Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Episode 250 S3


__ADS_3

"Jaga istri mu dengan baik Verrel, ini sebuah keajaiban di keluarga kita tidak ada keturunan memiliki anak kembar, hanya kau yang bisa." Ucap Alvaro.


"Iya yah, aku pasti menjaga nya, ini yang selama ini aku inginkan dan tidak mungkin aku menyianyiakan nya."


Setelah itu Verrel kembali masuk ke dalam kamar nya, ia tidak bisa lama-lama meninggalkan Akifa sendiri.


"Sayang, kamu mau kemana." Tanya Verrel yang melihat Akifa bangkit dari atas kasur.


"Ingin mengambil minum, aku haus." Jawab Akifa.


"Kembali naik ke atas kasur, kamu tidak boleh lelah, ingat kamu hamil anak kembar." Verrel kembali keluar kamar untuk mengambil kan Akifa minum.


Tak lama ia kembali bukan hanya membawa minum Verrel juga membawa buah-buahan segar yang sudah di potong, Akifa hanya tinggal memakan nya saja.


"Pelan-pelan." Ucap Verrel.


"Buka mulut kamu." Verrel ingin menyuapi Akifa buah yang ia bawa tadi.


"Wah suami ku menjelma menjadi suami yang sangat perhatian." Ucap Akifa.


"Ini demi kesehatan kamu dan anak kita, apapun akan ku lakukan, kamu tidak boleh banyak bergerak dari atas kasur, semua keperluan mu aku yang akan menyiapkan nya."


"Sayang itu sangat berlebihan itu juga tidak baik untuk aku dan tentu saja untuk anak kita." Kata Akifa.

__ADS_1


"Kata siapa tidak baik, aku sudah meminta ayah untuk membelikan buku tentang kehamilan, apa saja yang harus di lakukan ibu hamil, makanan yang baik untuk kamu makan dan semua kegiatan kamu ada di buku itu."


"Seperti nya aku terjebak dalam suami yang oper protektif."


"Demi apa sayang." Tanya Verrel sambil kembali menyuapi Akifa.


"Demi anak kita." Akifa tersenyum lebar.


"Demi kamu juga sayang." Verrel mengusap rambut Akifa.


Sore hari nya Verrel dan yang lainnya berada di halaman rumah, mereka bertiga sedang asik bermain basket senyuman dan tawa tampak menghiasi wajah mereka bertiga. Terutama Verrel yang sama sekali sudah tidak menyimpan kesedihan, yang ia rasakan sekarang rasa bahagia yang sangat teramat dalam.


"Kau menang Verrel, aku menyerah." Rizky jatuh ke lantai dengan nafas yang tidak beraturan.


"Mana Rizky anak basket di kampus dulu, yang selalu menjadi Kapten." Ujar Dylan.


"Hahaha itu salah mu, kenapa kau tidak mencari teman." Ucap Verrel.


"Oh iya, apa jenis kelamin anak mu Rizky." Tanya Dylan.


"Belum tau, kata dokter sekitar 7 bulan baru bisa di ketahuan, aku berharap laki-laki." Jawab Rizky.


"Istri ku sudah lima bulan lebih, sudah pasti anak ku nanti laki-laki." Kata Dylan.

__ADS_1


"Hahaha kalian tau walaupun anak kalian lahir terlebih dahulu, anak ku tetap yang harus di panggil kak, karena aku lebih tua dari kalian semua. Kau suami dari adik ku Alana, dan kau Dylan bahkan Alana lebih tua dari mu." Ucap Verrel.


"Ya ya ya, itu sudah peraturan keluarga ini." Kata Dylan.


"Wah kau hebat sekali Verrel, langsung dapat kembar." Rizky memperbaiki posisi nya agar lebih enak untuk berbicara.


"Aku juga tidak menyangka akan hal ini, ini juga karena dukungan dari kalian berdua, terimakasih selalu ada saat akunsenang maupun sedih." Ucap Verrel.


"Kau mau anak laki-laki atau perempuan, tapi kalau anak kembar bagus nya sepasang laki-laki dan perempuan." Kata Dylan.


"Benar aku ingin anak sepasang laki-laki dan perempuan tapi firasat ku mengatakan anak ku kedua nya laki-laki."


"Itu juga akan seru mereka pasti akan selalu bertengkar seperti kita dulu." Ucap Dylan.


"Itu mobil ayah mu, dari mana dia." Ujar Rizky.


"Dia membeli kan ku sesuatu." Verrel bangkit dari lantai dan langsung mendekati Alvaro.


"Ini semua sudah lengkap, aku mendapatkan nya langsung dari dokter, jangan sampai salah pemahaman." Ucap Alvaro.


"Siap yah, terimakasih." Verrel ingin memeluk Alvaro tapi tangan Alvaro menahannya.


"Kau berkeringat dan bauk, sedangkan aku sangat rapi dan wangi jangan asal peluk." Kata Alvaro.

__ADS_1


"Kau begitu pada ku, kau sudah tidak mau lagi aku peluk, oke nanti saat anak ku lahir aku tak akan mau membiarkan anak ku dekat dengan ku." Ancam Verrel.


"Eh jangan, aku juga sangat menantikan anak itu." Alvaro langsung memeluk Verrel, tidak peduli dengan tubuh Verrel yang berkeringat dari pada Verrel benar-benar melarang nya.


__ADS_2