Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Episode 203 S4


__ADS_3

Pagi hari nya. Seperti biasa nya Vivi harus pergi ke Cafe, saat berjalan menuju parkiran mobil ia terkejut melihat Rakha dan Vano sama-sama memanaskan mobil.


"Dimana supir nya," batin Vivi.


"Vivi mau ikut dengan ku," tanya Rakha.


"Dengan ku saja, aku sekalian ingin ke kantor," ujar Vano.


"Kakek ke kantor saja sendiri, aku yang akan mengantarkan Vivi ke Cafe."


"Kau hanya mau mengantarkan nya kan ingat kau sudah punya istri. Lebih baik dengan ku yang satu arah," kata Vano.


"Aku ikut dengan kakek saja, maaf Rakha kakek benar kamu sudah punya istri, tidak baik kalau kita terus bersama," ucap Vivi.


"Sudah ayo Vivi." Vano tersenyum puas saat Vivi memilih nya.


"Lihat kakek dan cucu sedang berusaha mendekati Vivi," kata Dylan.


"Kalau dengan paman aku tidak masalah, tapi dengan Rakha, dia sudah mempunyai istri. Aku tidak rela jika Vivi menjadi istri ke dua," ucap Verrel.


Di perjalanan Vivi tampak sangat akrab sekali dengan Vano. Mereka berdua terus tersenyum seperti pasangan yang sedang jatuh cinta.


"Hahaha kakek bisa saja, mana mungkin bisa seperti itu," kata Vivi.


"Mungkin saja, tapi kau mau tidak," tanya Vano.


"Aku tida tau kek, jujur aku sudah nyaman dengan nya. Tapi fakta nya dia sangat mustahil untuk ku, kalau yang kakek katakan benar. Aku masih bisa memikirkan nya dua kali," jawab Vivi.


"Percaya dengan ku, tidak ada yang tidak mungkin," ucap Vano.


Rakha masuk ke dalam rumah dengan perasaan yang kesal, ia seperti sedang bersaing dengan kakek nya sendiri. Padahal ia sangat ingin mengantarkan Vivi agar ada kegiatan yang menyenangkan.


"Siapa wanita itu, dia sangat cantik," ucap Rakha.


"Tapi tidak secantik dan selimut Vivi. Dari pada kakek dengan Vivi lebih baik dengan nya." Rakha langsung memiliki ide berlian.


"Hey pelayan baru," panggil Rakha dengan suara yang kerasa.


"Saya tuan," tanya Anita.


"Iya kamu, sini lah," jawab Rakha.


Anita langsung berjalan ke arah Rakha, ia baru melihat Rakha di rumah ini.


"Ada apa tuan," tanya Anita.


"Siapa nama mu," tanya Rakha.


"Anita tuan," jawab nya.


"Umur," tanya Rakha.


"32 tahun," jawab Anita.


"Aku tidak percaya, katakan dengan benar," tanya Rakha.


"Hehehe maaf tuan umur saya 22 tahun," jawab Anita.

__ADS_1


"Masih muda, sudah menikah?"


"Rencana tuan, tapi belum memiliki jodoh," kata Anita.


"Kau asik juga ya. Perkenalkan nama ku Rakha," ucap Rakha.


"Iya tuan Rakha, sebelum nya kenapa memanggil saja ada apa," tanya Anita.


"Tidak ada, aku hanya ingin tau biodata mu," jawab Rakha.


"Untuk apa tuan," tanya Anita.


"Untuk seseorang, sudah lanjutkan pekerjaan mu." Rakha bangkit dari tempat duduk nya dan pergi meninggalkan Anita yang tampak kebingungan.


"Terkadang orang kaya memang terasa sangat aneh," batin Anita.


Rakha memutus untuk menyusul Vano, ia yakin kakak nya berada di cafe, atau di Efron grup. Dari kejauhan Rakha sama sekali tidak melihat Vano di cafe, ia kembali melajukan mobil nya ke Efron grup.


"Ada yang bisa saya bantu tuan," tanya Resepsionis.


"Saya malas naik ke atas, apa ada tuan Vano di sini," tanya Rakha.


"Tuan Vano sedang bersama dengan tuan Alvaro di atas," jawab Resepsionis.


