
"Aku lelah." Ucap Akifa.
"Aku juga, kita ke hotel, aku sudah memesan nya tadi." Mereka berdua masuk kedalam mobil dan langsung menuju ke hotel.
Sesampainya di kamar hotel Akifa langsung merebahkan diri nya di atas kasur, begitu juga dengan Verrel karena dia juga sangat lelah.
Tak terasa mereka berdua tertidur, Verrel yang merasa ada sesuatu yang kurang membuka mata nya kembali, ia menarik tangan Akifa dan memmilik kotanya dengan erat lalu kembali tertidur.
Pagi yang indah telah datang, Akifa juga sudah membersihkan diri nya, ia hanya tinggal menunggu suami nya bangun sambil memainkan HP baru milik nya.
"Aku sangat sayang pada mu mas." Akifa mencium wajah Verrel.
"Pagi." Ucap Verrel.
"Eh kamu sudah bangun." Tanya Akifa.
"Hmmmm." Verrel menunjuk bibir nya, agar Akifa memberikan kiss pagi untuk nya.
"Cup." Akifa mengecup bibir Verrel.
"Kamu sedang apa." Tanya Verrel.
"Aku sedang bermain HP, terimakasih banyak untuk semua nya, aku sangat sayang pada mu." Ucap Akifa
"Deg." Jantung Verrel berdetak sangat kencang, wajahnya nya perlahan memerah karena merasa sangat bahagia.
"Kamu sayang pada ku." Tanya Verrel.
"Aku sangat menyayangi mu." Jawab Akifa.
"Terimakasih telah menyayangi ku, ini pertama kali nya wanita menyatakan perasaan dengan tulus pada ku." Verrel memeluk Akifa karena terharu sekaligus sangat senang.
"Mas, jangan pernah tinggal kan aku." Ucap Akifa.
"Untuk apa aku meninggal kan mu, aku sangat nyaman bersama mu." Kata Verrel.
__ADS_1
"Belum saat nya dia mengatakan cinta pada mu Akifa, jangan terlalu berharap." Batin Akifa.
Tiba-tiba HP Verrel berbunyi dan Verrel langsung mengangkatnya.
"Halo." Ucap Verrel.
"Maaf tuan telah menganggu waktu anda, nenek dari nona Akifa benar di bunuh oleh seseorang tuan, dan kami masih menyelidiki siapa pembunuh dan motif dari pembunuhan itu."
"Bagus lanjutkan." Verrel mematikan sambungan telepon itu.
"Ada apa mas." Tanya Akifa.
"Kamu tenang ya, benar nenek kamu di bunuh oleh seseorang, mereka sedang mencari siapa pembunuh dan motifnya." Jawab Verrel.
"Ya Tuhan, siapa yang tega melakukan hal keji itu, kami tidak pernah memiliki musuh pada siapa pun." Ucap Akifa sambil menutup wajahnya.
"Sayang, kamu jangan menangis, aku akan membunuh siapa yang berani membuat istri ku menangis." Verrel memeluk istri nya.
"Sayang, jangan menangis, kamu membuat ku sedih." Ucap Verrel.
Verrel dan Akifa pergi meninggalkan hotel untuk mencari sarapan pagi, kali ini Akifa yang mengajak Verrel ke restoran tempat ia makan dulu bersama nenek nya. Walaupun tempat nya cukup jauh Verrel tetap menuruti kemauan istri nya.
"Di sini sayang." Tanya Verrel.
"Iya, kenapa? Tempat nya memang tidak besar, tapi makanan nya sangat dan kali ini aku yang akan membayarnya." Jawab Akifa.
"Hmmm emang kamu punya uang, aku belum memberi mu uang."
"Ada dong, sebelum kita menikah aku bekerja dan baru saja gajian."
Mereka berdua turun dari mobil dengan bergandengan tangan, Akifa membawa Verrel masuk ke dalam restoran kecil tersebut.
"Seperti biasa ya mas, dua porsi." Ucap Akifa.
"Baik mbak."
__ADS_1
Verrel menarik Akifa ke dekat nya. "Kamu terlalu dekat dengan nya." Ucap Verrel.
"Kamu cemburu mas." Akifa menatap wajah Verrel.
"Jelas aku cemburu, tidak ada yang boleh dekat-dekat dengan mu. Kamu hanya milik ku." Ucap Verrel.
Mereka berdua duduk berdampingan, tangan Verrel masih menggenggam tangan Akifa, ia tidak mau jika Akifa jauh dari nya.
"Kamu sangat posesif sayang." Ucap Akifa.
"Seperti nya, aku sama dengan ayah ku. Mungkin ini yang di rasa kan ayah ku saat aku dekat-dekat dengan bunda." Kata Verrel.
"Pantas saja ayah selalu marah, rasa nya benar-benar tidur enak. Ingin sekali membunuh orang yang dekat-dekat dengan istri ku." Batin Verrel.
Makanan yang Akifa pesan sudah tiba, aroma makanan itu benar-benar menggugah selera makan Verrel. Tapi ia bingung karena tidak ada sendok yang tersedia.
"Kita makan pakai apa." Tanya Verrel.
"Pakai tangan mas, kamu mencuci tangan dulu, ayo. ikut aku." Jawab Akifa.
Setelah mereka mencuci tangan, Akifa langsung menyantap makanan itu, sedangkan Verrel kesulitan karena tidak terbiasa.
"Sayang, kamu jahat." Ucap Verrel.
"Jahat kenapa, kamu tidak makan." Tanya Akifa.
"Aku tidak tau cara nya, suapi aku sayang." Rengek Verrel.
"Baiklah, buka mulut mu." Ucap Akifa yang mulai menyuapi makan suami nya.
Verrel makan sangat lahap, karena rasa makanan itu sangat enak, sampai-sampai ia lupa kalau tidak bisa makan makanan pedas.
"Perut ku." Ucap Verrel.
"Maaf sayang, aku lupa. Kamu tidak bisa makan pedas." Kata Akifa.
__ADS_1