
"Sayang, kamu tidak ingin," tanya Alice.
"Sayang kamu mau menawarkan ku," tanya Rakha sambil membelai rambut Alice.
"Kamu suami ku, itu hak mu. Maafkan aku sayang aku tidak bisa memberikan apa yang kamu inginkan," jawab Alice.
"Sudah aku tidak papa, aku sudah menerima nya, jangan membahas itu. Yang terpenting masih sangat nyaman untuk ku." Rakha membawa Alice naik ke atas ranjang.
"Sayang kamu sudah siap hamil anak ku," tanya Rakha.
"Tapi kamu masih dalam masalah, apa tidak papa," tanya balik Alice.
"Kamu salah sayang. Semua orang akan luluh saat ada anak bayi, aku yakin anak kita pasti bisa memberikan kehangatan di keluarga ku," jawab Rakha sambil mencium wajah istri nya.
"Ayah bagaimana dengan keadaan mamah," tanya Dylan.
"Ayah tidak tau Dylan, ayah sudah tidak bisa berkata apa apa lagi," jawab Vano.
"Ayah sudah tenang lah, usia mu sudah tidak tua lagi."
"Maksud mu?"
"Tidak mudah sayang," bisik Lia.
"Maaf yah, maksud ku tidak mudah lagi, jangan banyak pikiran."
"Bagaimana aku tidak banyak pikiran, istri ku sedang drop cucu ku tidak jelas," ucap Vano.
"Ayah sudah jangan pikirkan Rakha, dia akan aku urus, usia 60 ke atas seperti ayah sudah harus beristirahat, jangan banyak pikiran."
"Berapa usia ayah sayang," tanya Lia.
"Usia ku berapa, aku lupa," ucap Vano.
"Aku empat puluh tiga tahun. Kalau ayah 66 tahun bagaimana ini usia sendiri tida ingat," kata Dylan.
"Aku rasa ayah masih 46 tahun, masih terlihat muda dan bugar." Lia mengatakan itu untuk membuat ayah mertua nya terhibur.
"Apa benar," tanya Vano.
"Benar yah, katakan berapa Rode sekali main," tanya Dylan.
__ADS_1
"1 Rode saja, malas banyak-banyak mamah mu tidak kuat," jawab Vano.
"Sayang ayah sudah tidak terlalu sedih lagi," bisik Lia.
"Aku sangat pintar memancing nya," ucap Dylan.
Setelah semua nya sedikit lebih baik. Dylan pergi meninggalkan rumah sakit. Ia akan bertemu dengan Rakha yang membuat semua masalah ini. Rakha juga sedang berada di ruang tamu bersama dengan para sepupu nya, mereka bertiga membahas masalah yang di hadapi Rakha.
"Kau bodoh, kau terlalu cepat mengambil keputusan," kata Kenzo.
"Aku rasa kau sudah benar-benar di buta kan oleh cinta."
"Aku bingung saat itu, aku takut kehilangan Alice, aku tidak mau rasa sakit kehilangan wanita yang aku cintai terulang kembali," kata Rakha.
"Sampai mengorbankan segala nya. Kakek mu sangat marah pada mu. Nenek mu juga sakit karena mu, dan keluarga mu pasti akan membenci mu jika terjadi sesuatu pada nenek mu," ucap Kenzi.
"Aku harus apa, aku harus bagaimana, aku sangat bingung," kata Rakha.
"Bingung karena masalah mu sendiri, kau sadar tidak kau sudah membuat semuanya hancur." Dylan berjalan mendekat.
"Ayah," ucap Rakha.
"Anak kurang ngajar." Satu pukulan mendarat di wajah Rakha, karena pukulan terlalu kuat Rakha terpental sampai menabrak meja kaca di belakang nya.
"Rakha." Dengan cepat Kenzi dan Kenzo membantu Rakha berdiri. Untuk saya tipe kaca yang Rakha tabrak tidak mudah pecah.
"Sakit, sakit kan. Bagaimana dengan perasaan ku, anak yang aku rawat, aku besarkan dengan baik, aku didik dengan baik. Menikah tanpa seizin ku, kau pikir pernikahan hal yang sepele Rakha, dimana otak mu," ucap Dylan.
