
Kenzi kebingungan mencari keberadaan Novi yang pergi tanpa seizin nya. Ia berusaha menghubungi Novi tetapi Novi tidak mengangkat nya.
"Aku angkat dulu," ucap Novi di selah-selah aksi nya.
"Halo sayang kau dimana, kenapa tidak mengangkat telepon ku," tanya Kenzi.
"Aku di tempat Granma ku sayang, maaf aku tidak izin pada mu, aku buru-buru," jawab Novi.
"Jadi bagaimana, besok kita pulang," tanya Kenzi.
"Maaf sayang liburan kita harus terpotong kamu pulang lebih dulu saja, aku di sini selama satu minggu, untuk barang-barang ku nanti akan ada yang mengambil nya," jawab Novi.
"Ya sudah titip salam untuk Granma." ucap Kenzi.
Setelah mendapatkan kabar dari Novi, Kenzi langsung keluar dari kamar hotel karena Kenzo dan Sonia pasti sudah lama menunggu.
"Ayo," ucap Kenzi.
"Dimana tunangan mu," tanya Kenzo.
"Dia sedang ke tempat saudara nya, sudah ayo cepat Axel dan Rakha pasti sudah menunggu kita," jawab Kenzi.
"Maksud mu kita akan bertemu dengan mereka, bukannya mereka berdua berada di Inggris," tanya Kenzo.
"Iya kita akan bertemu dengan mereka berdua, mereka memang kuliah di Inggris tapi saat ini mereka sedang ada kuningan di Universitas di Jepang. Mereka berdua ada waktu satu hari untuk bermain dengan kita," jawab Kenzi.
"Ayo aku sudah tidak sabar bertemu mereka, kali ini kita harus menang adu jotos dengan mereka," kata Kenzo dengan sangat semangat.
"Kita bukan anak kecil lagi Kenzo," ucap Kenzi sambil mendorong kursi roda itu.
Sonia tersenyum bahagia melihat kedekatan adik dan kakak ini. Sonia sudah tau semua cerita kehidupan Kenzo dan Kenzi akhirnya setelah sekian lama nya mereka berdua kembali dekat.
"Aku seperti nya akan tergantikan," ucap Sonia.
"Hahaha kakak ipar jangan begitu, aku hanya ingin seperti dulu lagi dengan Kenzo," kata Kenzi.
"Kau cemburu dengan ku," tanya Kenzo.
__ADS_1
"Tidak, untuk apa aku cemburu dengan mu, apalagi kalian berdua kakak adik dan sama-sama seorang pria," jawab Sonia.
"Cih katakan saja cemburu agar aku senang," gumam Kenzo pelan.
Mereka bertiga langsung menuju tempat pertemuan di salah satu restoran Jepang. Di sana Axel dan Rakha sudah menunggu mereka bertiga.
"Kita akan adu jotos dengan mereka berdua," ucap Axel
"Hahaha kau benar, di Pertempuran terakhir kita, ita menang," kata Rakha.
Sesampainya di restoran itu mereka bertiga di bawa ke ruangan private oleh pelayan restoran, Axel dan Rakha memilih ruangan private agar tidak ada yang menganggu pertemuan itu.
"Kenzi," ucap Axel dan langsung memeluk Kenzi, ia sangat merindukan rivalnya itu.
"Kenzo aku sangat senang bertemu dengan mu, boleh aku memeluk mu," tanya Rakha.
"Aku ingin memeluk mu, kenapa kau tidak memeluk ku," ucap Kenzo.
"Kenzo, hiks... hiks... hiks.. aku sangat merindukanmu, aku sangat senang kau sudah banyak berubah." Rakha menangis dalam pelukan itu.
Kenzo mengusap punggung Rakha, karena ia sangat tau betapa cengeng nya Rakha. Sejak kecil Rakha selalu menangis jika kalah dalam pertempuran. Rakha benar- benar seperti ayah nya Dylan yang mudah menangis.
"Tidak, aku memang sedih bertemu kalian kembali tapi aku tidak cengeng seperti mu," jawab Kenzo.
"Kenzo, kau masih mengingat ku," tanya Axel.
"Kau siapa, ah aku lupa ingatan," jawab Kenzo.
"Hahaha jangan bercanda Kenzo, aku Axel orang yang selalu menang melawan kalian," ucap Axel.
"Aku bisa mematahkan tulang leher." Kenzi menarik Axel dan menghimpit di ketiak nya.
"Sakit Kenzi, kau sudah kuat ya, tidak seperti dulu,x ucap Axel.
"Hay cantik." Rakha berjalan mendekati Sonia.
"Eh kau mau apa, dia istri ku, kau mau menikung ku," ucap Kenzo.
__ADS_1
"Hehehe aku hanya ingin berkenalan," kata Rakha.
Sonia benar-benar merasa tidak nyaman berada di sana, apalagi pembalut nya mulai terasa bocor.
"Sayang aku harus ke hotel," ucap Sonia.
"Kenapa kakak ipar," tanya sonia.
"Urusan wanita," jawab Kenzi.
"Bagaimana aku pesan kan taksi online saja," ucap Rakha.
"Iya tidak papa," kata Sonia.
"Kamu hati-hati tidak usah kemana-mana, sebelum aku pulang," ucap Kenzo.
"Iya sayang." Sonia mengecup dahi Kenzo sebelum pergi meninggalkan tempat itu.
"Sudah sekarang tidak ada kakak ipar, kita bermain Jujur-jujuran, seperti dulu," ucap Kenzi.
"Aku setuju." Axel dan Rakha menjawab dengan kompak.
"Aku mulai siapa yang sudah pernah enak-enak," tanya Kenzi.
Tidak ada yang mengangkat tangan selain Kenzi sendiri, orang termuda di antara yang lainnya.
"Kalian belum pernah," tanya Kenzi.
"Aku ingin tapi aku tidak berani," jawab Axel.
"Aku juga tidak berani, ayah ku pasti akan membunuh ku hidup-hidup saat tau aku sudah enak-enak," kata Rakha.
Mereka semua menatap ke arah Kenzo yang sudah menikah tapi belum enak-enak.
"Aku aku belum tau cara nya," ucap Kenzo dengan sangat jujur.
"Jadi," tanya mereka dengan kompak.
__ADS_1
"Jadi aku belajar dulu dengan daddy, setelah aku paham dan kamu sudah siap, istri ku datang bulan," jawab Kenzo.