
"Sayang setelah aku berpuasa kurang lebih satu minggu tidak puas hanya bermain sekali."
"Sayang nanti ah, aku capek sekali saja berjam-jam, tubuh ku tidak mampu sayang." Ucap Akifa.
"Hehehe kita akan main di kapal, aku ingin merasakan sensasi yang berbeda." Kata Verrel.
"Ya ya ya, sekarang bantu aku ke kamar mandi, sehabis main dengan ku milik ku sakit."
"Bagaimana tidak milik ku kan besar." Verrel menggendong Akifa masuk ke dalam kamar mandi.
Akifa berendam di dalam badhup sedangkan Verrel langsung mandi. Verrel keluar lebih dulu dari Akifa, setelah melakukan nya bersama Akifa perasaan nya jauh lebih tenang.
"Kalian berkumpul tidak mengajak ku." Verrel bergabung bersama Candra dan yang lainnya.
"Kalian berkumpul tidak mengajak ku, padahal dia sedang wik wik." Ucap Rizky dengan nada yang mengejek.
"Hahaha kau Rizky, jangan ambil hati Verrel dia hanya belum bisa melakukan nya. Makannya dia sedikit kesal." Ujar Dylan.
"Dari mana kalian tau jika aku habis melakukan nya bersama istri ku." Tanya Verrel.
"Aku sudah tau gaya bercinta mu Verrel, suara nya terdengar sangat jelas. Kau bermain kasar dengan suara mu lebih kuat dari istri mu." Jawab Dylan.
"Jadi kalian mendengar nya." Tanya Verrel dengan wajah yang merah padam karena malu.
"Kau saja yang bodoh, kamar itu kedap suara jika di kunci dan kau tidak menguncinya." Kata Rizky.
"Sudah-sudah sekarang kita pikir kan, kita mau ngapain aja di sini, tidak mungkin kalian hanya bermain di kamar saja." Ucap Candra.
__ADS_1
"Aku ingin naik kapal, dan menginap satu hari di kapal dari sore ini sampai besok. Bagaimana kalian setuju tidak." Tanya Verrel.
"Aku setuju, kita bisa mancing setelah itu malam nya kita bisa membakar nya." Kata Dylan.
"Nah iya aku suka sekali memancing." Ucap Rizky.
"Tapi bagaimana dengan istri kalian yang sedang hamil apa tidak papa naik kapal." Tanya Verrel.
"Tidak, hanya satu hari tidak masalah." Jawab Dylan sesingkat mungkin karena tidak ingin membahas kehamilan.
"Oh iya Candra, istri mu sudah hamil." Tanya Verrel.
"Hmm sudah Verrel, baru beberapa minggu." Jawab Candra dengan ragu-ragu.
"Wah selamat, aku harap aku bisa cepat menyusul kalian." Kata Verrel.
"Tidak aku tidak sedih, ya sudah ayo kita bersiap. Candra kau kan orang sini bisa kau yang menyiapkan kapal nya." Kata Verrel.
"Bisa, tapi tidak ada yang menemani ku." Tanya Candra.
"Kau seperti anak kecil saja." Ujar Rizky.
"Aku yang akan menemani mu, ayo kita berangkat." Ucap Verrel.
"Kau yakin Verrel mau menemani ku." Tanya Candra.
"Ayo, kenapa tidak." Jawab Verrel.
__ADS_1
"Ayo kita berangkat." Ucap Candra dengan semangat.
Candra dan Rizky langsung ke tempat penyewaan kapal, di perjalanan Verrel memandangi pemandangan yang sangat indah dan semakin membuat pikiran nya tenang.
"Verrel aku mau langsung berterimakasih pada mu karena uang yang kau kirim pada ku, jumlah itu sangat banyak Verrel." Ucap Rizky.
"Hahaha aku salah memencet nya kemarin padahal aku mau mengirim lima belas ribu eh nol nya kebanyakan." Kata Verrel.
"Verrel apa itu benar, aku akan mengembalikan nya.".
"Tentu tidak Candra, aku ikhlas dan aku senang bisa berbagi. Kau masih saja mengungkit hal itu padahal kau sudah berterimakasih pada ku."
"Kau sangat baik Verrel, Rizky sangat beruntung mendapatkan saudara seperti mu."
"Bukan nya kita saudara juga, orang yang dekat dengan ku aku anggap saudara Candra." Kata Verrel.
"Terimakasih, aku sangat beruntung bisa mengenal mu." Kata Candra.
Setelah mereka menyewa kapal yang sesuai dengan keinginan Verrel, mereka langsung kembali ke Vila, Verrel memilih kapal besar agar saat dia sedang melakukan nya dengan Akifa tidak ada yang mendengar nya.
"Candra berhenti sebentar, aku mau ke toko itu." Ucap Verrel.
"Kau suka barang antik." Tanya Candra.
"Aku hanya tertarik." Jawab Verrel.
Candra menghentikan mobil nya di depan toko yang Verrel maksud. Verrel turun dari mobil dan langsung masuk ke dalam toko. Ada banyak barang-barang antik, mata Verrel tertuju pada kalung yang seperti nya berasal dari jaman dulu.
__ADS_1