Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Episode 118 S2


__ADS_3

Vano mengusap air mata Anggi, dan memeluk nya erat. Membiarkan Anggi menangis di dalam pelukan nya, walaupun tidak mengalami nya ia dapat merasakan betapa sedih nya perasaan pacar nya saat ini.


"Sayang, diam lah. Maaf aku membuat mu menangis." kata Vano dengan mengusap rambutnya.


"Maaf." Anggi melepaskan pelukan nya dan menghapus air mata nya.


"Tersenyum lah, aku akan membuat diri mu selalu tersenyum." Kata Vano.


"Dengan apa kau membuat ku tersenyum, kau saja selalu menjahili ku." ucap Anggi.


"Dengan wajah tampan ku, lihat lah bukan nya diri ku sangat tampan." Vano menunjukkan wajah imut nya.


"Vano, kau tetap terlalu pd. Kau tidak begitu tampan. Lihatlah papah bahkan lebih tampan dari mu." ucap Anggi.


"Apa kah itu benar, aku kalah tampan dari papah ku." tanya Vano.


"Tidak, kau laki-laki tertampan untuk ku." Anggi mengecup bibir Vano dan tersenyum pada nya.


"Cantik, kau sangat cantik. Terus lah tersenyum seperti ini." kata Vano.


Perlahan Vano mendekati bibir Anggi dan menciumnya dengan lembut.


Sore hari telah berganti malam, mereka semua berkumpul di ruang makan untuk melaksanakan makan malam. Tak terkecuali Anggi yang masih berada di rumah ini.


Seperti biasa para wanita mengambil kan suami mereka makan terlebih dahulu baru lah makanan mereka. Anggi masih bingung apa yang harus ia lakukan saat melihat itu.


"Lakukan saja apa yang mereka lakukan." bisik Vano.


"Apa seperti itu." tanya Anggi.


"Vano ambil makanan mu sendiri, jangan kau suruh pacar mu mengambil kan makanan mu. Itu berlaku jika kalian sudah menikah." ucap Jihan.


"Iya mah." Vano mengambil makanan nya sendiri.

__ADS_1


"Kau mau mengerjai ku sayang." bisik Anggi.


"Maaf sayang, aku tak berniat melakukan nya." Vano berkata seperti orang tanpa bersalah.


Karena hari semakin larut, Vano mengantarkan Anggi pulang ke rumah nya. Tidak mungkin juga kalau Anggi menginap di rumah ini.


"Apa kita membeli sesuatu dulu untuk papah mu." tanya Vano.


"Tidak perlu, sayang papah ku malah ingin bertemu dengan mu saja." jawab Anggi.


"Bertemu dengan ku, apa papah mu tau kalau aku yang telah membobol mu." tanya Vano.


"Tidak sayang, kenapa kau takut. Dasar jantan mau enak nya saja." jawab Anggi.


Setelah beberapa menit berlalu akhirnya mereka sampai di depan rumah Anggi. Mereka berdua langsung masuk sambil bergandengan tangan.


"Selamat malam om." sapa Vano.


"Bagaimana liburan mu, apa menyenangkan? "


"Menyenangkan dong om, kan liburan nya dengan Vano." jawab Vano.


"Sayang." Anggi mencubit perut Vano.


"Sayang, kalian berdua sudah berpacaran? "


"Hehehe sudah om, bahkan Anggi sudah bertemu dengan mamah dan papah Vano, kata mereka Vano harus cepat-cepat meminang Anggi." Jawab Vano.


"Hahaha calon menantu ku kocak ternyata orang nya, cepat lah bawa orang tua mu ke rumah. Kita bahasa rencana pernikahan kalian." kata papah Anggi.


"Siap om." ucap Vano dengan semangat nya.


Setelah mengantarkan Anggi ke rumah nya. Tak lama Vano meninggal kan rumah Anggi, ia langsung pulang ke rumah karena merasa sangat lelah. Belum lagi besok di harus ke kampus. Karena waktu cuti nya sudah berakhir.

__ADS_1


Sesampainya di rumah Vano, melihat Adit dan Alvaro masih duduk di depan TV tidak ada orang sama sekali selain mereka berdua. Ternyata mereka berdua sedang menonton film porno.


"Kalian berdua." ucap Vano dengan mendekati Alvaro dan Adit.


"Sasstt diam lah." kata Alvaro yang masih menikmati Film itu.


"Apa kalian tidak puas dengan istri kalian, sampai menonton film ini." tanya Vano.


"Istri kami sedang datang bulan." jawab Adit.


Vano hanya mengangguk kepala nya dan ikut menonton film itu.


"Van, apa kau benar-benar sudah membobol Anggi." tanya Alvaro.


"Rahasia ini hanya kalian berdua yang tau. Aku dan Anggi sudah melakukan nya sejak pertama kali bertemu." jawab Vano.


"Ha bagaimana bisa. Kau kasih obat apa dia." tanya Adit.


Vano menceritakan semua nya saat Anggi dan diri nya pertama kali bertemu. Alvaro dan Adit hanya bisa menahan tawa mereka saat mendengar cerita Vano, apalagi saat Vano meminta pertanggung jawaban.


"Hahaha kau meminta pertanggung jawaban, bukannya itu hanya akal-akalan mu." kata Alvaro.


"Hehehe kau tau saja al, aku sudah tertarik dengan nya saat pertama kali melihat wajah nya." ucap Vano.


"Dan keajaiban terjadi, ternyata Anggi adalah wanita yang mamah ku jodoh kan pada ku. Sontak saja aku sangat senang saat tau itu." kata Vano.


"Dan kau belum pernah melakukan nya lagi kan." tanya Adit.


"Sekali lagi di kapal, saat dia mengatakan perasaan nya pada ku." jawab Vano.


"Bagaimana melakukan nya dengan keadaan sadar, bukan nya senikmat itu." tanya Alvaro.


"Rasa nya benar-benar tidak bisa aku jelaskan al, pasti kalian lebih menikmati nya karena kalian sudah menikah berbeda dengan ku yang takut tiba-tiba dia hamil. Itu sebab nya aku ingin mempercepat pernikahan ku." jawab Vano

__ADS_1


__ADS_2