Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Episode 193 S3


__ADS_3

Setelah tenggelam nya matahari, mereka masuk ke dalam tenda masing-masing untuk mengganti pakaian. Dengan terpaksa Alana dan Rizky satu tenda karena Dylan dan Verrel tidak mau berpisah dengan istri mereka.


"Pak, jika ingin membuka baju, bilang dulu biar saya keluar dulu." Ucap Alana.


"Buat apa Alana, kamu juga sudah melihat seluruh tubuh saya." Kata Rizky.


"Hadehhh, tidak mempunyai rasa malu."


"Jika kamu ingin menyentuh ini katakan, banyak wanita yang tergila-gila dengan roti sobek saya." Goda Rizky.


"Apa boleh pak." Tanya Alana yang sebenarnya sejak lama ingin menyentuh perut Rizky.


"Hadeh." Rizky menarik Alana lebih mendekati nya.


"Rasakan, bukan nya ini sangat luar biasa." Tanya Rizky sambil mengarahkan tangan Alana ke perut nya.


"Wow luar biasa, kenapa terasa sangat seksi." Ucap Alana dengan tangan nya terus menelusuri roti sobek Rizky.


Rizky menyesal membiarkan Alana menyentuh perutnya, sentuhan Alana membuat nya terangsang seketika.


"Alana, sudah." Rizky menahan tangan Alana.


"Hehehe maaf pak." Ucap Alana.


"Kamu sudah membangunkan junior saya." Kata Rizky.


"Ya sudah cepat pakai pakaian bapak, setelah itu keluar saya juga ingin mengganti pakaian."


"Saya ingin melihat tubuh mu, saya belum pernah melihat milik mu." Ucap Rizky.


"Tidak mau, saya tidak akan memperlihatkan nya di depan orang yang belum sah menjadi suami saya."


"Iya iya, saya mengerti." Rizky keluar dari tenda itu.

__ADS_1


Setelah semua nya selesai mengganti pakaian mereka semua berkumpul di atas tikar yang di bentang kan dekat api unggun.


"Kita mulai sekarang, truth or dare." Ucap Verrel.


Verrel memutarkan botol bekas minuman di depan mereka semua dan botol itu berhenti mengarah ke diri nya.


"Ah sial." Ucap Verrel.


"Truth or dare." Tanya Dylan.


"Truth." Jawab Verrel.


"Aku yang bertanya, berapa kali kau melakukan hubungan intim dalam seminggu." Tanya Rizky.


"Setiap hari jika ada waktu." Jawab Verrel dengan santai.


"Kau memang tidak mempunyai malu, pertanyaan seperti itu bisa nya kau jawab." Ucap Rizky.


"Bukan salah Verrel, salah yang menanyakan nya." Ujar Dylan sambil memutar kembali botol itu.


"Aku belum memilih truth atau dare, kenapa kau langsung menanyakan hal itu." Ucap Rizky.


"Kami tidak perlu pendapat mu, cepat katakan kau pernah berhubungan intim tidak." Tanya Verrel


"Tidak, aku masih suci."Jawab Rizky.


"Kau yakin, aku tidak percaya di kampus dulu bukan nya kau seorang playboy." Ujar Dylan.


"Bukan nya kalian berdua yang playboy, mempunyai banyak pasangan dan tebar pesona di setiap waktu. Aku tidak ada waktu untuk melakukan itu, kau tau sibuk nya anak basket seperti apa." Ucap Rizky.


"Sayang." Ucap Lia dan Akifa bersama.


"Jangan percaya dia sayang, aku tidak mungkin seperti itu. Kamu wanita satu-satu nya yang aku tiduri." Ucap Verrel.

__ADS_1


"Iya sayang, aku juga. Kita sama-sama baru pertama kali melakukan nya." Kata Dylan.


"Cih, menjijikkan." Ucap Rizky sambil memutar botol itu kembali.


"Alana truth or dare." Tanya Dylan.


"Alana kau pilih dare saja, kakak akan memberikan mu tantangan." Ujar Verrel.


"Hmmm baiklah, aku pilih dare." Ucap Alana.


"Alana, cium Rizky sekarang jika kamu mencintai nya dan tampar dia jika kamu terpaksa menikah dengan nya." Ucap Verrel.


"Apa apaan ini, tidak Alana jangan lakukan itu." Kaga Rizky karena ia tau pasti Alana akan menampar nya.


"Kak aku tidak mau melakukan nya." Tolak Alana.


"Tidak ada penolakan Alana, lakukan saja. Tampar Rizky dengan sangat kuat." Ucap Verrel.


Rizky memejamkan mata nya, ia sudah siap menerima tamparan dari Alana karena ia tau jika Alana terpaksa menikah dengan nya.


"Cup." Alana mencium bibir Rizky.


Mereka semua terkejut menyaksikan momen itu, termasuk Rizky yang sama sekali tidak menyangka.


"Ayo cepat lanjutkan." Ucap Alana yang sangat malu.


"Kamu mencintai saya Alana." Bisik Rizky.


"Jangan terlalu percaya diri pak, nanti saya akan menjelaskan nya." Ucap Alana.


"Verrel, kau lagi, pilih dare." Kata Dylan.


"Dare, apa tantangan apa." Tanya Verrel.

__ADS_1


Dylan mengambil kunci mobil Verrel dan melemparkan nya ke tempat gelap dan mengerikan.


"Ambil itu, jika tidak kita tidak akan bisa pulang." Ucap Dylan.


__ADS_2