
"Papah," ucap Wilda.
"Iya sayang ada apa," tanya Rizky.
"Hmmm suami ku sakit, aku tidak tau harus mendapatkan obat dari mana," jawab Wilda.
"Axel sakit," tanya Alana.
"Iya mah, seperti nya dia demam, aku tidak tau apa yang membuat nya demam, seperti nya diam cukup kelelahan," jawab Wilda.
"Sayang kamu tunggu di dalam kamar, jaga dia, mamah dan papah akan mencarikan obat untuk nya," ucap Alana.
"Iya mah terima kasih," kata Alana dan langsung kembali ke kamar nya.
"Dia terlalu khawatir sampai lupa menutupi leher nya. Anak mu memang ganas, masih sakit saja sempat-sempat nya melakukan itu," ucap Alana.
"Hahaha aku rasa itu dari sifat mu, aku tanya pada mu siapa yang lebih ganas dari ku," tanya Rizky.
"Sudah jangan kau bahas lagi, ayo kita cari obat untuk nya, nanti dia mati bagaimana," jawab Alana yang langsung mengalihkan pembicaraan.
Wilda mengambil alat pengukur suhu di dekat meja, tadi suhu tubuh Axel masih terbilang normal. Saat ini sudah naik saja, ha itu membuat Wilda semakin khawatir.
"Sayang, kamu kenapa sakit si, malam pertama kita kan jadi tertunda," ucap Wilda.
"Wilda apa yang kau katakan, tidak boleh berkata seperti itu, suami mu sakit tidak malam pertama tidak papa, masih ada malam ke dua malam ke tiga dan seterusnya," batin Wilda.
"Sayang apa yang kamu pikirkan," tanya Axel.
"Sudah diam jangan banyak berbicara," jawab Wilda.
"Ada saja halangan dan rintangan yang harus aku lalui untuk menjadi suami seutuhnya," ucap Axel dan kembali memejamkan mata nya.
"Terkadang kamu memang menjengkelkan tapi melihat mu seperti ini membuat ku tak tega," kata Wilda.
Tak lama Rizky dan istri nya masuk ke dalam kamar, mereka berdua membawa obat penurun panas untuk Axel.
"Anak papah sakit, tapi masih berotak mesum," kata Rizky.
"Jangan ganggu aku pah, aku benar-benar sedang sakit," ucap Axel.
__ADS_1
"Sudah sayang jangan ganggu anak mu, biarkan istri nya yang merawat nya."
"Sayang kamu cepat sembuh ya, cepat berikan mah cuci yang banyak," kata Alana.
"Iya mah, aku akan segera memberikan mu cucu," ucap Axel sambil berusaha untuk tersenyum.
"Aku tau artis senyuman mu," kata Rizky.
"Wilda jika sakit dia sangat manja, kamu harus sabar ya," ucap Alana.
"Hehehe iya mah, aku selalu sabar," kata Wilda.
Setelah Rizky dan Alana pergi, Wilda baru mendekati Axel untuk memberikan nya obat. Ia sudah tidak tega melihat suami nya yang sangat mengenaskan.
"Kamu suka pahit kan," tanya Wilda.
"Suka pahit bagaimana, siapa pula yang suka dengan pahit," jawab Axel.
"Maksudnya kamu bisa memakan atau meminum sesuatu yang pahit kan," tanya Wilda.
"Aku hanya bisa memakan milik mu," jawab Axel.
"Tidak hehehe aku tidak mau," jawab Axel.
"Sudah sekarang kamu minum obat ini, buka mulut mu sayang," ucap Wilda.
"Tidak enak, lebih enak yang tadi," kata Axel.
"Sudah berhenti lah berpikir mesum, kamu harus cepat sembuh," ucap Wilda.
Pasangan Kenzi dan Karla kembali berseteru, sifat mereka berdua yang sama-sama keras membuat mereka berdua mudah sekali bertengkar. Karla melihat suami sedang membantu Sofia, dan sudah pasti hati nya langsung kembali terbakar api cemburu.
