
"Kak aku takut." ucap Fiona.
"Tidak papa, tutup mata mu dan bayangkan saja apa yang membuat mu terasa nyaman." kata Adit.
Fiona langsung menutup mata nya, otak nya travelling kemana-mana, ia ingin membuat diri nya serileks mungkin. Adit membuka perlindungan terakhir nya dan siap untuk menyerang.
"Aku lakukan sekarang." kata Adit.
"Tunggu." ucap Fiona.
"Ada apa lagi." tanya Adit.
"Pelan-pelan, jika sakit aku akan berteriak." ucap Fiona.
"Berteriak lah sekeras mungkin, kamar ini kedap suara. Jika dengan berteriak akan membuat mu nyaman lakukan lah." kata Adit.
"Aaaaakkkkkk.. Aaaaaakkkkk.. Aaaaaakkkkmm...." teriak Fiona.
Adit hanya bisa menggalang kepala nya bahkan ia belum melakukan nya tetapi Fiona sudah berteriak sekencang itu.
"Bersiap lah." kata Adit dengan menarik tubuh Fiona agar lebih dekat dengan nya.
"Aaaaakkkkkk." teriak Fiona saat merasakan sesuatu menyentuh milik nya.
"Sayang, kuping ku sakit. Baru aku sentuh." kata Adit.
"Maaf tapi kenapa terasa geli." ucap Fiona.
"Aaaaaaaaaaakkkkkk sakit." teriak Fiona saat Adit mulai mendorong nya.
Adit tidak merespon teriakan Fiona ia hanya fokus dengan apa yang ia lakukan, mencari jalan masuk agar semua nya cepat selesai.
"Sakit ahhhhhkkkkkkk." teriak Fiona yang sudah menangis.
__ADS_1
"Maaf lebih cepat lebih baik." ucap Adit dengan menutup mulut Fiona dan mendorong nya dengan sedikit kasar.
"Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaakkkkkkkkkk." Fiona mengigit tangan Adit, rasanya benar-benar sangat sakit ia, merasakan ada sesuatu yang keluar dari milik nya Adit bernafas lega saat semua nya masuk.
Fiona menangis dengan kencang, ingin sekali ia mendorong Adit dari atas tubuh nya, tetapi apa boleh buat Fiona tidak sanggup melakukan nya.
"Sakit kak, aku tidak sanggup." kata Fiona.
"Buka mata mu dan tatap aku." ucap Adit.
Fiona membuka mata nya tetapi bukan untuk menatap Adit melainkan melihat apa yang terjadi di bawah.
Fiona terkejut saat melihat yang membuat nya kesakitan, sudah persis sama dengan yang di film, tenggelam secara sempurna dan tidak ada yang tersisa.
"Ihh kakak kenapa tidak di potong, kan jadi tidak bersih." kata Fiona.
Adit menahan tawa nya, masih Sempat-sempat nya Fiona membahas hal lain. Padahal ia sedang merasakan sakit.
"Eh kakak, punya kakak apa sudah benar-benar masuk, sebesar itu. Ahh aku tidak melihat nya." ucap Fiona.
"Boleh kak, tapi tidak sesakit tadi kan." tanya Fiona.
"Kau rasakan saja nanti." kata Adit.
Adit menarik nya lagu, dan Fiona hanya meringis menahan sakit. Fiona sedikit terkejut karena miliki Adit berdarah. Tapi ia baru sadar jik darah itu mahkota nya yang hilang.
Fiona membuka mata nya lebar-lebar untuk menyaksikan secara live. Sikit demi sedikit milik Adit tenggelam lagi dan masih merasakan sakit yang luar biasa walaupun sambil menangis Fiona tetap menyaksikan secara live.
Skip...
Setelah beberapa jam bertempur akhirnya pasangan Alvaro dengan Angel tumbang. Sebenarnya Angel meminta hanya beberapa menit tetapi Alvaro malah mengegasnya sampai ia benar lelah.
Sementara itu pasangan yang baru masih menikmati Momen-momen itu, ralat hanya Adit yang menikmati nya karena Fiona hanya menangis.
__ADS_1
"Kenapa berhenti." tanya Adit.
"Sudah tidak sakit, enak." jawab Fiona.
Tangisan Fiona berubah menjadi suara yang membuat Adit semakin bersemangat.
Skip.
Pagi hari telah berlalu kini sudah menjadi siang hari, Pasangan baru itu belum bangun dari tidur nya bahkan Fiona masih berada di atas tubuh Adit. Tubuh Fiona yang kecil tidak menjadi beban untuk Adit malah Adit senang karena tadi malam Fiona yang memimpin saat ronde terakhir.
Mereka berdua memang izin dari kampus untuk beberapa hari, Berbeda dengan Alvaro dan Angel yang sudah menjadi pasangan ter romantis di kampus, mereka tidak habis pikir jika Alvaro bisa sebucin itu pada Angel.
Dua sahabat Alvaro hanya bisa diam menyaksikan momen-momen romantis Alvaro dengan Angel, ini adalah momen langka bagi mereka melihat Alvaro seperti ini.
"Temani aku ke kamar mandi." ucap Alvaro.
"Untuk apa." tanya Angel.
"Aku kebelet tapi aku takut jika aku di culik oleh wanita lain." jawab Alvaro.
Angel tidak bisa menolak Alvaro, sebelum masuk Alvaro mengosongkan dahulu kamar mandi itu baru lah ia masuk kedalam bersama Angel.
"Sudah." tanya Angel.
"Sudah." jawab Alvaro dan menarik tubuh Angel.
"Sayang ayo aku ada kelas." kata Angel.
Alvaro yang berniat ingin bermain-main langsung melepaskan Angel dan membawa Angel ke kelas nya.
"Nanti aku tunggu di mobil." ucap Alvaro.
"Iya sayang, aku masuk dulu." ujar Angel.
__ADS_1
Setelah jam selesai Angel langsung keluar kelas, Tiba-tiba ada yang mendorong nya sampai Angel terjatuh ke lantai.
Note : karena terlalu fulgar akan author edit 1x24 jam jadi besok sudah berbeda lagi. Beruntung lah kalian yang bisa membaca nya sekarang