Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Episode 127 S2


__ADS_3

"Sayang, kamu kenapa." ucap Alvaro sambil mengusap wajah Angel.


Tak lama dokter yang di panggil Agnes datang, ia langsung memeriksa keadaan Angel.


Setelah beberapa menit melakukan pemeriksaan dokter itu tersenyum pada Alvaro dan yang lainnnya.


"Kenapa dok, kenapa dengan istri saya, apa dia sakit." tanya Alvaro.


"Tenang mas, istri anda tidak sakit."


"Jadi dok, kenapa istri saya pingsan?"


"Selamat ya mas, buk. Keluarga Efron akan mendapatkan satu anggota baru lagi." ucap dokter itu.


"Ha keluarga baru." mereka semua tercengang.


"Maksudnya apa ya dok." tanya Alex.


"Menantu pak Alex, sedang hamil." jawab Dokter.


"Hamil." ucap Alex.


Ia langsung memeluk Agnes sangking senang nya karena akan memiliki seorang cucu, Agnes pun begitu ia juga sangat senang.


Berbeda dengan orang tua nya, Alvaro malah masih tidak menyangka jika istri nya hamil. Bukan nya ia tidak senang karena istri nya hamil tetapi ia merasa belum siap menjadi seorang ayah.


Walaupun begitu Alvaro merasa tetap bertanggung jawab untuk menjadi suami dan ayah yang baik pada istri dan anak nya.


"Kenapa al, kau tidak senang istri mu hamil." tanya Alex.


"Hmmm biasa saja yah." jawab Alvaro.


Mereka semua menaikan satu alis nya saat mendengar Jawaban dari Alvaro.


"Agar lebih memastikan nya lagi, mas Alvaro bisa memeriksakan kandung istri nya ke rumah sakit."


"Iya dok, terimakasih." ucap Alvaro.


Setelah semuanya keluar dari kamar nya, Alvaro naik ke atas ranjang dan memeluk Angel dengan erat.


"Sayang." ucap Angel.


"Kamu sudah sadar, apa ada yang sakit." tanya Alvaro.

__ADS_1


"Tidak ada, hanya perut ku sedikit keram dan kepala ku pusing."


Alvaro bergerak mengambil obat yang di berikan dokter berserta air mineral di atas meja.


"Minum lah." ucap Alvaro.


"Terimakasih." Angel meminum obat itu.


"Kamu tau apa yang terjadi pada diri mu." tanya Alvaro.


"Tidak tau, mungkin aku hanya kelelahan." jawab Angel.


"Kamu hamil sayang." kata Alvaro.


"Hamil, aku hamil." ucap Angel yang sangat bahagia ketika mendengar diri nya sedang hamil.


Tetapi kesenangan nya berubah seketika saat melihat ekspresi Alvaro yang biasa saja. Karena ia tau jika Alvaro belum siap menjadi ayah.


"Sayang, kamu marah aku hamil." tanya Angel.


"Marah? jelas tidak. Kenapa aku harus marah, aku tidak marah hanya saja aku belum siap." jawab Alvaro.


"Jadi bagaimana, tidak mungkin aku membuang janin ku." kata Angel.


"Terimakasih telah mengerti semuanya." kata Angel.


"Hey boy, kau akan merebutnya dari ku." ucap Alvaro dengan mengusap perut Angel.


"Merebut ku dari mu." tanya Angel.


"Kau akan sibuk dengan bayi ini, dan aku akan terlupakan. Aaahh aku tidak sanggup." jawab Alvaro.


"Kau cemburu dengan anak mu sendiri." kata Angel sambil menahan tawa nya.


"Kenapa tidak boleh?"


"Tidak sayang, walaupun aku memilki tanggung jawab lain. Aku tidak akan melupakan mu." kata Angel.


"Itu sekarang, jika sudah lahir nanti pasti kau akan melupakan ku. Kau akan memeluk nya selalu, mencium nya selalu sedang akan aku akan tersingkir kan." kata Alvaro.


"Suami ku ada-ada saja ya, aku janji tidak akan seperti itu." ucap Angel.


Alvaro mengarahkan kepala nya ke perut Angel dan menarik baju Angel sampai terbuka.

__ADS_1


"Kau dengar, bunda mu tidak akan melupakan ku. Jangan sampai kau membuat nya melupakan ku, kita berbagai wanita yang sama dan kau harus adil." Alvaro mencium perut rata Angel.


Angel menarik tangan Alvaro dan memeluk nya dengan erat. Menurut nya suami saat ini benar-benar menggemaskan."


Berita kehamilan Angel sudah sampai ke kuping Vano dan Anggi. Mereka berdua takut jika Anggi hamil juga karena mereka berdua belum menikah. Kalau itu terjadi nama baik keluarga Efron akan tercemar.


"Tidak aku tidak mungkin hamil." ucap Anggi.


"Kenapa kamu bisa yakin begitu." tanya Alvaro.


"Kita baru tiga kali, tidak mungkin secepat itu." jawab Anggi.


"Iya juga ya, untung sebentar lagi kita akan menikah, ayo buat lagi."


"Cetak." Anggi menyentil Kepala Vano. Ia kesal karena Vano selalu berpikiran mesum.


"Apa otak Laki-laki hanya berpikir mesum saja." kata Anggi.


"Iya, 50 persen otak kami memikirkan itu." ucap Vano.



"Ingat sayang, sebelum menikah aku tidak mau melakukan hal itu." ucap Anggi.


"Iya iya aku mengerti." kata Vano.


Di tempat lain dan dengan pasangan yang berbeda pula, mereka berdua sedang duduk di pinggir kolam renang. Siapa lagi kalau bukan Fiona dan Adit.


"Kak aku mau hamil." ucap Fiona.


"Ya sudah ayo kita buat." kata Adit.


"Tidak tidak, tadi pagi sudah mana mungkin siang lagi. Aku mana kuat."


"Kenapa tidak kuat, aku saja kuat." Adit menyombong kan diri nya.


"Kak apa anu mu tidak bisa di perkecil lagi, aku masih merasakan sakit." bisik Fiona.


"Sakit di awal kan, sisa nya sangat nikmat." bisik Adit yang membuat wajah Fiona seperti kepiting rebus.


(Maaf ya)


__ADS_1


__ADS_2