
"Tidak mau, aku kesal dengan paman itu." Vero semakin mempererat pelukan nya.
"Mario jangan kau ejek dia, aku sudah lelah dengan rengek kan nya," ujar Alvaro.
"Hehehe maaf tuan," ucap Mario yang langsung kikuk seketika.
"Bagaimana Sakura kau menerima lamaran ku kemarin," tanya Alvaro.
"Ayah boleh aku menikah," tanya Sakura pada Mario.
"Kau meminta izin pada ku."
"Iya yah, aku harus meminta izin pada ku, aku ingin pernikahan ku berjalan dengan baik," kata Sakura.
Dulu saat pernikahan Sakura dan Kenzi, Sakura tidak meminta izin pada ayah nya. Sakura percaya jika hal itu yang membuat pernikahan nya hancur. Izin dari orang tua nya adalah yang terpenting untuk saat ini.
"Iya sayang ayah mengizinkan mu, tapi jangan salah kan ayah kalau akan sering bertengkar dengan suami mu," ucap Mario.
"Kalau ayah saya mengizinkan, berarti saya menerima lamaran tuan, saya mau menikah dengan Vero tuan," kata Sakura.
Vero yang mendengar itu, langsung menaikan kapala nya, akhirnya jawaban yang sangat ia tunggu datang juga.
"Ayah aku akan menikah," ucap Vero.
"Iya sayang, kau akan menikah. Mulai sekarang bersikap lah dewasa dan jangan membuat istri mu kesulitan."
"Untuk Sakura, tolong mengerti Vero dia memang sangat manja dan mungkin kemanjaan nya akan sulit untuk di hilang kan, jadi bersabar lah menghadapi Vero," ucap Alvaro.
Axel memfoto pertemuan dua keluarga ini dan langsung mengirim nya ke pada Rakha. Ia sangat tau jika Rakha juga suka dengan Sakura.
"Mereka berdua akan menikah," ucap Axel.
Rakha yang melihat foto itu hati nya terasa sangat hancur. Apalagi melihat Vero berpelukan dengan Sakura. Padahal di sini ia sedang bersusah payah belajar dengan cepat agar bisa pulang segera pulang.
"Kek," Rakha langsung memeluk Vano yang berada du samping nya.
"Hey kau kenapa," tanya Vano yang mulai kebingungan.
"Hati ku sakit kek, orang yang aku suka akan menikah," jawab Rakha.
__ADS_1
"Rakha siapa orang itu, kenapa kau tidak melamarnya dulu, sebelum Kau ikut dengan ku ke sini," tanya Vano.
"Dia Sakura kek, wanita yang berada di rumah Kenzo dan Kenzi. Dan dia akan menikah dengan paman Vero kek," jawab Rakha.