
"Hahahaha jadi selama ini bapak jomblo." Alana tertawa dengan sangat puas.
"Alana berhenti mentertawakan ku." Ucap Rizky.
"Tidak mau, dasar jomblo jomblo jomblo."
Rizky yang kesal dengan Alana, perlahan ia mendekati Alana sambil menatap wajah Alana. Alana yang sadar jika Rizky mendekati nya, perlahan juga kaki nya mundur menjauh.
"Pak, jangan aneh-aneh di ruangan ini banyak CCTV." Ucap Alana.
"Bukan nya pak Adit meminta kita untuk melakukan reproduksi." Kata Rizky.
"Tidak aku tidak mau, apalagi dengan bapak. Aku sudah melihat milik mu menyeramkan."
"Alana bisa-bisa nya kamu membahas hal itu." Ucap Rizky yang tidak jadi mendekati Alana.
"Hehehe kan saya pernah tidak sengaja melihat nya." Ujar Alana.
"Sudah berhenti membahas milik ku, dia memang berkembang dengan baik. Begini jadi bagaimana kita akan benar-benar menikah." Tanya Rizky.
"Ciee bapak ingin menikah dengan saya." Ejek Alana.
"Alana kenapa kamu mengejekku, aku hanya bertanya." Ucap Rizky.
"Hehehe bagaimana ya pak, saya belum siap menikah, apalagi dengan manusia es seperti bapak."
"Manusia es kamu bilang." Rizky memicing kan mata nya.
__ADS_1
"Saya berkata benar pak, Bapak memang seperti manusia es." Ujar Alana.
"Terserah mu, besok kita akan pulang, jika kamu mau saya akan membawa kamu bertemu dengan orang tua saya." Ucap Rizky.
"Bapak serius dengan saya." Tanya Alana.
"Alana saya manusia normal, saya juga butuh pemuas nafsu." Bisik Rizky dengan suara yang sedikit menggoda.
"Jadi bapak menikah dengan saya untuk pemuas nafsu saja." Tanya Alana.
"Maybe." Rizky pergi meninggalkan Alana.
Alana mondar-mandir di dalam ruangan itu, jika menikah dengan Rizky ia tidak akan merasa. malu karena wajah Rizky yang tampan dan tubuh yang atletis.
"Aku juga sudah melihat diri nya tidak memakai apapun. Dan tubuh nya benar-benar iman ku meleleh." Ucap Alana sambil menutup mata nya karena merasa malu dan senang ketika membayangkan tubuh indah Rizky.
Alana memutuskan untuk ikut Rizky bertemu dengan orang tua nya, jantung nya berdetak sangat kencang saat masuk ke dalam rumah Rizky.
"Ya jelas pak, calon menantu mereka sangat cantik." Alana tersenyum pada Rizky.
"Stop tersenyum seperti ini, jangan memancing saya untuk menerkam mu." Ucap Rizky.
"Nanti pak jika sudah sah." Bisik Alana.
"Wanita ini benar-benar menguji keimanan ku." Batin Rizky.
Pertemuan Alana dan keluarga Rizky berjalan sukses, mereka semua menerima Alana dengan sangat baik, Apalagi Alana yang mudah akrab dengan orang baru.
__ADS_1
"Wah akhirnya jomblo abadi ini segera menikah." Ucap ayah Rizky.
"Kak awas yang keluar pepsodent." Ujar Rino yang membuat mereka semua tertawa.
Setelah pertemuan keluarga itu Alana di antar pulang oleh Rizky, mereka berdua masih canggung dan diam di sepanjang perjalanan.
"Ini rumah atau Istana Alana, tunggu-tunggu ini bukan nya rumah dari keluarga Efron." Tanya Rizky.
"Iya pak benar, kan sudah kata katakan orang tua saja bersahabat dengan pak Adit otomatis bersahabat dengan keluarga Efron, dan saya tinggal di sini." Jawab Alana.
"Oww begitu, pantas saja kamu sangat patuh dengan pak Adit, ternyata kamu sangat dekat dengan nya." Ucap Rizky.
"Iya pak, ya sudah saya keluar dulu, terimakasih atas makan malam ya." Kata Alana.
Sebelum Alana keluar Rizky terlebih dahulu menerkam bibir Alana yang sedari tadi menggoda nya. Alana sangat terkejut saat mendapat kan serangan secara tiba-tiba.
Karena tidak ada alasan untuk tidak membalas ciuman itu, Alana mulai mengalungkan tangan nya sambil membalas ciuman itu. Tangan Rizky bergerak menurun kan sandaran kursi untuk mendapat posisi enak.
Alana mendorong kepala Rizky karena diri nya sudah kehabisan nafas, ia tidak menyangka jika manusia es bisa seagresif ini.
"Maaf." Ucap Rizky.
"Permisi pak." Alana keluar dari mobil Rizky.
Alana berlari masuk ke dalam rumah dengan nafas yang tidak beraturan. Baru Alana bisa bernafas dengan lega dua orang kakak nya berdiri di hadapan nya.
"Alana kau mau menikah." Tanya Dylan.
__ADS_1
"Siapa orang nya, dia tidak merusak mu kan, kenapa kau tidak mengenalkan nya pada ku." Ucap Verrel.
"Rahasia." Alana berlari menjauh dari mereka berdua.