
"Axel jangan geli sekali," teriak Wilda sambil menahan tangan suami nya.
"Hahaha kau galian ternyata, sudah bermain-main nya. Aku lelah," ucap Axel.
"Kau tidak kemana-mana hari ini," tanya Wilda.
"Aku tidak kemana-mana, bukan nya aku sudah berjanji untuk menemani mu hari ini di rumah," jawab Axel.
"Bagus, kau akan menjadi suami yang berbakti pada istri nya. Seperti ku yang berbakti pada mu," kata Wilda.
"Berbakti bagaimana, kau saja belum memberikan hak ku," tanya Axel.
"Aku belum selesai Axel, besok atau lusa aku selesai dan langsung memberikan hak mu. Lagu pula untuk apa aku menahan-nahan nya lagi," jawab Wilda.
"Aku menunggu nya Wilda, hmmm kau tidak ingin keluar rumah. Seperti nya aku ada janji pada mu."
"Ya ya ya, kau ada janji pada ku. Kau akan membelikan ku mobil dan mengajari ku agar aku bisa naik mobil dengan benar," ucap Wilda.
"Nah itu dia, aku baru ingat. Tunggu apa lagi ayo siap-siap," kata Axel.
"Kau serius Axel," tanya Wilda.
"Iya sayang," jawab Axel dengan nada yang menekan.
Ia merasa tidak mungkin ada keromantisan seperti pasangan lain pada hubungan nya dengan Wilda. Untuk panggilan saja Wilda terus memanggil nama nya.
Setelah selesai bersiap-siap, Wilda dan Axel langsung keluar dari kamar. Kebersamaan mereka berdua memang selalu di pantau oleh Rizky, Rizky tidak ingin kembali kecolongan.
"Ehemmm," gumam Rizky.
__ADS_1
"Ayah, ada apa yah," tanya Axel.
"Mau kemana kalian berdua," tanya Rizky.
"Kami akan ke membeli mobil untuk Wilda, aku juga akan mengajari nya naik mobil yang benar," jawab Axel.
"Oh pergi lah, beli mobil yang sesuai dengan keinginan istri mu. Jangan kau larang-larang keinginan nya," kata Rizky.
"Iya yah, ya sudah aku berangkat dulu," ucap Rizky..
"Aku rasa dia sudah mendapatkan jatah, itu sebabnya dia sangat baik pada istri nya," batin Rizky.
Sesampainya di tempat yang mereka tuju, Axel dan Laura langsung berkeliling mencari mobil yang sesuai dengan keinginan Wilda.
"Ini bagus wil, warna nya pink warna kesukaan wanita," ucap Axel.
"Hahaha iya juga ya, kalau ini juga bagus berwarna ungu muda," ucap Axel.
"Warna nya memang bagus, tapi model nya aku tidak suka," kata Wilda.
"Kau mau mobil yang seperti apa," tanya Axel.
"Aku mau mobil yang tempat duduk nya hanya dua, dan bisa pakai atap atau tidak," jawab Wilda.
"Pakai atap, kau kira itu rumah. Aku tau mobil yang kau maksud," kata Axel sambil berjalan mencari mobil yang Wilda maksud.
"Ini bukan," tanya Axel.
"Ya ya ya, aku mau ini," jawab Wilda.
__ADS_1
"Kau tunggu di sini, aku akan melakukan pembayaran," kata Axel.
Axel mengerut kan Dahi nya saat tau harga mobil yang Wilda ingin kan, harga nya hampir sama dengan mobil kesayangan nya. Untung saja orang tua nya sudah memberikan kartu baru, jadi Axel tidak takut jika kehabisan uang.
"Tidak papa Axel, untuk membuat istri mu bahagia memang perlu perjuangan, anggap saja ini permintaan maaf mu karena telah berani selingkuh di belakang istri mu," batin Axel.
Setelah selesai melakukan pembayaran, Axel langsung kembali menghampiri Wilda yang sudah berada di dalam mobil itu, ia tampak sekali sangat senang yang membuat Axel tidak rugi telah merogoh kocek yang cukup dalam.
"Ayo kita pulang, naik mobil ku saja. Mobil mu akan di antar oleh mereka," kata Axel.
"Tidak langsung memakai mobil ini," tanya Wilda.
"Tidak, kau akan merusaknya, kau harus bisa membawa mobil dengan benar dulu," jawab Axel.
Brian dan Kenzi juga baru keluar dari kamar, mereka ingin pergi ke suatu tempat yang akan menjadi tempat pertemuan antara Laura dan juga Brian.
Sebelum berangkat Rakha sudah menghubungi Laura agar mereka bertemu di tempat itu. Setelah mendapatkan persetujuan dari Laura baru lah mereka akan berangkat.
"Bagaimana jika dia menolak ku," tanya Brian.
"Paksa saja gampang kan, aku masih curiga jika Axel dan Laura memiliki hubungan, dengan ada nya kau merasakan tidak akan bisa melakukan hubungan apapun."
"Begini saja aku akan membuat rencana agar dia mau dengan ku, tapi kau jangan ikut aku tidak bisa melakukan rencana itu," kata Brian.
"Kau tidak akan berbuat apa-apa pada nya kan, kau janji," tanya Rakha.
"Iya aku tidak akan melakukan hal buruk pada nya, aku janji aku turun di sini ya, kau bisa kembali pulang," jawab Brian.
"Ya sudah, kau turun lah," kata Rakha.
__ADS_1