
"Saya terima...
"Dylan." Teriak Verrel.
Sontak semua orang tertuju pada Verrel, terutama Dylan yang langsung berdiri kebingungan melihat Verrel yang berjalan mendekati nya.
"Apa kau gila, kau sudah memiliki istri bodoh." Verrel menarik Dylan dan langsung memeluk nya.
"Siapa kau, kenapa kau mengacaukan pernikahan anak ku." Tanya Sumanto.
Verrel tidak memperdulikan Sumanto, ia masih memeluk Dylan dan mencerna apa yang terjadi sampai Dylan mau menikah lagi.
"Kau siapa." Tanya Dylan yang diam mematung di dalam pelukan itu.
Dugaan Verrel tepat seratus persen, ia langsung mengerti jika Dylan mengalami lupa ingatan.
"Kau tidak mengingat ku, aku sepupu mu." Jawab Verrel.
Tak lama Rizky dan Candra juga sampai di tempat itu, mereka langsung berlari dan ikut memeluk Dylan yang masih diam membeku.
"Akhirnya kami menemukan mu." Ucap Rizky.
"Kau gila, kemana saja kau, kami sangat khawatir pada mu." Ujar Candra.
"Hey siapa kalian semua, kalian pengacau acara ku." Ucap Sumanto.
"Kami saudara dari Dylan, kau masih memakai gelang pertemanan kita." Ucap Rizky sambil mengangkat tangan Dylan.
__ADS_1
"Gelang ini." Kata Dylan yang terkejut ternyata bukan hanya diri nya yang memakai gelang, tiga orang yang datang itu juga memakai sebuah gelang.
"Dylan jawab pertanyaan ku, kenapa kau menikah lagi, apa kau tidak ingat kau memiliki istri dan istri mu sedang hamil." Ucap Verrel.
"Aku tidak tau, mereka berdua berkata aku berasal dari sini dan aku mengalami kecelakaan sampai ingatan ku hilang."
"Oh jadi kalian berdua penyebab semua nya." Ujar Rizky.
Verrel mengambil hp nya dan menunjukkan sebuah foto pernikahan Dylan dan Lia, bukan hanya itu foto -foto kebersamaan mereka juga Verrel perlihatkan.
"Aku berada di sana." Ucap Dylan.
"Kau saudara kami, dan kau tau istri mu sedang sakit memikirkan kau yang tidak kunjung kembali. Kau mengalami kecelakaan di sebuah jembatan." Kata Verrel.
"Dia berbohong Dylan, kau anggota keluarga kami." Ucap Sumanto.
"Mas bagaimana dengan ku, kamu mau menikah dengan ku kan." Tanya Lilis.
"Kalian berdua berbohong, mereka saudara ku, aku memilki istri, kenapa kalian berbohong pada ku." Kata Dylan.
"Dimana cincin kawan mu Dylan." Tanya Candra.
"Cincin, aku tidak memakai cincin." Jawab Dylan.
"Dylan tidak pernah melepaskan cincin Kawin nya, dimana cincin kawin Dylan, jika kau berbohong jangan salahkan kami keluarga mu akan hancur." Ucap Verrel.
"Kami tidak mengambil apapun." Elak Sumanto.
__ADS_1
Ambil semua uang yang tersisa dan berikan semua nya pada laki-laki tua ini." Ucap Dylan.
Candra melemparkan tas yang berisi banyak uang, mata mereka semua berbinar saat melihat uang yang sangat banyak berwarna merah.
"Lilis ambil kan cincin milik Dylan." Ucap Sumanto.
"Tapi pak, bagaimana dengan pernikahan ku, aku belum tidur dengan nya." Tanya Lilis.
"Kau bisa mendapatkan pria yang lebih dari Dylan, cepat ambil cincin nya." Jawab Sumanto.
Setelah kurang lebih 1 jam menunggu akhirnya helikopter yang menjemput mereka datang. Dylan yang sudah mendapatkan cincin kawin nya kembali berjalan mendekati Sumanto dan Lilis.
"Terimakasih pak, bagaimana pun bapak yang menyelamatkan ku, jika tidak ada bapak saya pasti sudah meninggal. Dan kamu Lilis perbaiki diri mu dengan begitu kamu akan mendapatkan laki-laki yang baik. Jodoh mu cerminan diri mu Lilis." Ucap Dylan dan kembali berlari mendekati Verrel dan yang lainnya.
"Pak mas Dylan pergi, aku belum tidur dengan nya." Kata Lilis.
"Kau bisa tidur dengan bapak nanti malam." Ucap Sumanto yang asik menghitung seberapa banyak uang yang ia terima.
"Kau kembali." Ucap Verrel sambil memeluk Dylan dari samping.
Dylan tersenyum pada tiga orang di samping nya, ia merasakan ikatan di antara mereka semua.
"Siapa nama mu." Tanya Dylan pada Verrel.
"Dia kenapa Verrel, dia melupakan kita semua." Ucap Rizky.
"Dia mengalami lupa ingatan saat kecelakaan itu, nama ku Verrel, dia Rizky dan yang sana Candra." Kata Verrel.
__ADS_1
"Verrel, jika aku kembali istri ku sedang sakit tapi aku tidak mengingat nya apa itu tidak membuat hati nya terasa sangat sakit." Tanya Dylan.
"Semua bisa di bicarakan baik-baik, yang terpenting kau kembali." Jawab Verrel.