
Setelah melepas rindu dengan orang tua nya, agnes keluar rumah untuk menemui alex. Sebenar nya ia lagi tidak ingin melihat wajah alex, rasa kecewa di dalam hati nya masih begitu besar hingga belum dapat memaafkan alex.
Alex yang menyadari agnes keluar dari rumah, ia langsung bangkit dari tempat duduk nya. Belum alex berbicara sesuatu agnes sudah menyuruh alex untuk pergi dari hadapannya.
"Pergi." ucap agnes.
"Tapi, aku." ucap alex bingung harus memulai dari mana.
"Pergi." teriak agnes yang membuat alex kaget karena agnes tidak pernah semarah ini dengan alex.
"Aku akan segera menjemput mu." ucap alex.
Dengan berat hati alex meninggal kan agnes dirumah itu, ia terpaksa menuruti semua keinginan agnes agar agnes tidak semakin marah pada nya.
__ADS_1
Air mata agnes kembali jatuh dari wajah nya, ia benar-benar bingung harus berbuat apa untuk saat ini. Agnes kembali masuk kedalam rumah nya untuk menjumpai kedua orang tuanya.
"Bukannya tadi tuan alex." ucap anggara.
"Iya pah." jawab agnes.
"Kau mengenal nya, kenapa kalian bisa datang bersama." tanya anggara.
"Hanya kebetulan pah." jawab agnes.
Keesokkan hari nya alex bersama kevin kembali datang kerumah itu, tetapi ada yang aneh dari rumah itu karena rumah itu tampak sepi seperti tidak ada orang di dalam nya. Semenjak kedatangan agnes kemarin alex menarik semua pasukan nya dari rumah itu agar tidak mengganggu agnes.
Alex langsung berlari masuk kedalam rumah tersebut, di dalam rumah alex tidak menemukan siapa pun, ia hanya melihat kertas yang berada di atas meja. Perlahan alex membuka kertas itu dan membaca nya.
__ADS_1
"Aku harus pergi, mungkin kita tidak di takdir kan bersama. Aku sudah menyuruh orang untuk mengurus perceraian kita. Jangan pernah mencari ku atau aku akan hilang selama nya dari hidup mu" isi surat tersebut.
Lutut alex langsung lemas seketika, ia benar-benar tidak menyangka sampai terjadi hal seperti ini. Hatinya begitu sakit sampai ia tak sanggup untuk berbicara hanya air mata yang keluar dari ujung mata nya.
Agnes sedang dalam perjalanan kedesa terpencil yang sebenarnya tidak terlalu jauh dari kota, ia memilih desa itu karena mereka memiliki sanak saudara di desa itu. Air mata nya sering kali lolos dari ujung mata nya saat mengingat orang yang sangat ia cintai itu. Agnes menghapus air mata nya dan memberikan samangat untuk diri nya sendiri.
Ia bertekat untuk memulai hidup baru di tempat itu, tanpa harus kembali ke kota tempat rasa sakit nya berasal.
Alex kembali kerumah nya dengan keadaan yang sangat memperhatikan, ia hanya bisa diam tanpa berbicara apapun. Air mata nya terus menerus lolos dari ujung mata nya, ingin sekali ia mengejar agnes tetapi ia takut agnes benar-benar hilang dari kehidupan nya.
Hari demi hari berlalu, Kondisi alex semakin memperhatikan ia sama sekali tidak menyentuh makanan, yang membuat tubuh nya lemas tidak bertenaga. Jihan dan abraham yang melihat itu sangat cemas, berulang kali mereka membujuk alex tetapi alex sama sekali tidak merespon.
Kevin masuk kedalam kamar alex sambil membawah surat dari pengadilan agama. Sebenarnya kevin tidak tega harus memberikan surat itu terapi alex juga harus mengetahui itu semua walaupun sangat menyakitkan. Saat membaca surat itu alex langsung mengoyak surat itu dan melempar nya kesembarang arah.
__ADS_1
"Besok sidang pertama perceraian anda tuan." ucap kevin.
"Tidak, aku tidak akan pernah bercerai dengan nya." teriak alex.