
"Apa yang membuat mu marah pada ku," tanya Axel.
"Banyak hal, dan satu kesalahan yang akan membuat ku murka pada mu adalah kau Selingkuh. Tidak peduli kau selingkuh karena apa, sudah berbuat apa saja, ataupun baru berkenalan. Selingkuh tetaplah selingkuh. Tidak ada kebenaran di balik perselingkuhan," jawab Wilda.
Axel seperti kesulitan menelan air liur seketika, ia tidak tau jika Wilda akan seperti itu jika ia berselingkuh. Dan saat ini bisa di katakan ia juga sedang berselingkuh.
"Axel kau kenapa," tanya Wilda.
"Tidak ada," jawab Axel.
"Kau berniat untuk selingkuh dari ku, sebelum kau selingkuh aku akan pergi," ucap Wilda sambil mencoba bangkit dari atas kasur.
Tetapi Axel menahannya dan mempererat pelukan nya. "Aku tidak akan selingkuh, jangan pikirkan itu," kata Axel.
"Aku sudah mencoba memberikan apa yang kau mau, aku juga sudah mencoba membuka hati ku untuk mu, jangan pernah kecewakan aku, aku percaya pada mu Axel," Wilda membalas pelukan dari Axel.
"Jika kamu yang selingkuh dari ku, aku tidak masalah," ucap Axel.
"Kau tidak ingin bersama ku," tanya Wilda.
"Aku layak mendapatkan hal itu," jawab Axel.
"Axel jangan membuat ku bingung dengan perkataan mu," kata Wilda.
"Hahaha aku bercanda Wilda, jika kau berani selingkuh dari ku, aku akan membuat mu berbaring satu hari di atas ranjang," ucap Axel.
"Itu saja yang kau pikirkan." Wilda semakin nyaman bersama dengan Axel, ia tidak tau perasaan nyaman ini semakin membuat nya enggan kehilangan Axel.
Malam hari nya, seharusnya Rakha sudah pergi bersama kakek nya, tetapi malam ini Vano kembali berkunjung ke rumah untuk menggagalkan kepergian mereka.
"Kenapa tidak jadi kek," tanya Rakha.
"Kau sudah cukup mendapatkan ilmu bisnis, aku akan menyerahkan semua restoran mewah kita pada mu, kau harus bisa membuat nya berkembang seperti ayah mu yang sudah membuka berbagai macam cabang besar," jawab Vano.
"Yes aku tidak jadi pergi," ucap Rakha.
"Ayah aku sudah boleh berpacaran," tanya Rakha.
"Iya aku sudah memperbolehkan mu berpacaran dan ingat berpacaran lah sewajarnya jangan sampai berakhir di atas ranjang. Kalau kau sudah benar-benar yakin bawa dia ke rumah dan kalian bisa menikah," jawab Dylan.
"Mau kakek carikan jodoh," tanya Vano.
"Mau kek, aku lebih suka menikah dulu baru berpacaran," jawab Rakha.
"Hahaha kau aneh," ucap Vano.
__ADS_1
"Aku memang aneh, tapi aku tetap cucu kesayangan mu kan," kata Rakha.
"Kau cucu ku satu-satunya, bagaimana mungkin aku tidak sayang dengan mu. Buat lah anak yang banyak agar ayah mu memiliki banyak cucu," ucap Vano.
Setelah selesai membicarakan banyak hal dengan kakek nya, Rakha berjalan ke arah belakang rumah, ia dengar Kenzi ingin memperkenalkan teman baru.
"Jadi dia teman mu," tanya Kenzo.
"Iya, dia teman kecil ku. Namanya Bianca tapi karena ada satu dan lain hal ia mengganti nama nya," jawab Kenzi.
"Salam kenal semua," ucap Sofia.
"Salam kenal Sofia, kita akan menjadi teman akrab," kata Sonia.
Berbeda dengan Sonia, Karla sedikit takut dengan kedatangan Sofia di rumah ini. Ia sangat tau dimana kelemahan suami nya, suami nya memang sangat mencintai nya, tetapi kucing mana yang tidak tertarik bila di beri ikan asin di depan nya.
"Sayang," ucap Kenzi.
