Takdir Cinta Agnes

Takdir Cinta Agnes
Episode 225 S4


__ADS_3

"Hmmm ya ya ya, kamu benar," kata Anita.


"Aku janji aku akan lebih sering memberikan mu kabar," ucap Vano.


"Iya tidak masalah, kamu sudah makan belum," tanya Anita.


"Sudah tadi, aku tadi ke lokasi pesta, jadi aku makan banyak di sana," jawab Vano.


"Anita kamu sedang dimana, pakai kamu terlihat seksi," tanya Vano.


"Aku sedang di kamar, aku sedang tidak enak badan. Satu harian aku berbaring di kamar," jawab Anita.


"Kamu sakit Anita, sudah berobat," tanya Vano.


"Sudah tadi, akun tidak sakit sih, hanya tidak enak badan saja," jawab Anita.


"Sama saja, itu sakit sayang, sudah lah kamu istirahat saja," ucap Vano.


"Aku merindukan mu," kata Anita.


"Hehehe jangan rindu berat, kamu tidak akan kuat buar aku saja," ucap Vano.


"Hahaha bapak bisa ngegombal seperti itu, aku menyangka loh."


"Apa aku masih pantas untuk menggombal," tanya Vano.


"Masih lah pak, tidak ada batasan usia untuk melakukan itu," jawab Anita.


"Anu berhenti memanggil ku pak, aku bukan bapak mu," ucap Vano.


"Jadi apa, mas atau sayang," tanya Anita.


"Sayang saja, aku suka mendengar nya," jawab Vano.


"Aku akan memanggil bapak sayang jika kita hanta berdua saja," kata Anita.


"Rakha sudah tau hubungan kita," ucap Vano.


"Ahkkk bapak kenapa sampai tau," tanya Anita.


"Dia melihat kita berciuman di mobil malam itu. Lagi pula cepat atau lambat mereka semua akan tau hubungan kita," jawab Vano.


"Ya kan tidak enak dengan tuan Rakha," kata Anita.


"Berhenti memanggil nya tuan, dua seumuran dengan mu, panggil saja Rakha," ucap Vano.


"Apa tidak papa pak, dia kan tuan muda," tanya Anita.


"Kau aneh ya, dia memenang tuan muda tapi dua cucu ku, untuk apa kau memanggil tuan, jika dia akan menjadi cucu mu juga," jawab Vano.


"Hahaha akan aneh, aku akan mempunyai cucu padahal aku saja belum enak-enak. Ya sudah sayang mandi dulu sana, kamu pasti bauk kan," ucap Anita.


"Enak saja aku wangi ya, ya sudah aku ingin mandi dulu, jika Rakha mendengar obralan kita pasti dia akan tertawa," kata Vano.

__ADS_1


Keesokan harinya. Vano dan Rakha sudah bersiap untuk pergi ke rumah teman nya Vano, orang yang telah membantu mereka mengurus perpisahan Rakha dan Alice. Kata mereka ada sesuatu yang sangat penting untuk di bicarakan, Rakha yakin perpisahan nya dengan Alice sudah selesai, itu sebabnya ia terlihat begitu semangat pagi ini.


"Kau terlihat sangat bahagia," kata Vano.


"Hehehe iya kek, aku yakin semua nya pasti sudah selesai jadi aku sangat senang," ucap Rakha.


"Ya kalau selesai kalau ada masalah bagaimana," tanya Vano.


"Tidak akan ada masalah kek, aku yakin pasti semua nya sudah selesai," jawab Rakha.


Setelah selesai bersiap-siap mereka berdua langsung pergi ke rumah taman nya Vano. Rakha sudah tidak sabar mendengar pernyataan jika diri nya sudah pisah dengan Alice. Sesampainya di sana mereka tidak langsung membicarakan masalah itu, mereka memutuskan untuk sarapan terlebih dahulu, terlebih lagi Vano dan Rakha memang belum sarapan.


"Permisi," ucap Rakha dan pergi meninggalkan ruangan itu karena ada nomor asing yang menghubungi nya.


"Halo," ucap Rakha.


"Sayang kamu dimana si, kamu masih ada di Belanda kan," tanya Alice.


