Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Episode 23 S4


__ADS_3

"Berbaring lah, aku sudah lama tidak memijat mu," ucap Sonia.


"Pijat semua tubuh ku ya, aku sangat lelah," kata Kenzo.


"Iya sayang," ucap Sonia sambil mengambil minyak Zaitun.


"Jangan di atas kasur, nanti bauk minyak semua." Sonia membantu Kenzo turun ke lantai yang sudah di lapisi karpet tebal.


"Aku buka baju tidak," tanya Kenzo.


"Boleh," jawab Sonia yang mau mengambil kesempatan ini, dengan Kenzo membuka baju Sonia dapat dengan bebas menyentuh tubuh suami nya.


Kenzo membuka celana dan baju nya, tersisa celana pendek yang menutupi alat tempur nya. Sonia memijat kaki Kenzo lebih dulu, ia ingin suami nya cepat bisa berjalan kembali.


Sonia sudah mencoba untuk fokus tetapi pandangan mata nya selalu tertuju pada milik Kenzo yang tampak menonjol meskipun sedang tidur.


"Aku tau arah mata mu sayang, jangan kamu ganggu dia aku ingin tidur," ucap Kenzo.


"Hehehe maaf, aku salah fokus," kata Sonia.


Setelah bagian kaki selesai, Sonia membangun Kenzo untuk meminta Kenzo tengkurap, karena ia ingin memijat punggung Kenzo.


"Enak sayang," ucap Kenzo.


"Kamu memanggil ku dengan kata sayang, apa kamu benar-benar sayang pada ku," tanya Sonia.


"Hmmm apa kamu lupa, aku sudah mengatakan nya di Jepang kemarin," jawab Kenzo.


"Aku tidak lupa, hanya ingin memastikan nya," kata Sonia.


"Apa sayang dengan cinta itu berbeda," tanya Sonia.


"Menurut ku berbeda, sayang itu universal bisa ke siapa pun, jika cinta...


"Bukannya cinta juga bisa ke siapapun," potong Sonia.


"Aku tidak tau ah malas berpikir, yang jelas menurutku cinta itu berada di titik yang lebih tinggi dari sayang. Dan aku sedang berusaha untuk mencapai titik itu," ucap Kenzo yang ingin memberitahu Sonia bahwa ia sedang belajar mencintai diri nya.


Tetapi Sonia tidak menangkap hal itu, ia hanya menganggukkan kepala nya dan berpikir jika Kenzo belum mencintai nya.


"Sudah ya, aku lelah," ucap Sonia.


"Iya Terima kasih sayang," kata Kenzo.


"Mau mandi atau nanti saja," tanya Sonia.


"Aku ingin olahraga dulu, kamu mandi lah dulu, setelah itu langsung istirahat," jawab Kenzo.

__ADS_1


Kenzi dan Verrel sudah berada di ruang gym, mereka berdua sedang membicarakan Kenzo yang sudah banyak mengalami perubahan.


"Bagaimana kau bisa langsung berbaikan dengan Kenzo, seperti tidak masuk akal," ucap Verrel.


"Begini dad awal nya aku juga tidak menyangka aku bisa berbaikan dengan nya, saat di Jepang dia meminta bantuan ku itu pertama kali nya dia memanggil nama ku."


"Kenapa dia meminta bantuan mu, apa yang terjadi pada nya," tanya Verrel.


"Hanya masalah sepele dad, dia meminta bantuan pada ku untuk membelikan pembalut karena istri nya sedang datang bulan. Setelah itu aku mulai bisa berbicara dengan nya, saat aku di ruang gym bersama nya aku memanfaatkan momen itu untuk meminta maaf pada nya, dan tanpa di duga dia memaafkan ku dad," jawab Kenzi.


"Pembalut pembawa keberuntungan," ucap Verrel.


"Kalian membicarakan ku," tanya Kenzo yang datang dari arah pintu.


"Hehehe ada orang nya Kenzi, awas dia mengamuk lagi pada mu," ucap Verrel.


"Aku kesal dengan kalian, membicarakan ku di belakang ku."


"Maaf Kenzo, kau mau olahraga bersama." tanya Kenzi.


