Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Episode 3 S4


__ADS_3

Beberapa tahun telah kejadian itu, Kenzo tumbuh dengan ke putus asaan. Sikap ceria dan tidak bisa diam nya hilang seketika, menjadi Kenzo yang hanya diam tanpa banyak bicara, cidera di otak nya membuat nya sangat sulit mengendalikan emosinya dalam diri nya.


"Kenzo, aku datang," ucap Kenzi sambil mendekati Kenzo yang menatap ke luar jendela.


Kenzo tidak menanggapi ucapan dari Kenzi, Padangan nya kosong ke arah luar. Kenzi sendiri sama sekali tidak tau apa yang kembaran nya pikirkan.


Saat ini usia mereka sudah menginjak 18 tahun, sudah masuk ke arah pubertas. Memiliki ketertarikan dengan lawan jenis adalah hal yang normal bagi mereka berdua.


"Kenzi ini kakak mu," tanya Novi.


"Novi sudah aku katakan jangan masuk ke dalam sini," ucap Kenzi.


Novi berjalan mendekati Kenzo, ia memegang tangan Kenzo dan tersenyum tepat di depan wajah Kenzo.


Novi langsung masuk ke dalam pikiran Kenzo, pandangan mata nya tidak lepas dari wajah cantik Novi. Apalagi saat Novi tersenyum manis pada nya.


"Ke.. Kenzo." Ucapnya sambil menggerakkan tangan nya.


Kenzi yang menyadari hal itu sangat terkejut setelah bertahun-tahun lama nya akhirnya Kenzo mau kembali membuka suaranya ke pada orang lain, Biasanya Kenzo akan berbicara pada Akifa atupun Verrel saja, itu pun sangat jarang terjadi.


"Aku Novita, kamu bisa memanggil ku Novi, senang berkenalan dengan mu."


Pertemuan singkat nya dengan Novi membuat hidup Kenzo seperti bermakna kembali. Ia selalu tersenyum saat membayangkan wajah cantik Novi.


Verrel sedang bertemu dengan dokter yang menangani Kenzo, ia meminta penjelasan pada dokter itu kenapa Kenzo tidak kunjung sembuh.


"Maaf tuan Verrel, tindakan yang selama ini kita lakukan tidak akan ada guna nya jika Kenzo saja tidak ada keinginan untuk sembuh, dia sudah terjebak di dalam kekosongan hidup nya."


"Kau dokter seharusnya kau bisa mengatasi ini semua," ucap Verrel.


"Begini saja apa Kenzo mau kita periksa, apa Kenzo mau kita sentuh, tidak tuan, bagaimana kami bisa bertindak."


Verrel benar-benar sangat bingung, ia sudah tidak sanggup melihat penderitaan yang Kenzo alami.


Akifa masuk ke dalam kamar Kenzo sambil membawa makanan. Ia terkejut melihat Kenzo tersenyum sendiri di kamar nya. Bukan apa-apa, Akifa takut kerusakan di otak Kenzo semakin parah yang membuat Kenzo gila.


"Kamu baik-baik saja sayang," tanya Akifa.


"Mommy," ucap Kenzo saat melihat Akifa yang sudah berada di depan nya.


"Iya sayang, kamu tidak papa kan." Akifa kembali bertanya untuk memastikan keadaan Kenzo.

__ADS_1


"Kenzo baik-baik saja," ucap nya yang membuat Akifa lega sekaligus cukup terkejut karena Kenzo sudah lebih banyak bicara.


Malam hari nya Kenzo mencoba keluar dari kamar nya, ia melihat ke kanan kiri untuk mencari Kenzi dan keluarga nya.


"Kenzo," ucap Kenzi dan langsung berlari mendekati Kenzo.


"Ada apa Kenzo, kau bosan di dalam," tanya Kenzi.


"Kenzo bosan, ingin keluar."


"Seharusnya kau memencet tombol, Kenzi pasti akan datang menemui Kenzo." Kenzi mendorong kursi roda Kenzo masuk ke dalam lift.


"Kita mau kemana," tanya Kenzo.


"Kita akan melihat wanita cantik, kau mau?"


"Seperti Novi," tanya Kenzo.


"Wah kau sudah tau mana wanita cantik yang sesungguhnya," jawab Kenzi.


"Kita akan tempat daddy dan mommy, ini sudah malam tidak ada wanita cantik lagi," ucap Kenzi.


