
"Pesona nya benar-benar luar biasa." Ucap Dila.
Sesampainya di apartemen nya, Dila langsung membawa Verrel turun dari mobil. Verrel sudah benar-benar kehilangan kendali nya, tangan nya mulai bergerak meraba-raba tubuh Dila.
"Sabar sayang." Ucap Dila.
Dila membawa Verrel masuk ke dalam kamar nya, Verrel mendorong Dila ke atas kasur dan langsung naik ke atas tubuh Dila, bibir nya mulai bergerak mendekati leher jenjang Dila.
"Enak saja." Wanda menarik Verrel dengan kasar. Ia menyeret Verrel ke ruang tamu dan mengikatnya di atas kursi yang Wanda siapa kan.
"Kurang ngajar, apa-apaan kau." Teriak Verrel.
Dila ikut masuk ke dalam ruang tamu itu, ia sebenarnya sangat ingin tidur dengan Verrel yang sudah membuat nya sangat bernafsu.
"Kak, aku ingin dia." Ucap Dila.
"Kau pikir aku merelakan diri mu di nikmati oleh nya sayang." Wanda berdiri di belakang Dila dan mulai melepaskan pakaian Dila satu persatu.
"Hal itu benar-benar membuat Verrel seperti orang gila, nafsu nya benar-benar sudah di ubun-ubun. Verrel mengedipkan mata nya berulang kali karena ia bingung kenapa istri nya bersama pria lian.
"Kurang ngajar jangan kau apa-apakan istri ku." Teriak Verrel saat ia melihat seorang pria bersama Akifa.
__ADS_1
"Akifa, sayang. Tolong aku sayang." Verrel berusaha ingin melepaskan diri nya.
Tubuh Verrel semakin memanas, nafsu nya harus benar-benar tersalurkan. Sedangkan Wanda dan Dila melakukan adegan itu tepat di depan Verrel.
"Akifa apa yang kau lakukan, bajingan kau gila." Teriak Verrel.
Ini yang ingin Wanda lihat, Verrel tersiksa seperti diri nya yang merasa tersiksa karena ulah Verrel dulu.
"Ahkkkggg bajingan lepaskan istri ku."
"Hmmm ahhh sayang." Suara itu benar-benar menghancurkan hati Verrel, air mata nya terus mengalir di iringi tubuh nya yang terasa sangat panas.
Perlahan Verrel mulai kehilangan kesadaran nya, dan ia jatuh pingsan di atas kursi itu, hal itu membuat Wanda kecewa karena ia belum puas melihat Verrel tersiksa.
Sementara itu Alvaro sudah sangat khawatir karena Verrel masih belum pulang ke rumah juga, ia pikir Verrel sudah pulang lebih dulu, karena pesta sudah berlalu dan tidak ada orang lagi di kantor.
"Bagaimana ini, kenapa Verrel masih belum pulang juga.
Alvaro mengutus Dylan dan Rizky untuk mencari keberadaan Verrel. Rizky dan Dylan memilih menelusuri jalan antara rumah dan Efron grup, mereka takut Verrel kecelakaan karena diri nya sangat mudah sekali mabuk.
"Rizky ada keramaian apa itu." Tanya Dylan.
__ADS_1
"Mobil itu terbakar Rizky." Ucap Dylan.
Rizky langsung mempercepat mobil yang ia bawa menuju keramaian itu. Mereka berdua melihat dia mobil saling bertabrakan dan kedua nya sedang di lalap si jago merah.
"Apa itu mobil Verrel." Batin Rizky.
Rizky dan Dylan sangat bingung harus berbuat apa, Ia langsung menghubungi Alvaro dan ayah nya agar mereka berdua datang ke tempat itu.
Sesampainya di sana Alvaro tidak panik begitu saja, ia mencoba berpikir jernih agar semua masalah Ini dapat ia selesai dengan baik.
"Verrel tidak membawa mobil dan berangkat bersama ku." Ucap Alvaro.
"Tapi bisa saja Verrel memakai mobil kantor." Ujar Vano.
Tak lama mobil pemadam kebakaran datang untuk menjinakkan si jago merah. Ketenangan Alvaro buyar saat mendengarkan saksi dari kecelakaan itu, apalagi saat mobil itu sudah padam memang plat nomor dan jenis mobil itu berasal dari Efron grup.
"Verrel." Teriak Alvaro dan jatuh terduduk di bawah karena kaki nya benar-benar sudah terasa lemas.
"Hanya ada satu mayat dan mayat itu benar-benar sudah hancur." Ucap seseorang yang membuat Alvaro semakin menjadi-jadi.
"Alvaro itu bukan Verrel, aku yakin itu bukan Verrel, kita bagi tugas saja, kau ikut aku mencari Verrel dan Rizky dan Dylan ke rumah sakit untuk membuktikan itu Verrel atau bukan." Ucap Vano.
__ADS_1
Malam itu mereka benar-benar bekerja keras mencari Verrel, Mereka tidak memberitahu hal yang sebenarnya pada orang rumah, Alvaro beralasan Verrel ikut rekan bisnis mereka keluar kota.