
"Hallo," ucap Kenzi.
"Sayang." Karla agak canggung ingin memulai pembicaraan dari mana.
"Sayang," ucap Kenzi sambil membuka mata nya lebar-lebar.
"Ini kamu sayang," tanya Kenzi.
"Hmmm iya, kenapa tidak suka aku telepon?"
"Eh suka, aku lagi tidur sambil berendam, jadi aku agak sedikit nge-lag."
"Aku juga sedang berendam," kata Karla.
"Tidak memakai apapun," tanya Kenzi..
"Hmmmm."
"Sayang video call ya," ucap Kenzi.
"Mau apa," tanya Karla.
"Sayang video call, jangan blokir aku lagi," jawab Kenzi.
Karla mematikan sambungan telepon itu dan mulai menghubungi Kenzi dalam sambungan video call. Dengan semangat Kenzi langsung mengangkat nya, ia sangat senang dapat melihat wajah istri nya kembali.
"Sayang, kamu di pantai, kenapa indah sekali," tanya Kenzi.
"Iya aku menginap di penginapan di atas laut," jawab Karla.
"Kamu semakin cantik saja, aku ingin bertemu dengan mu, apa anak ku merindukan daddy nya," tanya Kenzi.
"Seperti nya begitu," jawab Karla.
"Hahaha sudah aku duga, pasti dia ingin daddy mengunjungi nya lagi," ucap Kenzi.
"Kapan kamu pulang dari Jepang," tanya Karla.
"Aku, mungkin besok. Setelah aku pulang dari jepang aku akan langsung menjemput mu," jawab Kenzi.
"Siapa mau kamu jemput, aku saja tidak meminta untuk menjemput ku," ucap Karla.
"Sudah sayang jangan malu, aku tau kamu pasti sudah tidak tahan, aku akan menjemput mu," kata Kenzi.
"Hmmmm," gumam Karla.
"Sayang maafkan aku, aku pria yang sangat buruk," ucap Kenzi.
"Aku tidak menerima maaf mu jika tidak secara langsung."
"Jadi kamu sudah mau aku jemput," tanya Kenzi.
"Ya sudah bye-bye," Karla langsung mematikan sambungan telepon itu.
"Kakek aku ingin pulang," teriak Kenzi.
Karla tersenyum setelah melihat wajah suami nya. Rasa rindu nya pada Kenzi sedikit terobati. Karla merasa sudah cukup memberikan pelajaran pada suami nya. Lagi pula semakin lama ia terpisah dengan Kenzi rasa rindu nya pada Kenzi semakin berat.
__ADS_1
"Kenzi," ucap Karla yang kembali mendapatkan sambungan video call.
Karla langsung mengangkat nya, ia pikir terjadi sesuatu yang mengkhawatirkan pada suami nya. Ternyata Kenzi hanya meminta Karla untuk melihat Kenzi memakai pakaian.
"Sayang aku kira apa," ucap Karla.
"Hahaha kamu pasti merindukan bentuk tubuh ku kan," kata Kenzi.
Mata Karla tertuju pada tubuh suaminya yang masih terlihat bekas luka, ia sedikit menyesal telah membuat Kenzi sampai seperti itu. Tapi tak butuh waktu lama mata Kenzi sudah menatap ke arah lain.
"Itu sedang tidur sayang," tanya Karla.
"Ia tidak tidur, kamu mau lihat dia Bangun ada syaratnya," jawab Kenzi.
"Tidak mau," ucap Karla.
"Sayang tolong turun kan ke arah bawa," kata Kenzi.
"Tidak mau kamu mesum ya, aku tidak suka," ucap Karla.
"Sayang ayolah cepat," ucap Kenzi.
Karla membuang air di dalam badthup, setelah itu ia mulai menurun kan kamera handphone nya.
"Ahkkk aku tidak kuat," ucap Kenzi sambil memastikan sambungan video call itu.
"Hahaha dasar," kata Karla.
Nafas Kenzi mulai tidak beraturan, adik nya juga sudah mulai naik, hal ini membuat Kenzi tidak bisa memakai celana d*lam.
"Kenzi kau sudah siap," teriak Alvaro.
Berbeda dengan Kenzi yang sudah mulai mendapatkan kejelasan Axel masih belum mendapatkan kejelasan dari Wilda. Mungkin karena kesalahan Axel lebih parah di bandingkan dengan Kenzi.