"Cih jangan memanggil ku sayang, aku sangat jijik dengan panggilan itu," ucap Rakha.


"Kamu dimana, aku ingin bertemu dengan mu," tanya Vivi.


"Aku akan bertemu dengan mu setelah aku mendapatkan surat perpisahan kita," jawab Rakha.


"Kamu benar-benar ingin berpisah dengan ku, apa salah ku, kamu pasti sudah mempunyai wanita lain kan," tanya Alice.


"Hahaha kau masih tidak tau akan kesalahan mu, kesalahan mu adalah kau menjadi j*lang. Katakan sudah berapa pria yang tidur dengan mu. 1,2,3,4,5,6,7,8,9,10 atau 100, aku rasa lebih dari itu berhenti menghubungi ku lagi." Rakha langsung mematikan handphone nya.


"Jadi dia sudah tau semua nya, siapa yang memberitahu semua nya pada Rakha," batin Alice.


"Kau dari mana, ada hal penting yang ingin dia bicarakan," tanya Vano.


"Maaf kek, hal apa paman, apa perceraian ku sudah selesai," tanya Rakha.


"Sudah dalam proses, untuk mendapatkan surat perceraian membutuhkan waktu yang lama yaitu satu bulan."


"Apa!! itu sangat lama," ucap Rakha.


"Ya mau bagaimana lagi, tapi kau tenang saja kay mendapatkan surat jika kau sedang proses perceraian dengan istri mu. Jadi kau bisa menikah kembali, kau tenang saja perceraian mu akan terkabul kok, semua bukti sudah kuat untuk menjatuhkan Alice."


"Ya sudah lah, tidak papa," ucap Rakha yang terlihat senang dan lemas secara bersamaan. Ia senang karena ia pasti akan pisah dengan Alice tetapi ia juga sedih karena tidak mendapatkan surat perpisahan nya dengan Alice.


Setelah mendapatkan jaminan itu Rakha dan Vano langsung memesan tiket pulang. Mereka berdua sudah hampir 5 hari berada di negeri orang dan sudah sangat merindukan kampung halaman.


Rakha tidak memberikan pada Vivi kabar jika diri nya akan pulang. Ia akan langsung datang ke rumah Vivi sambil membawa rombongan untuk melamar Vivi langsung. Rakha berharap Rian tidak menghalangi pernikahannya dengan Vivi, saat ini Rian adalah kunci utama nya.


"Aku akan kembali ke Indonesia, setelah itu kita akan langsung menikah," ucap Vano.


"Secepat itu, kita akan langsung menikah," tanya Anita.


"Iya kita akan langsung menikah tunggu apa lagi," jawab Vano.


Saat ini Rakha sedang berada balkon hotel. Semenjak bermain gitar saat acara pernikahan kemarin Rakha jadi ketagihan bermain gitar dan saat ini Rakha sudah mendapatkan gitar bagus dari teman kakek nya.

__ADS_1


Saat membayangkan Vivi ia selau ingin bernyanyi lagu tentang cinta, Vivi benar-benar membuat hati nya selalu berbunga-bunga.


Lirik


Mungkin hari ini


Semua hanya mimpi


Tapi cepat atau lambat


Semua kan terjadi


Kau dan rencanamu


Aku di sampingmu


Kita erat bersepakat


Kelak kan ke sana


OoWooYe


Cinta bukan


Satu-satunya


Yang bawa kita


Ke sana


Sebut saja dia logika


Menang mengalah bahagia


Jeda tak sepaham


Bukan tak seberapa


Kita erat pasti bisa


Lalui semua


Hari yang


Bahagia


Ooh


"Ahkk aku sangat bahagia semoga hari bahagia itu akan tiba," ucap Rakha.


"Lihat dia sangat bahagia, aku rasa bukan hanya kita yang sedang jatuh cinta," kata Vano.


__ADS_1


Babang Rakha sedang bahagia. Ke depan nya mungkin akan banyak lirik lagu, karena author akan membuat kelebihan Rakha ini menjadi sumber rezeki untuk dirinya dan Vivi.


__ADS_2