"Iya ada apa," tanya Karla.
"Kamu kenapa, apa yang sedang kamu pikirkan," tanya Kenzi.
"Tidak ada, salam kenal Sofia," ucap Karla.
"Hey hey, kalian membuat acara tanpa ku." Rakha berjalan mendekati mereka semua.
"Tidak jadi, aku tidak akan pergi. Aku tetap di sini dan akan menikah," jawab Rakha.
"Menikah dengan siapa," tanya Kenzo.
"Dengan wanita, tapi tidak tau siapa," jawab Rakha dengan sangat santai nya.
"Hahaha kau ada-ada saja. Perkenalan ini teman ku Sofia," ujar Kenzi.
"Oh jadi wanita ini yang aku lihat tadi, aku Rakha salam kenal. Kau tidak perlu repot-repot mendekati ku karena kau bukan tipe ku," ucap Rakha.
"Kau terlalu percaya diri, jangan dengarkan dia Sofia," kata Kenzi.
"Kau sudah benar-benar sembuh paman," tanya Kenzo.
"Sudah aku sudah sembuh, kau tidak menjenguk ku," ucap Vero.
"Maaf Vero aku dan Kenzo tidak di perbolehkan ke rumah sakit oleh kakek." saut Kenzi.
"Kamu tidak sopan sayang, jangan menyebutkan nama," kata Karla.
__ADS_1
"Tidak papa Karla, aku lebih suka di panggil nama, dan khusus mereka berdua boleh memanggil ku apa saja. Untuk kalian Axel dan Rakha panggil aku nama Vero, nama terbaik di seluruh dunia," ucap Vero.
"Hahaha aku sayang menyayangi paman kecil ku ini, dia memang paling berbeda dari yang lainnya," kata Kenzi.
"Sudah aku duga," ucap Axel.
"Sonia, Karla dan Sakura aku ingin berbicara dengan kalian bertiga apa boleh?"
"Apa yang ingin kau bicara kan, jangan mempengaruhi mereka dengan sikap bar-bar mu," tanya Axel.
"Diam, ini urusan wanita, jangan ikut campur," jawab Wilda.
"Wow pasangan baru ini benar-benar sangat mesra, ya sudah pergi lah, jangan membicarakan hal buruk," ucap Kenzo.
Sakura dan yang lainnya berjalan mengikuti Wilda yang membawa mereka semua menjauh dari para suami. Mereka tidak tau apa yang akan Wilda bicarakan.
"Hmmm ada apa, Wilda," tanya Sonia.
"Duduk lah dulu, kita berbicara dengan santai," jawab Wilda.
"Iya kita sudah santai ini, jangan membuat kami penasaran," tanya Karla.
"Kalian sudah hamil kan," tanya Wilda.
"Aku dan Karla sudah kamil, tapi Sakura tidak tau," jawab Sonia.
"Aku belum hamil, sedang berusaha," saut Sakura.
"Nah kalau sedang hamil dan lagi berusaha pasti sudah melakukan itu kan dengan suami kalian," tanya Wilda.
"Wilda kau hanya ingin mengatakan hal itu," tanya Sonia.
"Dengar kan aku dulu, kita sesama wanita, sudah buka-bukaan saja jangan ada yang malu," jawab Wilda.
"Aku rasa aku baru beberapa hari menikah langsung di unboxing," kata Karla.
"Kalau aku setelah datang bulan, setelah selesai langsung di unboxing," ujar Sakura.
"Aku si lama, suami ku kan sempat sakit dulu, dan aku juga sempat datang bulan, mungkin setelah satu bulan menikah," kata Sonia.
"Aku akan bertanya satu-satu pada kalian semua, yang pertama Karla, tubuh suami nya sama dengan Axel."
"Apa yang kau tanya kan, jangan aneh-aneh ya," kata Karla.
"Bagaimana rasa nya pertama kali melakukan nya, aku sangat takut. Aku tidak tahan sakit, kata teman-teman ku rasa nya sangat sakit, sampai mata mereka hampir lepas dari tempat nya," tanya Wilda.
__ADS_1
Dugaan mereka semua benar apa ada nya, hampir semua wanita merasa takut dengan malam pertama mereka.