"Hahaha kebetulan sekali," ucap Rakha.


Rakha naik ke lantai paling atas, ia langsung menuju ke ruangan Alvaro untuk menemui kakeknya. Semoga saja apa yang dia pikirkan berjalan dengan lancar.


"Kakek," ucap Rakha.


"Hehehe iya kek, aku ingin bertemu dengan mu," ucap Rakha.


"Untuk apa, kau ingin bertemu dengan ku," tanya Vano.


"Kakek sedang sibuk bekerja," tanya Rakha.


"Tidak aku sudah selesai, ini Alvaro sedang gila," jawab Vano.


"Gila apa Vano, aku sedang mencari kan jodoh untuk mu, apa yang gila," tanya Alvaro.


"Nah kebetulan, aku baru berkenalan dengan wanita, dia masih sangat mudah, aku yakin kakek pasti suka dengan nya." Rakha duduk di samping Vano dan Alvaro.


"Siapa wanita itu Rakha, kau sudah punya istri, senang sekali berkenalan dengan wanita baru," tanya Alvaro.


"Hehehe maaf kek, aku tampan jadi banyak wanita yang ingin dekat dengan ku," jawab Rakha.


"Aku tidak punya fotonya, nama nya Anita dia sangat cantik, umurnya 22 tahun dan belum pernah menikah," ucap Rakha.


"Nah itu bagus," ujar Alvaro.


Vano sangat bingung dengan para orang terdekatnya, kenapa mereka semua ingin sekali diri nya menikah lagi.


"Lebih baik Vivi," ucap Vano sambil melihat ke arah Rakha.


"Tidak kek ini saja," kata Rakha dengan wajah yang kesal.


"Kenapa kau seperti kesal begitu," tanya Vano.

__ADS_1


"Tidak kek, sudah yang aku katakan saja. Anita," jawab Rakha.


Sementara itu di Belanda Alice sedang menjalin aktivitas pertama nya, ia akan pergi bersama dengan Stefan ke salah satu perusahaan untuk tanda tangan kontrak.


"Sangat besar," ucap Alice.


"Hahaha iya kau menjadi model di sini," kata Stefan.


"Apa ada syaratnya," tanya Alice.


"Kau bisa masuk, aku ada pekerjaan lain. Pertemuan kalian sudah di atur," jawab Stefan.


"Baiklah, Terima kasih Stefan." Alice mengecup bibir Stefan sebagai ucapan terimakasih.


Alice langsung masuk ke dalam perusahaan itu. Ia di bawa oleh seseorang menuju ruang CEO.


"Masuk nona."


Alice masuk ke dalam ruangan itu, ia melihat pria tampan sedang duduk di kursi kebesaran nya.


"Tuan," ucap Alice.


"Kau sudah datang, benar kata Stefan kau sangat cantik dan seksi," kata April sambil bangkit dari atas kursi.


"Terima kasih tuan," ucap Alice.


"Ayo duduk." April membawa Alice duduk di sofa ruangan itu.


"Kau mau tanda tangan kontrak bukan," tanya April..


"Iya tuan, saya sangat berharap bisa menjadi model di perusahaan ini," jawab Alice.


"Satu tahun kontrak," ucap April.


"Tapi saya hanya ingin 2 bulan," kata Alice.


"Tidak bisa, satu tahun atau tidak sama sekali," ucap April.


"Apakah ada persyaratan lainnya," tanya Alice.


Tangan April masuk ke dalam dress pendek Alice, ia ingin memancing Alice apakah dia peka atau tidak dengan persyaratan berikut nya.


"Tapi saya sudah mempunyai suami tuan," kata Alice.


"Tidak masalah, kita tunjukan lebih kuat mana aku atau suami mu." April menggendong Alice ke kamar pribadi nya.


Di Kantor perasaan Rakha benar-benar sangat tidak enak. Otak nya langsung tertuju pada Alice istri nya.


"Kau kenapa," tanya Vano.


"Perasaan ku tidak enak," jawab Rakha.


"Istri mu," tanya Vano.


"Iya kek istri ku, ntah kenapa perasaan ku sangat tidak enak pada nya," jawab Rakha.


"Dia wanita tidak baik," ucap Vano.

__ADS_1


__ADS_2