Kenzi terus menerus mencari pembelaan, karena ia merasa tidak bersalah. Ia hanya membantu tanpa ada niatan yang lain.
"Hanya membantu, kamu kira aku tidak melihat nya, bagaimana mana tatapan mu pada nya, aku wanita dia wanita aku bisa merasakan nya."
"Karla kita sering bertengkar karena ini, aku lelah, aku lelah dengan semua ini," ucap Kenzi.
"Oh yah kamu lelah, aku juga sudah lelah. Kalau begitu aku yang pergi, bersama lah dengan wanita itu, dan jangan harap bertemu dengan anak mu," kata Karla dan memilih untuk menyingkir dari tempat itu.
__ADS_1
"Karla hanya karena itu kau pergi meninggalkan ku," tanya Kenzi.
"Hanya karena itu kamu bilang, Kenzi aku sudah berulang kali melihat nya, bukan hanya ini, aku juga masih sering melihat mu berduaan dengan nya. Aku mencoba untuk diam, aku mencoba untuk tidak egois. Tapi aku juga manusia, ini sudah masuk ke dalam batas kesabaran ku, aku ingin pergi untuk sementara waktu, jika memang kita harus berpisah mungkin ini jalan terbaik untuk kita," jawab Karla.
Karla mengambil tas nya dengan air mata yang menetes deras di wajah nya. Ia merasa Kenzi belum menyadari kesalahannya, ia benar-benar tidak Terima dengan apa yang ia lihat tadi. Awal nya memang Kenzi membantu Sofia tapi apa sampai perlu saling bertatapan. Ntalah hanya Kenzi dak Sofia yang tau apa yang sebenarnya terjadi.
"Ayah aku ingin pergi," ucap Karla.
"Hey kau kenapa, kenapa dengan mu," tanya Verrell yang memancing Akifa untuk mendekat.
"Aku hanya ingin menenangkan diri ku, aku sedang tidak percaya dengan suami ku," kata Karla.
"Dia selingkuh Karla," tanya Akifa.
"Aku tidak tau mah, intinya aku harus pergi, aku ingin menenangkan diri ku," jawab Karla.
"Ya sudah, kamu akan di antar oleh supir ke tempat yang mungkin akan membuat mu tenang. Jangan sampai berpisah Karla, ayah tau Kenzi salah, mungkin ini hanya kesalahan yang tidak ia sadari. Kau tenang saja ayah akan memberikan nya pelajaran," kata Verrel.
Karla tidak banyak berbicara, ia lebih memilih langsung ikut Verrel ke parkiran mobil.
"Daddy mau di bawa kemana istri ku," tanya Kenzi
"Diam!! kau berurusan dengan ku, masuk ke dalam kamar mu Kenzi," ucap Verrel dengan nada yang tinggi.
"Daddy dia istri ku, aku tidak mengizinkan nya pergi."
"Itu bukan urusan ku, aku sudah memberikan nya izin. Dan dia tidak memerlukan izin dari suami seperti mu. Kah tau Kenzi daddy sangat membenci adanya perselingkuhan," kata Verrel.
"Aku tidak selingkuh dad," ucap Kenzi.
"Kau yakin, jika aku menemukan bukti kau bermain dengan wanita bagaimana, kau siap kehilangan semua nya," tanya Verrel.
Karla sudah pergi meninggalkan rumah itu, walaupun sangat berat untuk nya, ia tetap harus pergi meninggalkan rumah agar suaminya benar-benar sadar.
Verrel menarik Kenzi dengan paksa, Kenzo dan Vero yang tidak sengaja melihat berjalan mendekat untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi.
"Ada apa ini dad," tanya Kenzo.
"Periksa semua CCTV di rumah ini, jangan biarkan sedikit bukti tidak terlihat. Aku ingin melihat apa benar bajingan ini tidak bermain wanita."
__ADS_1
Jangan buli, hanya konflik sementara. Komen di tutup.