
"Kamu berapa lama liburan nya sayang," tanya Rian.
"Aku hanya dua hari, dan selama dua hari itu aku ingin bersama mu selalu," jawab Nadya.
"Bersama ku, tinggal dengan ku," tanya Rian.
"Jadi dengan siapa lagi, kamu tega membiarkan ku tinggal seorang diri?"
"Bukan begitu sayang, hmmm kita menginap di hotel saja ya, aku tidak mungkin membawa mu ke Vila," ucap Rian.
"Tidak masalah jika aku selalu bersama mu," ucap Nadya.
Rian membawa Nadya ke hotel terdekat, ia yakin kekasih nya ini pasti sangat leleh setelah menempuh perjalanan yang cukup lama. Saat Nadya sedang membersihkan diri nya, Rian menghubungi Karla untuk meminta izin pada nya jika hari hari ini ia tidak pulang.
"Sayang," ucap Nadya.
"Iya tunggu sebentar," kata Rian.
Setelah mendapat kan persetujuan dari Karla, baru lah Rian kembali masuk ke dalam kamar. Ia tidak tau apa yang akan terjadi pada nya setelah ini.
"Sayang aku sudah meminta izin tuan ku dan dia mengizinkan ku," ucap Rian.
"Bagus, ternyata tuan mu orang yang baik."
"Kita akan menikah, semua sepupu ku sudah menikah," ucap Nadya.
"Aku belum siap, kamu tau sendiri kan status ku bagaimana. Aku seorang duda dan aku masih memiliki trauma," kata Rian.
"Rian kamu tidak seperti seorang duda, kamu masih seperti anak lajang. Jadi jangan mempermasalahkan hal itu."
"Tidak bisa sayang, sudah aku tidak ingin berdebat dengan mu, aku ingin pertemuan kita ini hanya untuk kebahagiaan," ucap Rian sambil memeluk Nadya dengan erat.
Meskipun menginap di satu hotel yang sama, Nadya dan Rian sudah sepakat untuk menahan diri agar tidak melakukan hal aneh-aneh. Mereka berdua tidak ingin terkena masalah karena kesenangan sesaat.
Hari ini aku hanya ingin bersamamu, besok baru kita Jalan-jalan," ucap Nadya.
__ADS_1
"Nadya kamu tau kan aku sudah pernah menikah kamu tidak mempersalahkan hal itu," tanya Rian.
"Tentu tidak Rian, aku sama sekali tidak pernah mempermasalahkan status mu. Itu masa lalu mu dan aku masa depan mu," jawan Nadya.
"Aku sangat mencintai mu," ucap Rian sambil mengecup dari Nadya.
"Saat pernikahan mu dulu, kanu sudah punya anak," tanya Nadya.
"Belum tapi mantan istri ku sedang hamil, beberapa bulan belum terlalu tua," jawab Rian.
"Jadi kamu sudah tau rasa nya begituan, apakah seenak itu, kenapa para pria sampai ingin terus melakukan nya kalau sudah pernah merasakan nya."
"Ya begitu lah, sudah jangan di bahas," ucap Rian
Di Vila Karla dan Sonia sedang asik membicarakan kehamilan mereka, perut Sonia dan Karla tampak sekali perbedaan nya, perut Sonia tampak jauh lebih besar di bandingkan perut Karla yang masih cukup rata.
"Kamu anak lima Sonia, sedangkan aku anak satu itu sebabnya aku masih memberikan jatah pada suami ku," ucap Karla.
"Aku kemarin sudah mulai melakukan nya tapi aku langsung kontraksi, rasa nya sangat sakit dan aku tidak mau melakukan lagi."
"Aku belum berani melakukan nya lagi, mungkin setelah usia kehamilan ku di atas 5 bulan baru aku berani melakukan nya," kata Sonia.
"Oh iya Karla, kamu tau Kenzi suami kamu terlihat sangat lesu, dia seperti tidak terurus dan dia sering sekali menangis," ucap Sonia.
