Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Episode 35 S4


__ADS_3

Pernikahan telah selesai di laksanakan, wajah Kenzi dan Karla tampak sangat bahagia. Apalagi Kenzi yang akhirnya di izin kan menikah oleh Verrel dan mendapatkan Karla wanita yang ia pilih dan ia yakin Karla yang terbaik untuk nya.


Ntah apa yang Kenzi pikirkan sampai diri nya langsung ingin mencium bibir Istri nya, untung saja Karla langsung memalingkan wajah nya karena malu di lihat banyak orang.


"Santai woy," Kenzo menarik kepala adik nya.


"Ah ahh ahhh sakit," teriak Kenzi.


"Hey bersikap dewasa lah, kalian sudah mempunyai istri, jangan seperti anak-anak lagi," kata Verrel.


"Kau mau langsung punya anak atau di tunda," tanya Kenzo.


"Bagaimana dengan ku, aku ingin menunda nya dulu, ingin enak-enak tanpa gangguan," jawab Kenzi.


"Aku juga sedang menunda nya, jika kau sudah siap aku juga akan siap agar anak kita seumuran," kata Kenzo.


"Asiiaaap, kita hanya perlu janjian saja," kata Kenzi.


Sementara itu di Inggris Rakha dan Axel hanya bisa meratapi nasib mereka, mereka berdua sangat iri pada Kenzo dan Kenzi yang sudah memiliki istri. Sedangkan mereka berdua pacar saja tidak punya.


"Kau ingin menikah juga," tanya Verrel.


"Iya paman, tapi ayah ku tidak akan mengizinkan ku menikah dengan cepat," jawab Rakha.


"Aku punya satu ide yang cukup berbahaya," kata Verrel.


"Apa paman, tolong beri tau aku."


"Kau tidak dapat izinkan, baby kecil sebagai solusi nya," kata Verrel.


"Maksud paman anak," tanya Axel.


"Iya lah, jika kalian sudah punya DP, tidak mungkin ayah kalian tidak mengizinkan kalian menikah," jawab Verrel.


"Verrel berhenti memberikan pengaruh buruk pada mereka berdua," ujar Rizky.


"Kalian mau mati, jangan dengarkan ide gila paman mu ini," kata Dylan.


"Maaf aku ingin buang air." Verrel menyerahkan HP itu dan pergi berlari meninggalkan Rizky dan Dylan sebelum mendapat amukan.


Setelah pernikahan selesai, Kenzi tidak langsung melakukan malam pertama nya karena ia ingin menemani Kenzo untuk pemeriksaan.


"Masker sudah siap," tanya Verrel.


"Sudah dad tidak akan ada yang mengenali ku," jawab Kenzo.


"Sayang kamu jangan takut ya, ada aku disini," ucap Sonia.


"Iya sayang aku tidak akan takut," kata Kenzo.


"Kamu di rumah saja, tunggu aku di kamar," ucap Kenzi.


"Iya mas," kata Karla.

__ADS_1


Sesampainya di rumah sakit, Kenzo langsung masuk keruangan khusus untuk memeriksa kepala nya, dokter ingin kembali memastikan kalau keputusan mereka sudah benar.


Tak lama Kenzo kembali keluar ruangan itu, ia langsung mendekati Sonia karena saat ini ia benar-benar sangat takut.


"Lusa Kenzo bisa melakukan operasi," kata Dokter.


"Dad cepat sekali, aku belum siap," ucap Kenzo.


"Kau harus siap Kenzo, bagaimana dengan resiko nya dok?"


"Resiko terbesar kehilangan ingatan ringan sampai berat. Karena kerusakan nya sudah cukup parah."


"Ahhhhkkk sakit," teriak Kenzo.


"Dokter kenapa Kenzo dari kemarin selalu kesakitan begini," tanya Verrel.


"Sebentar saja, suntik dulu agar meredakan rasa sakit."


"Kamu kuat sayang, jangan menyerah," ucap Sonia.


"Aku takut, aku tidak mau operasi. Aku takut kehilangan ingatan ku."


"Kenzo meskipun kau akan kehilangan memori mu tentang kami, tapi ini yang terbaik untuk mu. Dan ingat lah, kami memang hilang dari ingatan mu, tapi kami tetap ada di dalam hati mu," ucap Kenzi.


