
"Sayang aku sangat malu," ucap Verrel.
"Itu salah kamu sendiri, apa pernah aku meminta kejutan aneh seperti itu, tidak kan?"
"Aku hanya ingin mengambil hati mu sayang, dengan aku hanya memakai celana pendek kamu tergoda oleh ku dan kita langsung olahraga malam," kata Verrel.
"Otak kamu memang sangat mesum," kata Akifa.
***
Beberapa bulan terlah berlalu kandungan para istri mereka semua sudah membesar terutama Lia yang sebentar lagi akan melahirkan, mereka semua sudah mulai sibuk menyiapkan segala hal untuk kelahiran anak mereka. Dylan dan Rizky sudah mulai mencari pakaian untuk anak mereka karena mereka sudah tau jenis kelamin anak mereka.
Berbeda dengan Verrel yang sampai saat ini belum tau jenis kelamin anak nya, ia benar-benar sangat kesal karena anak nya tidak mau menunjukkan jenis kelamin nya. Hari ini setelah sekian kali nya Verrel dan Akifa pergi ke dokter kandungan untuk memeriksakan kandungan Akifa sekaligus jenis kelamin anak mereka.
"Kita akan bertemu di mall," ucap Dylan.
"Iya aku yakin Kenzo dan Kenzi akan menampakkan burung mereka," kata Verrel.
Verrel sangat yakin kedua anak nya laki-laki, ia sudah menyiapkan nama yang tak lain Kenzo dan Kenzi. Verrel menyiapkan nama sejak lama karena ia takut nama itu di ambil oleh Dylan dan Rizky, ia sangat senang anak nya bernama Kenzo dan Kenzi.
"Bagaimana dok," tanya Verrel.
"Nah satu sudah terlihat, mas Verrel bisa lihat di layar monitor," jawab Dokter.
__ADS_1
"Burung, sudah aku katakan sayang anak kita laki-laki," ucap Verrel yang sangat senang melihat burung anak nya.
"Belum lagi sayang, anak kita yang satu nya belum tau," kata Akifa.
"Wah feeling mas Verrel sangat tepat, anak mas Verrel satu nya juga laki-laki."
"Yes, aku ku dua-dua nya laki-laki," Teriak Verrel karena terlalu senang kedua anai nya laki-laki.
Akifa ikut senang melihat Verrel yang begitu senang sampai melompat-lompat, itu tanda nya Verrel benar-benar mengharapkan anak ini, tidak seperti beberapa bulan lalu saat Verrel tidak mengakui anak nya sendiri.
"Sayang anak ku laki-laki, Kenzo dan Kenzi cepat keluar," Teriak Verrel sambil membawa mobil nya ke sebuah mall.
Verrel dan Akifa bertemu dengan yang lainnya di tempat perlengkapan bayi, dari pakaian sampai peralatan yang di perlukan anak mereka.
"Bagaimana Verrel," tanya Rizky.
"Sudah aku bilang tadi, hari ini dia menampakkan burung nya," jawab Verrel.
"Jadi benar-benar laki-laki Verrel, wah selamat Verrel anak-anak kita akan meneruskan geng gila ini," kata Dylan.
"Tidak mungkin, anak ku akan ku didik dengan sangat baik, dan tidak akan gila seperti kita," ucap Verrel.
Mereka semua berpencar sambil membawa pasangan mereka masing-masing, Verrel dengan sangat senang menunjuk semua barang yang ia mau semua harus serba premium demi sang buah hati.
__ADS_1
"Aku lelah sayang," ucap Lia.
"Anak ayah lelah juga, kalau begitu kamu duduk di sana saja, aku yang akan berbelanja," kata Dylan.
Setelah kurang lebih satu jam berapa di toko itu, mereka semua telah selesai berbelanja dan mereka memutuskan untuk makan siang bersama, sementara itu semua barang-barang yang mereka pesan akan di antar langsung oleh pemilik toko.
"Jangan makan makanan mentah, itu tidak baik," ucap Verrel.
"Kalau begitu aku mau makan pizza," kata Akifa.
"Tidak boleh juga, makanan kamu aku yang memilih nya," ucap Verrel.
"Kamu juga sayang, aku sudah tidak meminta jatah lagi, jadi atur pola makan mu dengan baik mulai sekarang," ujar Dylan.
"Bukan nya itu Dylan," ucap Lilis.
"Kamu kenal sayang," tanya Bryan.
"Kenal aku hampir mau menikah dengan nya," jawab Lilis.
"Aku juga mengenal mereka, jangan berurusan dengan mereka semua, semua bisa mereka lakukan jika mengusik keluarga mereka," kata Bryan.
"Dylan masih saja memiliki aura yang sangat seksi," batin Lilis dan ikut pergi bersama suami nya.
__ADS_1