Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Episode 101 S4


__ADS_3

"Ingin apa," tanya Wilda.


"Ingin memakan mu," jawab Axel sambil membawa Wilda ke atas kasur.


Jantung Wilda benar-benar berdetak sangat kencang, ia tidak tau apa yang akan terjadi pada diri nya setelah ini. Apakah dia akan berakhir di atas ranjang hanya Axel yang dapat menemukan nya.


"Aku takut," ucap Wilda.


"Takut untuk apa," tanya Axel.


"Bagaimana kalau kamu meninggalkan ku, aku tau kenapa kamu menikah dengan ku,karena kamu melakukan hubungan terlarang dengan saudara mu," jawab Wilda.


"Aku tidak akan meninggalkan mu, jujur aku belum memiliki perasaan pada mu tapi bukan berarti aku tidak akan memiliki perasaan, aku yakin perasaan itu akan datang seiring berjalannya waktu," kata Axel.


Axel kembali menyerang Wilda, lidah nya dengan lincah bermain di rangga mulut istri nya, Wilda benar-benar terasa terbang ke atas awan, ia tidak tau bagaimana bisa Axel memiliki ciuman sedahsat ini.


Tangan Axel tidak tinggal diam, tangan nya mulai bergerak membuka satu persatu kancing baju milik istri nya. Sedangkan Wilda sudah pasrah dan menyerahkan diri nya pada Axel.


Karena lupa menutup pintu, mereka berdua tidak sadar jika apa yang mereka lakukan di saksikan oleh beberapa orang yang melawati kamar Wilda. Tidak ada yang berani menegur dan membatalkan adegan mantap ini.


Ke dua orang tua Wilda naik ke atas ketika atau apa yang terjadi di atas. Mereka baru saja mendapatkan laporan dari para sepupu Wilda.


"Anak muda terlalu ceroboh," ucap Mona.


"Maaf tutup pintu dulu." Arman daddy Wilda langsung menarik gagang pintu dan menutup nya.


"Ahkkk aku malu," ucap Axel sambil menghentikan aksi nya.


"Kenapa kau tidak menutup pintu," tanya Wilda sambil memperbaiki semua nya.


"Aku lupa," jawab Axel.


Axel sangat malu karena aksi gila nya di ketahui ke dua mertua nya. Rasa nya ia ingin menghilang dari bumi sekarang juga.


"Nama ku bisa jelek, aku yang tidak suka dengan mu, bisa pasrah menyerahkan diri ku pada my, Aaahhhkk aku sangat malu," ucap Wilda.


"Aku tidak mau keluar kamar, aku sangat malu," kata Axel.


Momen mantap yang seharusnya terjadi telah gagal karena ulah ceroboh mereka berdua. Adik Axel yang tadi sudah bangun kembali tertidur dengan pulas.

__ADS_1


"Kita tidak lanjut," tanya Wilda.


"Aku tidak mood, adik ku sudah tidur," jawab Axel.


...***...


Rasa mual dari perut Vero semakin menjadi-jadi, ia mulai memuntahkan isi perut nya terus-menerus. Tubuh nya juga terasa sangat panas. Alvaro juga kembali mondar-mandir masuk ke dalam kamar Vero karena ia sangat khawatir dengan keadaan Vero.


Berbeda dengan Vero, Sakura malah tidak merasakan apapun. Rasa nyeri di perutnya sudah tidak ada lagi. Ia sudah segar bugar dan sudah bisa merawat suami nya dengan baik.


"Kamu demam sayang," ucap Sakura.


"Iya Vero kita ke rumah sakit saja ya," kata Alvaro.


"Tidak kau yah, aku tidak mau di suntik, aku tidak mau minum obat," tolak Vero.


"Anak manja ini benar-benar memancing kesabaran ku ya," ucap Alvaro sambil membuang nafas nya dengan perlahan.


