
"Apa maksud mu." Tanya Akifa.
"Akifa jangan sok merasa bodoh aku tau semua nya, aku sangat tidak suka dengan wanita munafik seperti mu." Ucap Verrel.
"Sayang ini bukan kamu, apa salah ku, kenapa kamu berubah seperti ini." Akifa menahan tangis nya, hati nya benar-benar terasa sangat sakit.
"Jangan pasang wajah seperti itu di depan wajah ku, aku semakin membenci mu Akifa." Ucap Verrel.
"Plak." Satu tamparan mendarat di wajah Verrel.
"Membenci ku, kau membenci ku." Akifa sudah tidak bisa menahan tangis nya.
"Katakan Akifa bayi itu bukan anak ku kan, katakan Akifa."
"Jadi ini yang membuat mu berubah, pantas kah pertanyaan itu kau tanyakan pada ku, aku sangat kecewa pada mu." Akifa pergi meninggalkan Verrel.
Verrel yang tidak terima Akifa meninggal nya begitu saja langsung berlari mengejar Akifa.
"Akifa tunggu jawab pertanyaan ku." Teriak Verrel yang langsung memancing keluarga yang lainnya mendekat.
"Sayang Akifa dan Verrel bertengkar." Ucap Angel.
"Kenapa ini, ini tidak mungkin terjadi mereka berdua saling mencintai." Ujar Dylan.
__ADS_1
"Apa yang harus aku jawab, pertanyaan gila mu itu." Ucap Akifa sambil mengusap air mata nya.
"Iya jawab pertanyaan ku itu, aku sudah tau semua nya Akifa, kau mengkhianati ku."
"Asal kau tau tidak pernah tersirat sedikit pun untuk mengkhianati mu, aku sangat mencintaimu tapi apa yang aku dapat sekarang orang yang sangat aku cintai menuduh ku melakukan hal yang sangat menjijikkan bagi ku. Ini anak mu Verrel aku tidak pernah melakukan nya selain dengan diri mu."
"Bohong, aku tidak percaya aku melihat nya sendiri Akifa." Ucap Verrel.
"Apa yang kau lihat, sudah jika kau memang sudah bosan dan tidak suka dengan ku jangan begini, aku tidak memerlukan mu untuk membesarkan anak-anak ku, aku mampu melakukan nya sendiri." Kata Akifa.
"Cih kau yakin bisa, ingat aku yang mengangkat mu dari manusia rendahan."
"Verrel hentikan omong kosong mu." Bentak Alvaro.
"Akifa aku menalak mu." Ucap Verrel dengan tegas.
"Verrel." Alvaro berlari mendekati Verrel dan langsung memukul Verrel.
"Apa yah, aku muak dengan semua ini." Kata Verrel.
"Muak kata mu, aku yang muak melihat mu seperti ini, kau gila Verrel, tarik Kata-kata mu atau kau akan menyesal." Ucap Alvaro.
"Tidak akan, aku tidak akan menyesal."
__ADS_1
"Kalau begitu itu keputusan mu, jika semua yang kau pikirkan itu tidak benar kau sendiri yang akan menyesal." Kata Alvaro dan pergi sambil membawa Akifa.
"Akifa maafkan Verrel dia memang sedang kacau." Ucap Angel.
"Tidak mah, dia mengatakan nya dengan sangat sadar, aku yakin itu memang keputusan nya, aku tidak papa pisah dengan nya dari pada aku stres dan itu akan berpengaruh pada bayi ku nanti."
"Mamah dan ayah mendukung semua keputusan mu, yang terpenting calon cucu kami bisa lahir dengan selamat dan sehat." Kata Angel karena hanya itu yang bisa ia katakan saat ini.
Akifa dan Angel kembali masuk ke dalam kamar untuk mengambil pakaian yang ingin ia bawa pergi, sebenarnya hal ini terasa sangat berat bagi nya tetapi Akifa terlaksana harus pergi untuk menenangkan perasaan nya.
Akifa melihat Verrel sedang membaringkan tubuh nya di atas kasur sambil memainkan hp baru nya, karena yang lama sudah ia banting kemarin, ia sama sekali tidak memperdulikan Akifa.
Sementara itu Alvaro sudah berapa di markas keluarga Efron untuk menginterogasi Wanda, ia bingung apa yang di lakukan Wanda sampai bisa mengubah Verrel 180 derajat.
"Apa yang kau lakukan pada anak ku, kenapa dia seperti ini." Tanya Alvaro.
Wanda tersenyum puas saat tau jika terpengaruh oleh omongan nya.
"Aku hanya berbicara hal yang sebenarnya." Jawab Wanda.
Ucapan Wanda sukses membuat Alvaro marah total, ia langsung mengajar Wanda sampai Wanda mau membuka mulut nya, tetapi Wanda hanya diam tanpa mau membuka mulutnya.
"Bunuh saja dia, dia tidak berguna." Alvaro kesal dan pergi meninggalkan Wanda yang sudah babak belur.
__ADS_1