Meskipun begitu Wilda juga mulai merasakan rasa rindu yang mendalam. Apalagi saat ini ia hanya tinggal di apartemen sendiri.
"Ahkkk ini kenapa perut ku, rasa nya sangat mual," ucap Wilda.
Wilda berjalan ke kamar mandi untuk membuang isi perut nya lagi. Ia sudah dua kali muntah-muntah, meskipun begitu Wilda masih enggan meminum obat ataupun ke dokter. Ia hanya menghubungi tante nya untuk membuatkan minuman pereda rasa mual.
"Zayn, kau dimana kenapa lama sekali," tanya Wilda.
"Aku masih di jalan, aku sudah membawakan minuman yang mamah buat untuk mu," jawab Zayn.
"Lama sekali, cepat lah aku sudah sangat mual," ucap Wilda.
"Aku seperti suami mu saja," kata Zayn.
Sesampainya di apartemen Wilda, Zayn langsung memberikan paperback yang di titipkan mamah nya untuk Wilda.
"Testpack," ucap Wilda.
"Ha kau hamil," tanya Zayn.
"Mana aku tau, testpack ini ada di dalam paperback ini," jawab Wilda.
"Oh mungkin mamah pikir kau sedang hamil, kau minum itu dulu, nanti aku akan memberikan mu beberapa pertanyaan, aku tau ciri-ciri wanita hamil," ucap Zayn.
__ADS_1
"Kau memang benar tau, kau tau dari mana," tanya Wilda.
"Sudah minum saja dulu," ucap Zayn.
"Kau tidak lihat aku sudah meminum nya, lakukan sekarang, aku sangat penasaran."
"Apa saja yang kau rasakan," tanya Zayn.
"Ya hanya mual itu, tapi mual nya berbeda dari biasa nya," jawab Wilda.
"Apa kau merindukan suami mu," tanya Zayn.
"Ya itu pasti," jawab Wilda.
"Fiks kau hamil," ucap Zayn.
"Hahaha kau bercanda, kau hanya bertanya seperti itu dan langsung memastikan aku hamil," kata Wilda.
"Wilda saat pacar ku hamil dia sama seperti apa yang kau rasakan."
"Aku hanya berhubungan sekali, itu pun belum ada dua minggu," ucap Wilda.
"Kau pikir tidak bisa, apalagi kalau kau sedang masa subur," kata Zayn.
"Ahhhkkk kau membuat ku penasaran," ucap Wilda sambil berjalan ke arah kamar mandi.
Dari pada ia penasaran Wilda merasa lebih baik ia memeriksa nya. Toh kalau dia hamil diri nya masih memiliki seorang suami.
"Kau gila Zayn, aku tidak hamil," ucap Wilda.
Tak lama Wilda kembali ke luar dari kamar mandi ia memberikan testpack yang hanya menunjukan satu garis saja.
"Aku hanya masuk angin, kau lihat ini," ucap Wilda.
Zayn mengambil testpack itu, mata nya memicing karena melihat sesuatu yang janggal.
"Kau gila, ini dua garis tapi satu garis nya samar," ucap Zayn.
"Kau serius," tanya Wilda.
"Buat apa aku berbohong, selamat Wilda kau akan menjadi seorang ibu," ucap Zayn.
"Ini tandanya aku harus kembali dengan suami ku, ya sudahlah aku juga masih cinta pada nya."
"Lebih baik begitu, hubungi suami mu minta jemput sekarang."
"Aku hanya meminta nya untuk menjemput ku, aku akan memeriksa kandungan ini dulu," ucap Wilda.
"Jemput aku sekarang." Wilda hanya mengirimkan pesan singkat pada Axel.
"Ahkkkkkk," teriak Axel.
"Hey ada apa," tanya Rizky.
"Istri ku meminta ku untuk menjemput nya," jawab Axel.
"Tunggu apalagi bersiap lah, aku akan menyewakan jet pribadi untuk mu," ucap Rizky.
__ADS_1
Dengan cepat Axel langsung berlari masuk ke dalam kamar nya, hal yang paling ia tunggu sudah tiba, sebelum Wilda berubah pikiran ia ingin cepat-cepat terbang.