Vero memang selalu begini ketika sakit, ia bisa berlipat-lipat lebih manja dari sebelumnya. Ia juga sangat sulit di bawa ke rumah sakit, karena memang Vero takut jarum suntik dan tidak suka minum obat.


"Ayah aku mau makan ayam bakar," ucap Vero.


"Aku mau ayam bakar yah," rengek Vero.


"Iya iya iya aku akan membawakan mu ayam bakar, tidak ada yang lain?"


"Jus jeruk tapi yang asam, tidak mau yang manis," kata Vero.


"Ada lagi," tanya Alvaro.


"Ayang cepat lah, jangan banyak bertanya," jawab Vero.


Alvaro berjalan keluar dari kamat Vero, dari pada ia membeli di luar lebih baik ia meminta istri nya untuk membuat kan ayam bakar untuk Vero. Ia yakin jika Angel yang membuat nya Vero tidak akan menolak makanan itu.


"Ayam bakar ya, ayo kita buat, aku sangat jago dalam memasak," ucap Angel.


Di dalam kamar Vero terus merengek sambil memeluk istri nya. Ia merasakan tubuh nya semakin terasa hangat dan hal itu membuat nya tidak nyaman.


"Hiks hiks hiks, aku tidak mau sakit begini."

__ADS_1


"Sayang jangan menangis, aku ada disini, kamu tenang saja ya, tida ada yang perlu kamu takut kan. Apa ada yang sakit aku pijitin ya," ucap Sakura.


"Tubuh ku terasa pegal-pegal dan terasa sangat panas sekali," ucap Vero.


"Kamu tidak papa kan sayang, kita ke rumah sakit ya," bujuk Sakura.


"Tidak mau, Aku tidak mau ke rumah sakit, kamu jahat kamu meminta ku melakukan hal yang tidak aku suka," kata Vero.


Setelah cukup lama menunggu akhirnya Alvaro kembali masuk ke dalam kamar sambil membawa ayah bakar yang Vero minta. Wajah Vero terlihat sangat pucat, Alvaro menyentuh dahi Vero yang masih terasa panas.


"Sayang bangun papah sudah datang," ucap Sakura.


"Hmmm, ayah suapi aku," kata Vero.


"Kau tidak mau berobat," tanya Alvaro sambil menyuapi Vero makan.


"Tidak mau, kenapa rasa nya pahit?"


"Mulut kamu yang terasa pahit, sudah makan saja ini bunda yang membuat nya, dia masih membuat kan mu puding," kata Alvaro.


Karena bunda nya ya membuat kan makanan ini, mau tidak mau, Vero terpaksa menghabiskan nya. Ntah kenapa rasa mual di perutnya sudah tidak berasa lagi. Yang ia rasakan saat ini adalah tubuh nya berasa sangat sakit dan panas.


"Sudah yah, aku sudah kenyang, aku ingin istirahat," ucap Vero.


"Ya sudah kamu istirahat ya, nanti ayah akan kembali datang," kata Alvaro.


Malam semakin larut setelah makan ayam bakar buatan bunda nya tadi, Vero tidak kunjung bangun dari tidur nya, bahkan puding buatan bunda nya belum ia makan.


Sakura terbangun dari tidur nya saat mendengar suara Vero yang terus merintih dan menangis. Betapa terkejutnya Sakura mengecek suhu tubuh Vero.


"39 derajat, ini bukan demam biasa," ucap Sakura.


Sakura benar-benar sangat panik, ia tidak tau apa yg yang terjadi pada suaminya. Dengan cepat Sakura langsung menghubungi papah mertua nya.


Alvaro yang mendapat kan kabar dari Sakura, langsung bergerak dengan cepat sebelum masuk ke kamar Vero, Alvaro memanggil Verrel terlebih dahulu.


"Yah Bagaimana mungkin bisa," tanya Verrel sambil berlari ke kamar Vero.


"Ayah juga tidak tau," jawab Alvaro.

__ADS_1


"Sayang bangun sayang, kita ke rumah sakit sekarang," ucap Alvaro.


__ADS_2