
"Sayang," Karla langsung memeluk Kenzi.
"Aku baik-baik saja sayang, jangan khawatir pada ku," ucap Kenzi.
"Aku tau itu, tapi tatap saja aku khawatir pada mu, jangan pernah melakukan hal yang membahayakan diri mu."
"Pasti aku tidak akan melakukan nya, aku masih ingin hidup dengan bahagia," ucap Kenzi sambil mengecup dahi Karla.
"Terima kasih atas semua kebaikan tuan, saya sangat bersyukur bisa keluar dari tempat itu," ujar Fika.
"Kau mau kemana, jika kau mau pergi dari sini percuma aku membayar 5 m pada Zack, mereka pasti akan menangkap mu lagi ketika melihat mu berkeliaran," kata Verrel.
"Apa kau punya rumah atau keluarga," tanya Kenzi.
"Tidak tuan, saya sebatang kara," jawab Fika.
"Jadikan saja dia pelayan di rumah mu kak, bukan nya rumah mu tempat penampungan orang-orang seperti Fika," ujar Vero.
"Kau mau bekerja di rumah ku," tanya Verrel.
"Jika tuan mengizinkan saya pasti mau tuan," jawab Fika.
"Baiklah, kau akan ikut dengan kami, itu lebih baik dari pada kau berkeliaran di sini," kata Verrel.
"Aku Karla, senang bertemu dengan mu. Aku senang ada wanita selain aku di sini," ucap Karla.
"Aku Fika, senang bertemu dengan mu nona."
"Panggil Karla saja, seperti nya kita seumuran," kata Karla.
Tiba-tiba Mario datang dengan wajah yang sangat masam, padahal ia baru saja ingin menyalurkan nafsu nya tetapi karena Verrel meminta nya untuk segera kembali membuat Mario membatalkan enak-enak nya.
"Kau Vero, sudah mengajak ku nonton enak-enak dan kau harus bertanggung jawab akan nafsu ku," ucap Mario.
"Tidak mau, kak tolong aku, aku tidak mau lubang ku di bobol olehnya." Vero bersembunyi di balik tubuh Verrel.
"Sudah jangan gila, ayo kita selesai rencana kita," ucap Verrel.
"Sebenar aku ingin menghubungi kakek dulu," kata Kenzi.
"Kek Kenzi menghubungi mu" teriak Kenzo yang masih ada di kantor.
"Angkat saja, tanggung belum keluar semua nya," kata Alvaro yang masih berada di dalam kamar mandi.
"Hallo." Kenzo mengangkat panggilan Video call itu.
"Kenzo," ucap Kenzi.
__ADS_1
"Hmmm aku ada dua, eh kau Kenzi adik ku. Ada apa, kakek sedang berada di dalam kamar mandi," tanya Kenzo.
"Bagaimana dengan tugas kalian, sudah kalian jalan kan."
"Aku sudah mengurus semua nya, lihat saja saja kita terus melonjak naik dan saham Aldiron grup semakin jatuh," kata Kenzo.
"Apa benar, bagaimana bisa. Coba Vero kau periksa," ucap Kenzi.
"Kau hebat sayang, semua berjalan sesuai dengan rencana kita. Daddy bangga pada mu," kata Verrel.
"Hahaha itu hal yang biasa, aku memang sangat pintar," ucap Kenzo.
"Kau kira aku tidak pintar," ujar Vero.
"Vero kembali lah, ayah memerlukan kepintaran mu," ucap Alvaro yang sudah selesai membuang hajat nya.
"Aku pulang ke sana, tentu aku mau. Di sini ada predator yang ingin membobol lubang ku yah," kata Vero.
"Siapa yang berani melakukan nya, katakan pada ayah," tanya Alvaro.
"Siapa lagi jika bukan Mafia kebanggaan mu yah," jawab Verrel.
"Kau Mario," bentak Alvaro.
"Tidak tuan, mereka hanya bercanda," kata Mario.
"Baik, nanti malam aku akan mengirim nya kembali, karena setelah ini peperangan akan di mulai yah," kata Verrel.
