Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Episode 104 S2


__ADS_3

Vano membawa mobil nya menuju rumah karena ia harus segera membersihkan diri nya. Vano membayangkan momen yang terjadi tadi malam bersama Anggi. Pertama nya ia memang menolak Anggi tetapi karena Anggi terlalu berbuat lebih pada nya apa boleh buat diri nya laki-laki normal yang tentu saja akan tergoda. Teriakan Anggi masih terekam di dalam otak nya, walaupun tadi malam ia tidak bisa melihat wajah Anggi. Vano tetap bisa menikmatinya, rasa nya benar-benar luar biasa dan ia ingin melakukan nya lagi.


"Seperti nya aku benar-benar harus segera menikah." batin Vano.


Sesampainya di rumah Vano langsung masuk kedalam tetapi langka kaki nya terhenti karena Alvaro berdiri di depan nya.


"Ada apa al, aku harus segera mandi." tanya Vano.


"Apa yang kau lakukan tadi malam bersama wanita itu." Alvaro menatap wajah Vano.


Vano kikuk saat mendapatkan pertanyaan itu, ia menarik tangan Alvaro agar lebih dekat pada nya. "Bagaimana kau bisa tau aku membawa wanita ke apartemen mu." Vano memasang wajah yang serius.


"Kau kira apartemen ku, apartemen biasa. Semua notifikasi masuk kedalam HP ku van, saat pintu apartemen ku terbuka pasti ada notifikasi masuk kedalam HP ku. Dan sial nya saat aku memeriksa cctv yang terhubung di HP ku lampu apartemen ku mati. Jadi aku tidak bisa melihat apa yang kau lakukan." jelas Alvaro.


"Alvaro, aku mohon pada mu. Jangan ada yang tau masalah ini kurang lebih selama satu bulan, yang terjadi pada ku tadi malam di luar kendali ku." Vano memasang wajah yang memelas.


"Kau bermain dengan wanita penghibur van, kenapa kau mau main bersama mereka. Mereka tidak seteril van." tanya Alvaro.


"Tidak al, wanita itu bukan wanita penghibur, dia bukan wanita yang kau pikiran. Inti nya aku yang pertama kali melakukan hal itu pada nya. Tetapi itu tidak keinginan ku, aku tidak bisa menjelaskan nya lebih dari ini sebelum aku menyelesaikan masalah ini." jawab Vano.


"Aku percaya pada van, aku tidak akan membicarakan hal ini pada siapapun." kata Alvaro.


Setelah berbincang dengan Alvaro, Vano langsung masuk kedalam kamar untuk membersihkan diri nya dan langsung beristirahat, karena nanti malam ia akan bertemu dengan wanita yang pilihan orang tua nya. Itu membuat Vano sangat pusing apa bisa dia menerima wanita itu sedang kan ia memiliki tanggung jawab lain.

__ADS_1


Anggi yang sudah membersihkan diri nya, ia masuk kedalam ruang kerja papah nya karena ada yang papah ingin berbicara pada nya.


"Dari mana kamu tadi malam kenapa tidak pulang." tanya papah Anggi.


"Aku menginap di rumah teman ku pah." jawab Anggi.


"Ada yang ingin papah katakan pada mu, nanti malam kau bertemu dengan laki-laki yang papah katakan kemarin."


"Pah Anggi tidak kau, Anggi tidak kau menikah dengan laki-laki yang tidak Anggi kenal." tolak Anggi.


"Hanya bertemu dulu nggi, nanti setelah cocok baru kalian bisa melanjutkan ke jenjang yang lebih serius." ucap papah Anggi.


"Pah ayolah, Anggi mohon." bujuk Anggi.


"Bagaimana aku bisa tau laki-laki itu, aku saja belum pernah melihat nya."


"Laki-laki itu sudah memiliki foto mu, jadi kau tinggal duduk saja. Kau akan di antar oleh pengawal bisa jadi kau tidak datang ke cafe itu dan malah melarikan diri."


"Terserah papah." ucap Anggi dan pergi meninggalkan ruang kerja papah nya.


Malam hari telah tiba Vano sedang bersiap untuk menemui wanita yang yang di perintahkan mamah nya, sebenarnya ia tidak ingin bertemu tetapi apa boleh buat perintah orang tua nya adalah sesuatu yang mutlak.


"Kau mau kemana van." tanya Alvaro.

__ADS_1


"Bertemu calon istri ku." jawab Vano yang membuat mereka terkejut.


"Kau mau menikah van." tanya Alex.


"Hehehe tidak om, hanya bertemu dengan wanita yang di perintah kan mamah." jawab Vano.


"Jihan terlalu mengekang mu van, apa kau tidak merasa tertekan." ucap Alex.


"Tidak om, Vano berangkat dulu." kata Vano.


Anggi sudah duduk di cafe, pengawal yang di perintah kan papah nya menunggu di depan cafe ini. Vano sudah berada di depan cafe itu, ia membuka HP nya untuk melihat foto wanita itu.


"Seperti nya dia." ucap Vano.


Vano berjalan menghampiri wanita itu, "Hay." sapa Vano.


Anggi tidak asing dengan suara laki-laki yang memanggil nya, dan langsung membalik badan nya.


"Kau." ucap Vano dan Anggi bersama.


"Kau wanita ini." tanya Vano sambil menunjukkan foto di HP nya.


"Ternyata dunia ini begitu kecil, iya aku wanita itu. Dan kau laki-laki yang di jodoh kan papah ku." jawab Anggi.

__ADS_1


__ADS_2