"Anak daddy sudah mau keluar." Verrel mendekati Kenzo dan mengecup dahi nya, kasih sayang nya pada Kenzo tidak pernah kurang sedikit pun walaupun Kenzo tidak sesempurna Kenzi.


"Tidak dad, Kenzo sudah berada di luar kamar saat aku melihat nya."


"Daddy aku ingin satu kamar dengan Kenzo, aku ingin selalu menjaga nya," ucap Kenzi.


"Kau taukan bagaimana kakak mu, emosi nya mudah berubah jadi itu tidak baik untuk mu dan Kenzo, jika Kenzo sudah sembuh kau bebas bersama nya," kata Verrel.


Malam itu Kenzo sangat banyak bicara, mereka semua sangat senang menanggapi semua ucapan yang di lontarkan oleh Kenzo sampai akhirnya Kenzo berkata.


"Aku ingin sembuh," ucap Kenzo dengan tatapan mata penuh keyakinan.


Ini lah perkataan yang paling mereka tunggu, semangat untuk sembuh Kenzo yang bangkit. Mereka merasa Kenzo benar-benar mengatakan hal ini dengan sangat sungguh-sungguh.


"Iya Kenzo kau pasti akan sembuh, jika kau mau melawati semua prosesnya," ucap Verrel sambil memeluk Kenzo.


Beberapa hari telah berlalu, Kenzo sudah mulai melewati beberapa pemeriksaan, di usia nya yang sudah cukup dewasa membuat dokter lebih muda mengambil keputusan.


Novi juga sangat sering bermain dengan nya, yang membuat Kenzo sangat bahagia, tawa nya sudah terdengar bebas di rumah ini.

__ADS_1


Mereka pikir, Kenzo bisa seperti itu karena Kenzo memerlukan seorang teman, itu membuat Kenzi terus meminta pada Novi untuk selalu datang ke rumah nya, agar Kenzo semakin senang. Dengan senang hati Novi mengiyakan permintaan dari Kenzi karena ia dan Kenzi sudah resmi berpacaran, pacar tidak mungkin menolak keinginan pasangan nya.


"Kenzo aku pulang dulu, besok aku akan datang kembali," ucap Novi.


"Janji," tanya Kenzo.


"Janji aku datang kembali." Novi memberikan kecupan di dahi Kenzo. Novi pergi meninggalkan Kenzo yang diam mematung akibat kecupan manis dari nya.


Jantung Kenzo bergerak sangat cepat, perasaan nya pada Novi sangat lah besar. Suasana hati nya sangat bagus karena mendapatkan kecupan manis dari Novi.


"Sudah sayang," ucap Novi sambil memeluk Kenzi dari belakang.


"Kamu mengejutkan aku sayang, Terima kasih untuk hari ini," kata Kenzi.


"Cium," ucap Novi.


Cup.. Kenzi memberikan kecupan manis di bibir Novi.


"Aku ada hadiah untuk pacar ku yang selalu mau membantu ku," ucap Kenzi.


"Sayang hadiah lagi, sudah banyak hadiah yang kamu berikan pada ku," kata Novi.


"Itu tidak seberapa sayang, kamu sudah mengembalikan senyuman Kenzo yang telah hilang."


Tanpa ragu Kenzi memberikan cincin berlian pada Novi, mata Novi berbinar saat melihat Kenzi memakainya cincin itu di tangannya.


"Terima kasih sayang." Novi menghujani wajah Kenzi ciuman dari nya.


"Sayang kamu ini membuat wajah ku merah," ugal Kenzi dan langsung memeluk Novi.


Setelah mengatakan Novi pulang Kenzi langsung pulang ke rumah nya, banyak tugas yang harus ia selesai kan.


"Sudah," tanya Vero.


"Sudah, ayo kita mulai aku sudah ingin cepat beristirahat," jawab Kenzi.


"Kenzi pacar mu semakin wah saja, beberapa tahun lalu diam belum seluar biasa ini," kata Vero.


"Hahaha kau benar, aku sangat beruntung memiliki pacar seperti diri nya," ucap Kenzi.


"Kau sudah dapat apa saja dari nya," tanya Vero '

__ADS_1


"Kami baru berpacaran, aku belum berani meminta apapun dari nya," jawab Kenzi.


__ADS_2