"Kau mau siapa untuk membantu mu," tanya Alvaro.
"Tidak perlu siapa-siapa dad, kau lupa jika di siki ada Kenzi yang sangat jago dalam hal fisik," jawab Verrel.
"Hahaha kau benar, dalam waktu dekat kita akan merebut Aldiron grup dari tangan mereka."
Sementara itu Marco pemimpin Aldiron grup benar-benar sayang bingung kenapa saham mereka bisa sejatuh ini dari sebelumnya. Para investor dan rekan bisnis lainnya satu persatu mulai mundur karena takut mengalami kerugian yang besar.
"Ahhh sial, bagaimana ini bisa terjadi," teriak Marco.
Hari itu juga Marco mengadakan rapat dengan para petinggi perusahaan, untung saja ada Zack yang membuat mereka masih memiliki harapan.
"Kau gila, jika terus begini mana mungkin aku mampu menopang perusahaan mu kembali," ucap Zack.
"Ini semua karena kekurangan Efron, aku tidak siapa orang hebat di balik semua ini, jika hanya Alvaro tidak mungkin bisa," kata Marco.
"Keluarga Efron, sial seperti ini nya ada yang tidak beres," ucap Zack.
"Ada apa," tanya Marco.
__ADS_1
"Nanti aku akan menjelaskan nya pada mu, aku juga mempunyai masalah di sini," jawab Zack.
Mario dan yang lainnya sedang memeriksa pekerjaan Vero, Vero harus menyelesaikan satu tugas nya lagi sebelum kembali ke Indonesia.
"Jadi ini semua data mereka," tanya Verrel.
"Iya kak, aku sudah mengcopy nya. Termasuk koleksi film porno mereka," jawab Vero.
"Apa itu yang membuat proses nya lama," tanya Mario.
"Heheheh iya paman, maafkan aku," jawab Vero.
"Sudah sekarang kau buat berita di dunia maya, zaman sekarang dunia maya sangat berpengaruh dalam sudut pandang masyarakat, apalagi jika sudah masuk ke perdagangan wanita," kata Mario.
"Bukan nya paman juga," ucap Kenzi.
"Tidak aku tidak seperti nya, wanita di tempat ku, karena kemauan mereka bukan paksaan, gaya hidup yang membuat mereka menyerah diri pada ku," kata Mario.
"Ternyata kau masih punya otak juga ya," ucap Verrel.
Setelah melakukan tugas terakhir Vero dan Fika langsung kembali terbang ke Indonesia.
"Kakak bangga pada mu." Verrel memberikan hujatan ciuman di wajah Vero.
Vero tidak pernah mempermasalahkan itu karena Ayah nya juga sering melakukan hal yang sama, apalagi Verrel kakak kandung nya sendiri.
"Jaga diri mu baik-baik kak, aku pulang dulu," ucap Vero.
"Jangan kau apa-apain dia, nanti dia hamil dan kau harus tanggung jawab," bisik Kenzi.
Dengan cepat berita yang di buat Vero naik ke publik yang membuat Zack sangat kacau, belum lagi ia mendapatkan tekanan dari Marco investor terbesarnya.
"Mario," ucap Zack.
"Zack menghubungi ku," kata Mario.
"Cepat angkat jangan buat kepercayaan nya menghilang."
"Halo Zack, oh iya aku baru saja melihat berita bagaimana mungkin sampai bocor," tanya Mario.
"Itu yang aku ingin katakan, aku sangat bingung tolong bantu aku," ucap Zack.
"Siapa yang kau curigai," tanya Mario.
"Keluarga Efron, mereka juga baru mengirimkan ancaman di setiap situs ku, aku tidak tau siapa IT yang merupakan sewa," jawab Zack.
"Tenang Zack aku akan membantu mu, sekarang kau ikuti saja apa kemauan mereka, sebelum mereka membuat berita lebih besar lagi dari ini."
__ADS_1
"Baiklah, tolong bantu aku. Harapan ku hanya kau Mario," ucap Zack.