
Kenzo hanya bisa terkekeh mendengar jawaban istri nya, ia tau pasti istri nya akan menolak hal itu, hal itu memang wajar untuk Sonia, Sonia baru merasakan sakit nya melahirkan dan Kenzo sudah meminta jatah nya, masih mending Sonia tidak melempar Kenzo dengan popok anak nya.
"Aku bercanda, aku mencintaimu aku tidak mungkin Rela melihat istri ku tersiksa, kamu segala nya sayang," kata Kenzo.
"Malai gombal ya, hahaha aku juga mencintai mu sayang. Aku tidak mungkin tidak memberikan mu jatah tapi tahan ya, 2-3 bulan ya. Aku juga takut kalau aku langsung hamil lagi," ucap Sonia.
"Hahaha untuk itu kamu tenang saja, kamu sudah hb implan kok, jadi selama tiga tahun kamu aman aman saja," kata Kenzo.
"Oh pantas saja, kamu luar biasa. Aku jadi tenang, tapi efek nya aku akan menjadi gemuk," ucap Sonia.
"Tidak papa jadi gemoy, aku suka dengan tubuh Gemoy kamu, lihat ini perut kalau tidak sakit susah aku unyel unyel," kata Kenzo.
Sonia tertawa mendengar perkataan Kenzo, suami nya memang tidak pernah memandang fisik nya, mau lagi cantik, jelek, kurus, gemuk rasa sayang Kenzo pada suami nya tidak pernah berkurang. Ada saja perkataan Kenzo yang membuat Sonia dapat menerima diri nya apa ada nya.
Kenzo mengecup bibir istri nya, ia sudah sangat merindukan bibir manis ini. Selagi Anak-anak mereka sedang tidur Kenzo memutuskan untuk bermesraan dengan istri nya, kalau anak mereka sudah bangun tidak ada waktu untuk mereka bermesraan seperti ini.
"Anak ku tampan kan," Ucap Kenzo sambil mengusap rambut Sonia.
"Ya sama seperti daddy nya, daddy nya saja sangat tampan dan pemberani," kata Sonia.
"Hahaha aku memang seperti yang kamu sebutkan, sayang tidak seperti daddy ku, aku tidak mau menentukan masa depan mereka. Aku tidak memaksa Anak-anak ku harus kemana, aku yakin mereka mempunyai jalan hidup masing-masing sesuai dengan keinginan mereka."
"Wah daddy yang luar biasa, iya sayang aku setuju jangan memaksa mereka sesuai dengan keinginan kita. Selagi hal yang mereka pilih hal yang positif dan tidak merugikan orang lain, kenapa tidak," kata Sonia.
"Istri ku wow juga ya, jadi ingin jatah," ucap Kenzo.
"Sayang jatah jatah terus, kamu menyebabkan ya," kata Sonia.
"Hahaha tidak sayang aku tidak menyebalkan kok," ucap Kenzo.
__ADS_1
"Uwwkk uwekkk uwekkk." Terdengar suara tangisan anak mereka.
"Anak ku." Dengan cepat Kenzo langsung berlari ke kamar anak nya.
Kenzo menggendong Niall yang sedang menangis, seperti nya ia menangis karena merasa lapar, tidak ada jejak jika Niall menangis karena pipis atau mengompol.
"Sayang anak kita yang tampan ini lapar." Kenzo membawa Niall ke mommy nya, ia lebih memilih Sonia menyusui langsung karena Sonia sedang tidak sibuk. Kalau sibuk dengan yang lainnya baru lah Kenzo memakai susu yang ada di dalam lemari pendingin.
"Wah anak ini seperti daddy nya, kencang sekali," kata Sonia.
"Hahaha apa iya, sayang daddy saja belum coba, eh kamu sudah mau menghabiskan sisakan untuk daddy," ucap Kenzo.
"Tidak daddy, ini untuk aku dan yang lainnya, daddy tidak boleh aku tidak mau berbagai."
"Oh anak daddy jangan pelit, nanti daddy belikan permen," kata Kenzo.
"Sayang kamu jangan seperti itu," kata Kenzo.
"Biar saja ini memang untuk anak ku, kamu puasa dulu," ucap Sonia.
Pasangan Kenzi dan Karla juga sedang menantikan kelahiran anak mereka. Mereka hanya tinggal menunggu beberapa minggu lagi sampai waktu itu datang. Memang perbedaan usia kandungan Karla dan Sonia hanya beberapa minggu saja. Kenzi juga sudah membuat kamar bayi untuk anak mereka dengan sangat indah. Meskipun tidak besar seperti kamar anak Kenzo, kamar ini sudah lebih dari cukup untuk anak nya. Kenzi membuat kamar ini sesuai kebutuhan saja.
"Sayang masa pagi siang sore," kata Karla.
"Lah kan memang rekomendasi, agar kamu lancar melahirkan nya," ucap Kenzi.
"Tapi tidak begini juga, hmmm aku mau hanya satu kali sehari kalau lebih aku tidak bisa."
"Hadeh ya ya ya, aku membeli pengaman dulu, stok sudah habis," ucap Kenzi.
__ADS_1
"Tunggu aku mau titip makanan," kata Karla.
"Makanan apa sayang jangan yang tidak sehat," tanya Kenzi.
"Apa saja, yang penting makanan, jangan lupa membeli nya kalau tidak tak ada jatah malam ini," ancam Karla.
"Iya iya iya, mudah sekali mengancam seseorang," kata Kenzi
Kenzi berjalan keluar dari dalam kamar nya, perasaan nya saat ini memang bisa di katakan senang, jatah setiap bulan lancar tanpa hambatan sedikitpun. Kebetulan ia bertemu dengan Rakha yang sedang memanasi mobil nya, ia pikir Rakha akan pergi keluar.
"Mau pergi," tanya Kenzi.
"Iya aku ingin membeli makanan untuk istri ku, ibu ngidam banyak sekali mau nya," jawab Rakha.
"Ya sudah aku ikut, aku mau ke minimarket dan aku juga mau membeli makanan," kata Kenzi.
"Masuk lah, kalau berdua seperti ini lebih seru," ucap Rakha.
Kenzi masuk ke dalam mobil Rakha dan mereka pergi meninggalkan Rumah. Rakha memijat kening nya yang terasa pusing. Istri nya memang banyak sekali mau nya, dari hal kecil sampai hal-hal yang tidak masuk akal. Tetapi hal tersebut memang wajar untuk Ibu hamil.
"Kau kenapa," tanya Kenzi.
"Aku sedang pusing, aku sangat pusing karena istri ku banyak sekali mau nya," jawab Rakha.
"Hahaha sabar ibu hamil memang seperti itu, hal seperti itu sangat wajar kok," kata Kenzi.
"Ya sangat wajar, sangat wajar sampai membuat ku hampir gila. Saat aku bertanya dengan ayah dan kakek kata nya hal yang wajar juga."
"Hahaha memang seperti itu, aku juga merasakan hal yang kau rasakan, dari tidur di sofa, tidak di tegur, tidak di beri jatah, minta ini itu, semua sudah aku rasakan. Kau jangan mengeluh yang membuat istri mu seperti ini siapa? kau kan, jadi untuk apa kau mengeluh," kata Kenzi yang kalau sudah berbicara semuanya yang di katakan nya benar.
__ADS_1