
"Bibir kamu pahit tidak seperti biasa nya," ucap Verrel.
"Apa benar sayang, bagaimana mungkin bisa," tanya Akifa.
"Hehehe tidak sayang, aku bercanda sayang. Bibir kamu tidak pernah berubah sama seperti dulu," jawab Verrel.
"Sudah berhenti menggombal, sini makan bersama ku," ucap Akifa.
Mereka berdua sarapan satu piring berdua, sangat romantis sampai tidak sadar jika anak mereka sudah tidak ada di dalam keranjang tidur.
"Sayang kamu membawa ke dua cucu kita," tanya Angel sambil mengambil Kenzo dari tangan Alvaro.
"Iya sayang, aku kesal dengan Verrel dan Akifa, mereka berdua malam bermesraan dan membiarkan cucu kita di dalam keranjang tidur.
"Kamu kayak tidak seperti itu aja, mereka masih muda dan masih ingin selalu bermesraan. Kamu yang tua saja masih seperti itu," kata Angel.
"Hahaha aku tidak peduli, aku tetap kesal dengan mereka, aku culik anak mereka," ucap Alvaro.
"Sayang kamu menculik mereka berdua, nanti Verrel pasti akan panik, kamu tau kan dia terlalu overthinking."
"Sudah lah lagi pula aku juga ya menculik anak mereka, bukan orang lain," kata Alvaro.
__ADS_1
Mereka berdua bermain dengan cucu mereka yang masih tidak merespon apa yang mereka katakan, yang terpenting sudah menggendong dan mencium wajah Kenzo dan Kenzi sudah membuat mereka berdua sangat senang.
"Mereka berdua benar-benar sangat tampan dan imut sayang, lihat mereka tidak menangis saat kamu bawa," kata Angel.
"Mereka berasal dari bibit unggul sayang, kamu seperti tidak tau saja," ucap Alvaro.
Verrel dan Akifa sudah selesai sarapan, saat Verrel ingin mengambil Kenzo dan Kenzi dari tempat nya, betapa terkejut nya Verrel saat tidak melihat ke dua anak nya.
"Apa mata ku terkena katarak," batin Verrel sambil mengedip-ngedipkan mata nya.
"Anak ku," teriak Verrel.
Dari bawa keranjang, di bawa kasur, belakang pintu, dalam kemari sampai di dalam guci yang terdapat di kamar nya, ia semakin panik karena masih tidak menemukan anak nya.
Akifa berusaha berjalan mendekati Verrel dan langsung memeluk Verrel agar Verrel tenang.
"Sudah tenang dulu, anak kita tidak hilang, coba kamu berpikir positif," ucap Akifa sambil menatap Verrel.
"Tenang mana mungkin sayang, kamu tunggu sini, aku akan mencari nya, pasti dia lari dari ku karena aku mengambil susu nya," kata Verrel dan langsung berlari keluar dari kamar nya.
Verrel mencari anak nya di setiap kamar yang ada di rumah ini, ia tidak peduli pada pemilik kamar yang sedang berbuat apa. Seperti Dylan yang baru ingin merasakan pertama kali nya melakukan nya lagi dengan istri nya tetapi tiba-tiba Verrel masuk ke dalam kamar nya.
__ADS_1
"Verrel," ucap Dylan.
"Anak ku hilang Dylan, kau ada mengambil nya tidak," tanya Verrel.
"Untuk apa aku mengambil anak mu, bagaimana bisa hilang," tanya Dylan.
"Aku tidak tau Dylan, bantu aku aku sangat takut dia benar-benar pergi meninggalkan ku," jawab Verrel.
Satu rumah di buat panik oleh Verrel, mereka semua mencari anak Verrel di setiap sudut rumah, tetapi masih tidak menemukan anak Verrel. Karena terlalu panik tidak ada yang berpikir jernih, apalagi Verrel mulai menangis karena masih tidak menemukan anak nya.
"Sudah Verrel pasti anak mu masih di rumah ini," Rizky memeluk Verrel untuk memenangkan Verrel.
Vano memicingkan mata nya, ia merasa ada yang janggal. Setelah beberapa saat berpikir Vano langsung konek apa yang terjadi pada anak Verrel.
"Verrel kau tanya ayah mu, dia belum ada nampak bukan," ucap Vano.
"Paman benar," Verrel mengusap air mata nya da langsung berlari menuju kamar nya.
Verrel langsung ingin masuk ke dalam kamar orang tua nya tetapi kamar itu di kunci padahal. biasanya tidak pernah di kunci.
"Ayah anak ku hilang yah, keluar yah aku mohon," teriak Verrel sambil menggedor-gedor pintu kamar itu.
__ADS_1