
"Apa yang sedang dia kerjakan," batin Alice.
"Sayang kamu sudah siap untuk malam ini," tanya April.
"Kita mau kemana lagi, kapan aku mulai pemotretan," tanya Alice.
"Kita akan menggapai surga dunia bersama, kalau untuk pemotretan besok sudah bisa," jawab April.
"Oh iya, ya sudah ayo, aku suntuk jika hanya di hotel," ucap Alice.
Rakha dan yang lainnya sudah sampai di salah satu restoran besar. Rakha memesan semua makanan yang paling rekomendasi di restoran itu. Restoran itu memiliki teman duduk khusus untuk seseorang yang sedang pendekatan alias pdkt. Satu meja hanya untuk dua orang saja, Rakha mengambil dua meja untuk nya dengan Vivi dan Vano dengan Anita.
"Hey kau yang menentukan nya," ucap Vano.
"Hahaha tidak papa kek, sudah lah tidak ada beda nya," kata Rakha.
Anita sangat deh dengan duduk dengan Vano, ia tidak tau kenapa Vano memiliki aura yang menurut nya sangat luar biasa. Tidak semua pria memiliki aura seperti Vano.
"Nama mu Anita," tanya Vano.
"Iya tuan, saya pelayan baru di rumah keluarga Efron," jawab Anita.
"Oh pantas aku tidak pernah melihat mu," ucap Vano.
"Iya tuan, tuan apa tidak papa makan dengan pelayan seperti saya," tanya Anita.
"Apa semua orang tau kau pelayan di rumah ku, tidak kan untuk apa aku malu," jawab Vano.
"Panggil saya pak atau siapa lah, jangan tuan," kata Vano.
"Kalau kek bagaimana," tanya Anita.
"Tidak jangan aku tida suka," jawab Vano.
"Hehehe iya pak," ucap Anita.
"Kau tau kenapa Rakha mengajak mu dan bertanya semua tentang mu," tanya Vano.
"Tidak tau pak, saya juga bingung kenapa tuan Rakha melakukan itu," jawab Anita.
"Sambil makan saja, kalau cerita tidak makan tidak akan selesai," kata Vano.
__ADS_1
"Saya tidak tau cara menggunakan pisau," ucap Anita.
"Pakai apa yang kau bisa." Vano jadi ingat dengan Anggi yang kebingungan saat ia ajak makan di restoran mahal.
"Jadi apa tujuan tuan Rakha pak," tanya Anita.
"Rakha ingin menjodohkan mu dengan ku," jawab Vano.
"Uhuk uhuk uhuk." Anita tersedak makanan saat Vano mengatakan hal itu pada nya.
"Dengan pak Vano," tanya Anita.
"Iya aku sudah tau respon mu, mana mungkin kau mau dengan pria tua seperti ku," jawab Vano.
"Bu.. bukan begitu, apa pak Vano duda," tanya Anita.
"Hmmm," gumam Vano.
"Oh begitu, pantas saja, pak Vano mau duduk berdua dengan saya," kata Anita.
"Ada apa dengan status duda apa salah?"
"Tidak ada yang salah, maaf Pak Vano, saya tidak pernah memandang rendah seseorang. Mau duda ataupun tua kalau sudah mejadi jodoh saya, saya pasti menerima nya," kata Anita.
"Kalau aku serius menikahi mu kau mau," tanya Vano.
"Hehehe maaf Pak, bukan nya saya tidak mau Saya tidak bisa langsung menjawab pertanyaan penting seperti itu. Saya perlu berpikir, saya perlu meminta pendapatan orang terdekat saya."
"Hmmm kau cukup dewasa untuk menjadi istri ku, tapi jangan kepedaan aku tadi tanya bercanda, jangan kau anggap serius," kata Vano.
"Iya Pak, mana mungkin bapak mau menikah dengan saya. Banyak wanita elite dan cantik yang pasti mau dengan bapak."
"Hmmm aku tidak mencari wanita seperti itu. Aku mencari wanita yang benar-benar bisa menerima ku apa ada nya, aku sudah tua, tidak ada yang bisa diharapkan dari ku," kata Vano.
"Bapak itu masih tampan loh, hmmm kalau bapak mewarnai rambut bapak menjadi hitam pasti akan lebih muda, kalau Rakha itu cucu bapak, umur bapak sudah 50 tahun," tanya Anita.
"Hmmm usia itu sangat sensitif, jangan bertanya usia. Oke setelah ini aku akan ke salon," ucap Vano.
"Hahaha tidak sekarang juga, ini sudah malam besok saja," kata Anita.
Rakha tersenyum puas melihat kedekatan Vano dan Anita. Semua nya sesuai dengan rencana nya dari awal. Ia tidak menyangka Vano dengan Anita bisa dekat dengan cepat.
__ADS_1
"Bagaimana apa mereka berdua cocok," tanya Rakha.
"Cocok saja, Anita itu sangat dewasa loh, aku sudah kenal sejak lama," jawab Vivi.
"Oh begitu, kalau dengan ku cocok tidak," tanya Rakha.
"Rakha kamu sudah punya istri, tidak boleh begitu," jawab Vivi.
"Hehehe iya iya, aku hanya bercanda," kata Rakha.
"Vivi jangan punya teman dekat dulu ya dalam waktu dekat," ucap Rakha.
"Kenapa emang nya," tanya Vivi.
"Mana tau aku ada kesempatan," jawab Rakha.
"Rakha aku tidak mau jadi istri ke dua," ucap Vivi.
"Hahaha kenapa tidak mau aku bisa adil kok," kata Rakha.
"Bulshit itu hanya perkataan seorang buaya," ucap Vivi.
"Aku tidak akan punya istri dua, dulu sepupu ku Kenzi juga memiliki istri dua tapi tidak tahap lama," kata Rakha.
"Nah begitu, jika ada masalah dengan istri mu selesai kan baik-baik. Kalau tidak bisa cari jalan yang terbaik," ucap Vivi.
"Aku rasa kakek sudah bercerita tentang Alice pada Vivi, aku curiga kakek ingin menjodohkan ku pada nya," batin Rakha.
"Rakha jangan berharap dengan sesuatu yang tidak pasti. Pertahanan kan jika masih bisa di pertahankan," ucap Vivi.
"Iya iya, aku pasti mempertahankan sesuatu yang sudah aku perbuat. Aku sudah banyak berjuang untuk hal ini," kata Rakha.
Setelah selesai makan mereka berjalan menuju ke mall. Mereka ingin bersenang-senang untuk malam ini. Vivi dan Anita tidak perlu khawatir tentang masalah uang sudah ada sugar daddy di dekat mereka. Meskipun begitu mereka berdua tidak seperti wanita matre yang memanfaatkan pria.
"Tenang ada sugar daddy," bisik Rakha pada Vivi.
"Tidak boleh begitu," kata Vivi.
"Kita mau kemana," tanya Anita.
"Lebih baik kita berpisah saja, aku dan Vivi akan pergi ke sana, kakek dan Anita terserah," ucap Rakha.
__ADS_1
"Ayo Anita." Vano berjalan menjauhi mereka berdua.
"Ayo Rakha gas, jangan kasih kendor, aku yakin rasa percaya mu pada istri mu itu sudah tidak ada Aku akan membuat mu sadar secara perlahan jika Alice bukan wanita yang baik."