
"Ha tidak mau." Ucap mereka berdua secara kompak.
"Kenapa,bukan nya kalian berdua sama-sama singel bukan." Tanya Adit.
Alana memicing kan mata nya pada Adit padahal papah nya tau jika diri nya mempunyai seorang kekasih.
"Tidak pak, saya memiliki seorang pacar, mungkin pak Rizky yang singel." Ucap Alana.
"Kata siapa saya singel, saya juga memiliki seorang kekasih." Saut Rizky.
"Hahaha, sudah jangan di bahas lagi, jangan sampai kejadian ini terulang kembali, atau kalian berdua saya nikah kan secara paksa." Ucap Adit.
"Baik pak." Rizky dan Alana pergi meninggalkan ruangan Adit.
Hari cepat berlalu, sudah satu minggu Dylan dan Lia sudah tidak satu kamar lagi, setiap malam Dylan selalu pindah kamar, mereka berdua merasakan sesuatu yang berbeda saat tidak satu kamar lagi, terasa hampa dan begitu kosong.
Malam ini Dylan benar-benar berniat ingin membicarakan perceraian nya pada keluarga nya, Walaupun ia masih bingung alasan apa yang tepat agar keluarga nya mengizinkan diri nya dan Lia bercerai.
Dylan masuk ke dalam kamar untuk mengambil pakaian nya. Tanpa sengaja ia melihat Lia sedang menangis dengan menutup wajah, tangisan itu terdengar sangat dalam.
"Hiks hiks hiks... Aku tidak ingin bercerai dengan nya, tapi apakah dia mau menerima kekurangan ku." Ucap Lia dengan tangisan yang terisak isak.
Dylan yang tak sengaja mendengar ucapan dari Lia memilih keluar dari kamar, ia berjalan menuju ruang keluarga sambil memikirkan apa maksud perkataan istri nya.
"Apa yang di maksud, aku harus mencari tau nya." Ucap Dylan.
__ADS_1
Dylan kembali masuk ke dalam kamar Lia, ia ingin langsung menanyakan tentang perkataan Lia tadi.
"Dylan." Lia menghapus air mata nya.
"Apa maksud mu Lia, apa kekurangan mu." Tanya Dylan.
"Kamu mendengar ucapan ku tadi."
"Iya aku mendengar nya dan aku ingin meminta penjelasan dari mu, apa yang kau maksud tadi Lia." Ucap Dylan.
"Tidak ada." Kata Lia.
"Jangan bohong Lia, katakan sejujurnya, apa kekurangan mu sebelum kita resmi bercerai." Tanya Dylan.
"Aku bukan seorang gadis lagi Dylan." Teriak Lia.
"Jadi aku menikahi seorang jalang." Ucap Dylan dengan suara yang bergetar.
"Bukan seperti itu Dylan, dengarkan penjelasan ku." Kata Lia.
Dylan mengangkat tangan nya untuk menghentikan ucapan dari Lia, ia sangat kecewa dengan pengakuan dari istri nya.
"Aku butuh waktu Lia, jadi kau tidak ingin aku sentuh agar aku tidak tau jika kau bukan seorang gadis lagi, di sini aku yang tertipu Lia, tapi kenapa kau yang meminta perceraian ini." Dylan pergi meninggalkan istri nya.
"Kenapa aku selalu mendapatkan seorang wanita tidak seperti itu, apa salah ku." Batin Dylan.
__ADS_1
Sementara itu Lia hanya bisa menangis dan terjatuh di lantai, hati nya sangat sakit saat suami nya mengatakan diri nya seorang jalang, padahal kesucian nya di renggut secara paksa, sama sekali bukan keinginan nya.
Tapi ada sedikit kelegaan di dalam hati nya, suami nya sudah tau tentang kekurangan nya dan Lia menyerah kan semua keputusan pada Dylan Karena Dylan orang yang tertipu dalam masalah ini.
Dylan membawa mobil nya menuju bar, sebelum itu ia sudah menghubungi Verrel untuk menjemput nya, karena ia tau jika saat diri nya sedang mabuk semua di luar kendali nya.
Dengan cepat Dylan sudah menghabiskan satu botol minuman beralkohol. Verrel yang baru sampai di bar itu langsung mencari Dylan.
"Dylan." Verrel mengambil botol minuman alkohol dari tangan Dylan.
"Kau wanita murahan, kenapa kau menipu ku Lia." gumam Dylan.
Verrel membawa Dylan pergi dari bar, ia membawa Dylan ke apartemen karena ia tau jika Dylan sedang ada masalah dengan istri nya.
"Bodoh, pikiran mu pendek sekali." Verrel mengguyur kan air dingin di kepala Dylan.
Setelah beberapa saat Verrel membawa Dylan masuk ke dalam kamar, walaupun terasah menjijikkan Verrel tetap harus membantu Dylan mengganti pakaian nya yang basah.
"Kau harus membayar semua ini Dylan." Ucap Verrel.
Setelah beberapa jam Dylan tertidur akhirnya ia terbangun dari tidurnya. Ia melihat ke arah kanan dan kiri nya untuk mencari keberadaan Verrel.
"Kau sudah bangun." Verrel melemparkan air mineral pada Dylan.
"Untuk ada kau, jika tidak aku bisa dimanfaatkan oleh para jalang di sana." Kata Dylan.
__ADS_1
"Ada masalah apa kau dengan istri mu, bicara lah dengan baik dengan ku. Mana tau aku bisa membantu mu." Tanya Verrel.