Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Episode 160 S3


__ADS_3

"Kau mengagetkan ku." Ucap Nelly.


"Sayang, kenapa dengan mu, kau tidak merindukan ku." pria itu memeluk Nelly dengan erat.


"Aku sedang ada masalah candra, Dylan sedang marah pada ku."


"Hahaha tenang lah dia sangat mencintai mu tidak mungkin dia akan lama marah pada mu."


"Dia mengajak ku menikah, sedang kan aku sudah tidak virgin lagi, jika dia tau aku sudah kotor mana mungkin dia mau menerima ku, bisa-bisa dia langsung menceriakan ku." Ujar Nelly.


"Kau terlalu bodoh, buat dia semabuk mungkin, lalu tidur dengan nya, setelah itu lakukan akting terbaik mu." Ucap Candra.


"Kau sangat pintar sayang." Nelly membalik tubuh nya dan langsung mencium bibir candra dengan lembut.


"Hotel sayang." Ucap Candra.


Di dalam hotel mereka langsung melakukan hal yang tidak benar, Nelly benar-benar menunjukkan sisi buruknya.


"Sayang, kenapa kamu memilih Dylan di bandingkan Verrel." Tanya Candra di sela-sela kegiatan nya.


"Mmmm ahhh, aakku memilih Dylan karena dia lebih mudah di bodohi, Verrel terlalu pintar." Jawab Nelly.


Dylan pulang ke rumah dengan keadaan mabuk, ia sangat marah pada Nelly, tiba-tiba HP Dylan berbunyi dan dia langsung mengangkat nya.


"Saya sudah mendapat kan apa yang tuan perintah kan, dan kecurigaan tuan benar."


"Bagus, segera kirim." Ucap Dylan dan langsung mematikan sambungan telepon itu.


"Jalang bajingan." Dylan memikul lemari di depan nya.


Keesokan pagi nya, Verrel memandang wajah istri nya yang sedang terlelap karena kelelahan melayani nya. Bercak merah di tubuh istri nya tanda dari keganasan nya kemarin.


"Dia terlihat begitu menggoda ku, tahan Verrel bisa-bisa dia tidak memberi mu jatah lagi jika kau memaksa nya." Batin Verrel.


"Ahh nanti saja bangun nya." Verrel kembali memeluk tubuh Akifa dengan erat. Kulit mereka berdua yang bersentuhan menimbulkan rasa hangat dan nyaman, membuat mereka berdua semakin betah berpelukan.


Jam sudah menunjukkan pukul 11 siang, Akifa mulai terbangun dari tidurnya. tubuh nya terasa sangat sakit yang membuat nya malas bergerak. Apalagi saat ini Akifa berada di atas dada bidang Verrel yang membuat nya semakin betah.

__ADS_1


"Sayang, jika kamu banyak bergerak junior ku akan kembali on." Ucap Verrel.


"Kamu sudah bangun."


"Sudah, bagaimana aku tidak bangun benda milik mu menempel di tubuh ku." Kata Verrel.


"Verrel bangun Verrel." Teriak Alvaro.


"Pak tua itu menganggu ku." Batin Verrel.


Verrel menyingkirkan Akifa sejenak, setelah itu ia bangkit dari atas kasur untuk menemui ayah nya.


"Ada apa yah bun." Ucap Verrel yang mata nya masih setengah terpejam.


Alvaro langsung menutup mata Angel, ia tidak mau istri nya melihat junior laki-laki lain, karena Verrel benar-benar sedang tidak memakai apapun.


"Verrel dimana pakaian mu." Tanya Alvaro.


Verrel melirik ke tubuh nya "Dam." Verrel membanting pintu karena sangat malu.


"Sayang, junior mu naik turun jika terus melompat, cepat pakai pakaian mu." Teriak Akifa.


Verrel memakai kembali pakaian nya, kemudian ia kembali keluar kamar seperti tidak terjadi apapun.


"Maaf bun, ayah aku lupa." Ucap Verrel.


"Kamu sudah melihat nya sayang." Tanya Alvaro.


"Sudah." Jawab Angel.


"Dengan milik ku sama atau tidak? "


"Sama." Ucap Angel.


"Punya ayah sama dengan ku." Tanya Verrel.


"Jelas, kau berasal dari sini, dan pasti akan sama." Jawab Alvaro.

__ADS_1


"Sudah, kenapa kalian malah membahas hal tidak penting, Tadi Dylan mengatakan jika kita semua harus berkumpul di ruang keluarga, ada hal yang penting kata nya." Ucap Angel.


"Oh iya, aku akan mandi dan segera ke menyusul." Kata Verrel.


Mereka semua telah berkumpul di ruang keluarga, Dylan masih sibuk menyambung kan flashdisk ke TV besar di ruang keluarga itu.


"Sudah." Tanya Verrel.


"Sebentar pacar ku belum datang." Jawab Dylan.


"Sebenar nya ada apa lan, kenapa kau mengumpulkan kami semua." Tanya Vano.


"Tidak ada pah, hanya pertunjukan kecil." Jawab Dylan.


"Maaf aku telat." Ucap Nelly.


"Sudah mulai lah." Ujar Verrel.


Dylan langsung memutar kan Video yang akan membongkar semua kebusukan pacar nya Nelly.


Video berputar, memperlihatkan Nelly yang sedang berhubungan intim dengan Candra tadi malam, semua percakapan nya nya juga terekam dengan jelas.


Nelly merasa sangat malu, karena tubuh nya di tonton banyak orang.


"Ow ternyata kau jalang busuk." Ucap Verrel.


Dylan mematikan video itu, ia benar-benar sudah muak dengan kelakuan pacar nya.


"Nelly kau kira aku bodoh, jalang seperti mu bisa menipu ku. Dasar jalang murahan aku menyesal telah memiliki hubungan khusus dengan mu."


"Ini sangat menjijikkan." Ucap Vano.


"Dia mempermalukan keluarga Efron, dan kau masih menerima nya Dylan." Tanya Alvaro.


"Menerima jalang seperti dia, tidak akan pernah. Mulai sekarang kita putus, aku tidak mau berhubungan dengan wanita murah seperti dia." Ucap Dylan dengan tegas.


Nelly yang merasa terpojok langsung berlari keluar dari rumah itu...

__ADS_1


__ADS_2