"Hmmm tidak papa, itu hukuman untuk nya, salah siapa berani bermain wanita," kata Karla.
"Hahaha kau benar, pria seperti itu memang perlu di beri pelajaran. Jangan sampai dia melakukan hal seenaknya," ucap Sonia.
"Itu lah, kau beruntung Kenzo tidak seperti Kenzi. Aku tau semua nya tentang nya, dua sangat muda tergoda dengan wanita. Dulu sebelum menikah dengan ku, dia malah sudah melakukan hubungan suami istri dengan tunangan nya. Sedang aku melakukan pertama kali dengan nya. Hadeh dasar pria," kata Karla.
...***...
Kenzo cukup kesepian karena istri nya sedang tidak ada di rumah. Untuk menghilangkan rasa suntuk dan sepi dari hati nya, Kenzo memutuskan untuk pindah ke kamar saudara kembar nya, sekaligus ia ingin mengerjai Kenzi yang saat ini mudah sekali untuk menangis.
"Kau kenapa ke sini," tanya Kenzi.
__ADS_1
"Aku kembaran mu, dan aku tidak boleh melihat mu," tanya Kenzo.
"Jika aku hanya ingin mengejek ku, tidak perlu kau melihat ku," jawab Kenzi.
"Hahaha jangan begitu Kenzi, istri ku sedang pergi liburan aku ingin tidur bersama dengan mu, kita sedang sama tidak ada istri," ucap Kenzo.
"Kau tidak ikut Liburan dengan istri mu," tanya Kenzi.
"Tidak lah, aku tida ikut karena aku harus bekerja, mungkin minggu depan aku akan menjemput nya pulang," jawab Kenzo.
"Kenzi aku dengar Karla semakin dekat dengan pria itu," ucap Kenzo.
"Pria mana," tanya Kenzi.
"Pria itu yang sedang bersama dengan Karla, siapa nama nya hmmmm Rian iya Rian."
"Kau jangan bohong, aku tidak suka kebohongan, dia istri ku dan dia masih sangat mencintai ku, mana mungkin dia bernai bermain belakang," ucap Kenzi.
"Hahaha kau bodoh, ya jelas dia berani. Coba kau pikirkan bagaimana nakal nya kau, kau sudah pernah melakukan hal seperti itu dengan Novi, Karla sudah tau itu kan dan dia bisa menerima mu. Tidak hanya itu kau juga pernah menikahi Sakura dan berselingkuh dengan Sofia. Kau pria brengsek Kenzi untuk apa Karla mempertahankan mu," ucap Kenzo.
"Hiks hiks hiks, kau benar aku sudah tidak layak menjadi suami nya." Akhirnya rencana Kenzo membuat Kenzi menangis berhasil. Kenzo merekam tangisan Kenzi dan langsung mengirim kan nya pada Sonia.
"Sayang coba lihat kan pada Karla."
"Hiks hiks hiks, kau membuat ku semakin tidak tenang," ucap Kenzi.
"Hey jangan menangis begitu, sudah jangan menangis Karla pasti tidak akan selingkuh dari mu," kata Kenzo. Kenzo yang membuat Kenzi nangis tapi ia juga yang tidak tega melihat tangisan saudara kembarnya.
Karla cukup tersentuh melihat Kenzi yang menangis. Ntah kenapa tangisan nya begitu dalam dan seperti seseorang yang sangat menyesal. Niat awalnya untuk berpisah dengan Kenzi mendadak hilang seketika.
"Dia sangat menyesal, kau tida kasihan dengan nya. Coba berpikir lebih cepat Karla," ucap Sonia.
"Aku ingin melihat kesungguhan nya, katanya setelah satu bulan dia ingin mencari ku meskipun aku belum memperbolehkan nya mencari keberadaan ku," kata Karla.
"Itu lebih baik, jika sampai anak mu lahir, ntalah aku tidak tau apa yang akan terjadi dengan nya," ucap Sonia.
__ADS_1
"Iya Sonia, terimakasih telah datang dan mendukung ku."