"Kau jangan menggombal, aku sedang takut bukan jatuh cinta," kata Kenzo.


Kenzi tersenyum kecut saat kata-kata bijak nya di katakan gombalan biasa oleh Kenzo.


"Mau tetap sakit selama nya begini, atau sembuh. Kau tau Kenzo semakin lama kau biarkan kau bisa kehilangan semua nya, pikirkan baik-baik Kenzo," ucap Dokter.


"Saya pasti akan melakukan yang terbaik Kenzo."


Setelah melakukan pemeriksaan dan menetapkan jadwal mereka semua langsung kembali pulang ke rumah, Kenzo semakin takut menjalani operasi nya saat tau resiko yang harus ia hadapi.


"Kau tidur yang cukup, jangan bergadang," ucap Verrel.


"Aku ingin enak-enak dad," kata Kenzo.


"Ya sudah puaskan hari ini, karena besok kau harus istirahat dengan total," ucap Verrel.


"Habiskan lah aku, aku tidak akan bisa tidur," batin Sonia.


"Sayang aku sudah pulang," ucap Kenzi.


"Hiks.. hiks.. hiks.." Terdengar suara tangisan di dalam kamar itu.


Kenzi langsung panik saat mendengar suara tangisan itu. Ia berlari ke arah sumber suara untuk melihat apa yang terjadi.


"Sayang, hey kamu kenapa," tanya Kenzi dan langsung memeluk istri nya.


"Takut," jawab Karla.


"Jangan takut ada aku di sini, aku ada di sini sayang." Kenzi menggendong Karla ke atas ranjang.

__ADS_1


"Kamu takut apa," tanya Kenzi.


Karla menggelengkan kepala nya, ia memilih memeluk Kenzi untuk menghilangkan rasa takutnya.


"Kamu mengingat masa lalu mu," tanya Kenzi.


Lagi lagi Karla tidak menjawab pertanyaan Kenzi. Kenzi sadar jika trauma benar-benar sangat sulit untuk di hilangkan. Secara fisik Karla memang tampak sudah baik-baik saja, tapi hati nya benar-benar masih rapuh memerlukan seseorang untuk menguatkan nya.


"Sayang kamu tau ini malam pertama kita," tanya Kenzi.


"Apa itu," tanya Karla.


"Kamu tau hubungan suami istri?"


"Tidak apa itu," ucap Karla.


"Hmmm nanti aku jelaskan," kata Kenzi.


Kenzi merasa tidak pantas untuk Karla yang lugu dan polos. Sedangkan diri nya sudah pernah melakukan nya dengan bebas bersama Novi.


"Kamu bauk," ucap Karla.


"Sayang aku pasti akan meminta hak ku, tapi melihat mu seperti ini aku jadi tidak tega melakukan," kata Kenzi.


"Hak apa," tanya Karla.


"Untuk memiliki mu seutuhnya," jawab Kenzi.


"Aku milik kamu, aku sudah memberikan hidup ku untuk mu," ucap Karla.


"Cup," Kenzi mengecup bibir istri nya. Tanpa di duga Carla membuka bibir nya, karena ia pikir Kenzi akan melakukan hal enak lagi, seperti yang waktu itu.


"Sayang," ucap Kenzi.


"Kata kamu ingin melakukan hal enak lagi," tanya Karla.


"Hal enak." Kenzi mencoba untuk mengingat nya.


"Sayang kamu sudah tidak polos lagi, siapa yang mengajarkan mu," tanya Kenzi.


"Kamu," jawab Karla.


"Kamu ingin ciuman seperti di rumah sakit," tanya Kenzi.


"Iya Kenzi, enak rasa nya," jawab Karla.


Dengan senang hati Kenzi memberikan ciuman di bibir Karla, berbeda dengan ciuman sebelum nya kali ini sangat dalam yang membuat Karla ketagihan.


"Balas sayang," ucap Kenzi.


"Bagaimana cara nya," tanya Karla.


"Lakukan seperti apa yang aku lakukan," jawab Kenzi dan kembali mencium bibir Karla

__ADS_1


Dengan perlahan Karla mulai membalas ciuman dari Kenzi meskipun terasa sangat kaku. Kenzi sangat senang akhirnya Karla bisa membalas ciuman nya juga.


__ADS_2