"Jadi jika tidak olahraga untuk apa aku ke sini," jawab Kenzo.


"Kenzo daddy ingin membicarakan hal yang penting pada mu," ucap Kenzo.


"Apa dad, aku punya adik lagi," tanya Kenzo.


"Tidak mau, aku belum siap, jangan paksa aku," tolak Kenzo.


"Baiklah, jika kau sudah siap katakan pada daddy," ucap Verrel.


"Ya sudah kalian lanjutkan lah, aku ada kepentingan," kata Kenzi.


"Mau kemana kau, aku datang kau pergi."


"Ada sedikit urusan penting," kata Kenzi.


Kenzi masuk ke dalam kamar untuk menghubungi Novi yang sadari kemarin tidak aktif. Beruntung kali ini nomor nya aktif kembali.n


"Halo kau dimana, kenapa tidak memberikan ku kabar," tanya Kenzi.


"Maaf sayang hp ku mati, aku sedang bersama Granma," jawab Novi.


"Kau bohong Novi, teman ku melihat mu sedang berjalan-jalan di mall, dan saldo kartu ku terus berkurang, kembali malam ini juga atau kita putus." Kenzi mematikan sambungan telepon itu.


"Aaahhh sial," ucap Novi.


"Kenapa sayang," tanya Lucas.

__ADS_1


"Aku harus kembali sekarang juga, atau Kenzi akan memutuskan ku," jawab Novi.


"Pergi lah jangan biarkan uang kita hilang," kata Lucas.


Malam hari nya, ini pertama kali nya Verrel, Kenzi dan Kenzo menghabiskan waktu bersama, ntah apa yang mereka bertiga bicarakan sampai mereka tertawa dengan sangat keras.


"Diam kalian membully daddy," ucap Verrel.


"Tidak dad, hanya saja lucu saja, bagaimana mungkin milik mu lebih kecil, kami anak mu bukan," ucap Kenzi sambil tertawa.


"Kau benar-benar membuat daddy marah ya, tunggu dulu kita ke samping kan masalah itu, aku mendapatkan informasi dari kantor kau memakai uang lebih banyak dari bulan sebelum nya, dan dua kartu mu sudah batas unlimited," kata Verrel.


Kenzi bingung harus menjawab apa, ia tidak mungkin mengatakan jika uangnya habis di pakai oleh Novi. Bisa bisa Verrel marah pada nya.


"Kenzi yang menanggung semua nya dad saat di Jepang. Aku belanja cukup banyak di sana," ucap Kenzo yang tau jika Kenzi tengah kebingungan.


"Ooo kalau itu tidak papa, Kenzi jangan habiskan uang mu dengan cuma-cuma, kau harus menabung."


"Iya dad," ucap Kenzi.


Waktu terus berlalu mereka bertiga tidur di kamar mereka masing-masing, Kenzi berjalan menuju balkon kamar nya. Dari kejauhan Kenzi melihat seseorang wanita sedang di tarik paksa dan di pukuli oleh seseorang.


"Kurang ngajar," ucap Kenzi.


Kenzi mengambil jaket nya dan langsung pergi ke tempat wanita itu berada, Kenzi berlari dengan cepat sebelum wanita itu berhasil di bawa kabur.


"Kau Bajingan," Kenzi memukul pria itu.


Adu jotos tidak terhindarkan, dengan cepat Kenzi membuat pria tua berlari pergi.


"Kau tidak papa," tanya Kenzi.


Wanita itu tampak ketakutan, tubuh nya gemetaran dengan berbagai macam luka lebam. Kenzi menyingkirkan rambut yang menutupi wajah wanita itu untuk melihat wajahnya.


"Cantik," ucap Kenzi.


"Nama mu siapa," tanya Kenzi.


Wanita itu hanya menggelengkan wajahnya, ia semakin gemetaran tak dan tak lama ia pingsan.


"Ahhhkkk kau merepotkan ku," ucap Kenzi.


Kenzi membawa wanita itu ke rumah nya, karena ia bingung harus membawa wanita itu kemana lagi.


"Apa dia dari rumah sakit jiwa, baju nya seperti itu," batin Kenzi.


__ADS_1


Ini Verrel ya..


__ADS_2