
Setan di dalam ruangan itu seakan berteriak untuk melakukan hal buruk di ruangan itu, mereka berdua sama-sama mendengar kan teriakan itu dan sama-sama mulai terhasut. Otak Rizky sudah terpengaruh setan di ruangan itu perlahan ia mendekati bibir Alana.
Sontak Alana langsung memejamkan mata nya, ia sudah dapat merasakan jika bibir mereka berdua sudah menyatu, ciuman pertama Alana telah hilang di ambil oleh atasannya sendiri.
Alana yang pertama nya tidak merespon ciuman itu, lama-lama ia mulai merespon nya, mereka berdua melakukan ciuman yang sangat panas, dan setan di sekitar mereka tertawa bahagia.
Ciuman Rizky turun ke atas leher jenjang milik Alana bahkan diri nya sempat memberikan tanda merah di leher Alana.
"Pak." Alana menahan kepala Rizky.
Mata mereka berdua sama-sama sudah memerah menahan nafsu yang sudah sangat membara. Pandangan mereka berdua kembali bertemu, tak lama Rizky memalingkan wajahnya dan tersadar dengan apa yang ia lakukan itu salah.
"Maaf." Rizky langsung berlari menuju kamar mandi.
"Alana, kenapa kamu seperti ini, kamu seperti wanita murahan Alana." Batin Alana dan pergi meninggalkan kamar Rizky.
Di dalam kamar mandi, nafas Rizky masih tidak beraturan, nafsu nya benar-benar harus tersalurkan, dengan terpaksa Rizky melakukan olahraga 5 jari.
"Alana, kenapa aku bisa senafsu seperti ini pada diri mu." Batin Rizky.
Kembali ke pasangan Dylan dan Lia mereka berdua kembali ke rumah, Dylan menggendong Lia karena kaki Lia keseleo akibat menyelamatkan Dylan tadi.
"Apa masih sakit." Tanya Dylan.
"Sedikit." Jawab Lia.
__ADS_1
Dengan lembut Dylan memijat kali Lia menggunakan minyak angin, jantung mereka berdua sama-sama berdetak cukup cepat ntah apa penyebabnya.
"Lia maaf, aku pasti menyakiti perasaan mu." Tanya Dylan.
"Tidak, aku tidak papa. Kamu pantas marah pada ku, aku bukan wanita baik-baik." Jawab Lia.
"Seharusnya aku mendengar kan penjelasan mu dahulu, aku terlalu terbawah emosi." Dylan mendekati Lia dan memeluk nya dengan erat.
"Sekarang kamu mau mendengar kan penjelasan ku." Tanya Lia.
"Tidak aku tidak perlu penjelasan mu, aku tidak ingin berpisah dengan mu, aku tidak peduli dengan masa lalu mu, yang aku tau sekarang aku mencintaimu dan aku menerima semua kekurangan dan kelebihan mu."
"Kamu memiliki perasaan lebih pada ku? " Lia terkejut saat Dylan mengatakan kata cinta pada nya.
Lia menganggukkan kepala nya dan memeluk Dylan sambil menangis.
"Terimakasih telah mencintai ku, aku ingin selalu bersama mu." Ucap Lia.
Dylan mengusap wajah Lia dari air mata, perlahan ia mendekati bibir Lia dan menciumnya dengan lembut. Lia membalas ciuman itu sambil mengalungkan tangan nya di atas leher Dylan.
"Lia boleh kah aku melakukan nya." Tanya Dylan.
Lia menganggukkan kepala nya, tidak ada yang ia takut lagi, karena suami nya juga sudah menerima kekurangan nya.
Tangan Dylan mulai membuka satu persatu pakaian Lia, ia tidak menyangka selama ini ada harta karun yang sedang bersembunyi dari nya.
__ADS_1
"Sayang, bodi kamu sangat luar biasa." Ucap Dylan dan langsung melahap semua nya tanpa ampun, tidak ada yang boleh terlewat kan sedikit pun.
"Mas, pelan." Lia sampai menaikan kepala nya saat suami nya mencabik-cabik tubuh nya.
"Tidak sayang, aku menyesal baru mengetahui nya sekarang." Dylan tidak memberikan Lia ampun.
Alana, Rizky dan yang lainnya berkumpul di restoran hotel, Alana menggunakan syal untuk menutupi leher nya yang terdapat bercak merah dari Rizky.
"Ada apa dengan kalian berdua, kenapa kalian canggung seperti itu." Tanya Adit.
"Tidak ada pak, kami hanya sedang tidak papa." Jawab Rizky.
"Rizky apa yang kamu katakan." Batin Rizky sambil mengusap keringat di dahi nya.
"Alana, apa kamu sedang sakit." Tanya Fiona.
"Tidak mah eh buk, saya hanya sedikit tidak enak badan." Jawab Alana.
"Hmmm Alana aku ingin berbicara berdua dengan mu." Ucap Rizky.
"Iya pak, permisi." Alana dan Rizky pergi menjauh dari Adit dan Fiona.
"Maaf Alana, Saya salah saya terbawa nafsu." Ucap Rizky.
"Tidak perlu di bahas pak, anggap saja ini kesalahan terbesar kita." Kata Alana.
__ADS_1