"Maaf yah, maafkan aku, aku salah maafkan aku," kata Rakha sambil menahan rasa sakit di punggung nya.
"Maaf kata mu, ya mungkin aku bisa memaafkan mu, bagaimana dengan kakek mu, dia sangat percaya dengan mu, dia sangat dekat dengan mu, dia sayang menyayangi mu, tapi apa yang kau lakukan Rakha, apa yang kau lakukan. Bahkan kau tidak memberitahu nya saat menikah, dimana otak mu Rakha."
Kenzo berdiri dan berjalan mendekati Dylan. Ia tau Dylan sangat kecewa pada Rakha, tetapi jika terus menyalahkan Rakha semua masalah tidak akan selesai.
"Paman duduk lah dulu. Aku akan menghubungi daddy," ucap Kenzo.
"Tidak Kenzo, tidak perlu menghubungi Verrel. Rakha keponakan kesayangan nya, dia akan membela Rakha," kata Dylan.
"Aku di sini, dan tentu aku akan membela keponakan ku. Dia memang salah Dylan tapi kau jangan terus menyalahkan nya, minta dia untuk bertanggung jawab atas apa yang di perbuat. Kalau alasan Rakha menikah karena ia sudah menodai wanita nya itu bukan hal yang salah juga, berarti dia tau arti tanggung jawab. Dan sekarang minta dia untuk bertanggung jawab, minta dia bagaimana cara nya agar paman Vano tidak marah lagi pada nya. Nasi sudah menjadi bubur, tidak perlu sampai seperti ini."
"Kau bisa berkata seperti itu karena ke dua ank mu tidak ada yang seperti Rakha. Mereka berdua menikah dengan persetujuan mu, bagaimana dengan Rakha dia benar-benar sudah kelewatan. Ini masalah keluarga ku Verrel kau tidak perlu ikut campur," ucap Dylan.
__ADS_1
"Sudah ayah paman, aku benar-benar minta maaf. Jangan bertengkar karena aku. Aku memang salah, aku berjanji akan memperbaiki semua nya, aku pasti bisa membujuk kakek agar tidak marah pada ku."
"Maaf Dylan, mungkin aku memang terlalu ikut campur," ucap Verrel.
"Tidak papa." Dylan duduk sambil memijat kepala nya.
"Maafkan aku yah." Rakha memeluk Dylan.
"Aku pasti maafkan mu, tapi aku takut jika kakek mu jadi benci pada mu," ucap Dylan.
"Aku pasti bisa membujuk kakek agar tidak benci pada ku," kata Rakha.
"Kau yakin bisa?"
"Akan aku coba ya, aku mohon jangan benci aku," ucap Rakha.
"Aku tidak akan pernah membenci mu."
"Daddy kalau tidak ada masalah tidak mau datang ke sini," ucap Kenzo.
"Hahaha aku baru tau rumah mu sebagus ini," kata Verrel.
"Mahal dad," saut Kenzi.
" Ya ya ya aku tau mahal, aku yang membayar nya, bagaimana kandungan istri kalian," tanya Verrel.
"Sangat baik daddy, kelima anak ku tumbuh dengan baik, aku sudah tidar sabar hanya tinggal 4 bulan lagi," jawab Kenzo.
"Aku akan mempunyai 6 cucu sekaligus. Aku juga sudah tidak sabar menantikan mereka," kata Verrel.
"Bagaimana istri mu sudah hamil," tanya Dylan.
"Belum yah, aku menikah baru beberapa hari lalu, mana bisa secepat itu hamil," jawab Rakha.
"Kau sudah puas kan, bagaimana kau sudah merasakan apa yang kami rasakan," tanya Kenzo.
"Ya sudah lah, hahaha aku suka itu," jawab Rakha.
Di rumah sakit Vano semakin panik saat tau istri nya kembali drop. Saat ini istri nya sedang dalam penanganan beberapa dokter.
"Bagaimana dok," tanya Vano yang melihat salah satu dokter keluar dari ruangan istri nya.
__ADS_1
"Maaf tuan, kami sudah berusaha semaksimal mungkin."