
Akifa dan Verrel berjalan masuk ke dalam kamar Kenzo. Mereka berdua bahagia saat melihat makan malam Kenzo habis tak terpisah. Kenzo juga sudah terlelap di atas ranjang.
"Dia sudah tidur sayang," ucap Verrel.
"Kamu malam ini tidur sendiri saja ya, aku ingin tidur dengan Kenzo," kata Akifa.
"Tidak mau, aku tidak mau berpisah dengan mu," tolak Verrel.
"Ya sudah kita tidur di sini saja, sudah sangat lama kita tidak tidur bertiga dengan Kenzo," kata Akifa.
"Ide yang bagus, aku juga sangat merindukan anak ku."
Mereka berdua naik ke atas ranjang dan langsung memeluk Kenzo yang berada di tengah-tengah mereka.
Tengah malah nya tiba-tiba Kenzo mulai meracau tidak jelas, kata takut dan tangisan mendominasi ucapan nya. Akifa yang tersadar akan hal itu langsung membangun Kenzo dan memeluk Kenzo dengan erat. Begitu juga dengan Verrel yang ikut menepuk-nepuk Kenzo agar Kenzo terbangun.
"Akkkhhhh," teriak Kenzo dan langsung memeluk mommy nya dengan sangat erat.
"Mommy," ucap Kenzo.
"Kenapa sayang, kamu kenapa," tanya Akifa sambil mengusap rambut Kenzo.
Setelah Kenzo merasa tenang perlahan Kenzo melepaskan pelukan nya dan kembali pada wajah datar tanpa ekspresi.
"Kamu tidak suka mommy disini," tanya Akifa.
"Mommy dan daddy keluar ya," ucap Verrel.
"Temani aku, aku takut," kata Kenzo.
Satu kemajuan datang lagi, kini dengan mode normal nya Kenzo mau tidur bersama kedua orang tua nya.
"Siapa yang membuat makanan untuk ku," tanya Kenzo yang berada di dalam pelukan ke dua orang tua nya.
"Seorang gadis cantik, kamu mau bertemu dengan nya?"
"Tidak," ucap Kenzo.
"Kenzo sudah dewasa, sudah bisa membina rumah tangga, Kenzo mau menikah," tanya Verrel dengan sangat berhati-hati.
__ADS_1
"Siapa yang mau menikah dengan ku, pria lumpuh, memiliki gangguan otak dan mental," jawab Kenzo.
"Jika Kenzo mau, Kenzo hanya perlu melakukan ijab qabul. Daddy akan mencarikan gadis yang mau menerima Kenzo apa ada nya dan tentu saja cantik," kata Verrel.
"Apa keuntungan ku setelah menikah," tanya Kenzo.
"Kau kesulitan bukan merawat diri mu, setelah kau menikah semua keperluan mu akan di siapkan oleh istri mu." jawab Verrel.
"Kamu mau yah, pasti kamu suka dengan calon istri mu," ucap Akifa.
"Apa kalian sudah tidak ingin merawat ku sampai kalian meminta ku untuk menikah," tanya Kenzo.
"Tidak, bukan begitu kami hanya ingin yang terbaik untuk mu sayang, kalau kamu tidak mau tidak papan," jawab Akifa.
"Kenzo kau marah pada Kenzi karena Kenzi mengambil orang yang kau suka kan, tunjukan pada nya jika kau bisa hidup tanpa wanita itu, kau bisa mendapatkan wanita yang jauh di bandingkan milik Kenzi," ucap Verrel.
"Aku akan memikirkan nya dad," kata Kenzo sambil memejamkan mata nya.
Kenzo mulai memikirkan ucapan dari Daddy nya, sebuah penawaran yang tidak buruk untuk nya.
Pagi hari nya setelah bertahun-tahun lama nya, Kenzi mulai berani masuk ke dalam kamar Kenzo, di dalam Kenzo sedang bersama Verrel dan Akifa memperhatikan Orang-orang yang berolahraga di lapangan golf.
Kenzo memejamkan mata nya saat mendengar suara itu, suara orang yang sangat ia benci seumur hidup nya.
"Keluar," bentak Kenzo dengan suara yang sangat tinggi.
"Kenzo kau masih marah pada ku, sudah lama Kenzo, sudah bertahun-tahun lama nya," ucap Kenzi.
"Keluar," bentak Kenzo sekali lagi.
"Sayang sudah Kenzi akan keluar," ucap Akifa.
"Kalian berdua juga, aku ingin sendiri," kata Kenzo.
"Kenzo bersikap sopan pada mommy mu," ucap Verrel.
Emosi Kenzo mulai naik dengan cepat, ia membanting minuman yang berada di depan nya, bukan hanya itu ia membawa kursi roda nya ke dekat meja lalu melemparkan semuanya ke sembarang arah.
"Kenzo hentikan," ucap Verrel.
__ADS_1
Verrel dan yang lainnya mulai mundur, mendekati Kenzo untuk saat ini adalah hal yang mustahil.
"Kau bukan adik ku.. Kau jahat aku membenci mu," Teriak Kenzo.
Kenzo jatuh dari atas kursi roda nya, Verrel dan yang lainnya sontak ingin membantu Kenzo tetapi Kenzo terus berteriak agar mereka bertiga keluar.
Sonia yang datang membawa sarapan pagi untuk Kenzo diam membeku saat melihat semua nya, ia tersadar jika selama ini makanan yang ia masak untuk tuan muda yang selama ini di isukan telah meninggal.
Kenzo mengambil pecahan gelas kemudian mengarahkan ke urat nadi nya yang membuat Verrel dan yang lainnya sangat panik dan bingung harus berbuat apa.
Sonia yang melihat Kenzo dalam bahaya, ia meletakan makanan yang ia bawa dan tanpa pikir pajang, langsung berlari mendekati Kenzo. Mata Kenzo langsung tertuju pada Sonia, Sonia mengambil kesempatan itu dengan mengambil pecahan gelas itu dari tangan Kenzo.
Dengan cepat Sonia memeluk Kenzo dengan erat, tangan nya bergerak mengusap punggung Kenzo dengan sangat lembut tak lupa ia membisikkan kata -kata agar Kenzo dapat tenang.
Awal nya Kenzo memberontak dalam pelukan itu, tapi tak lama Kenzo mulai menenang dan membiarkan Sonia memeluk diri nya.
Mereka semua terkejut dengan apa yang di lakukan Sonia, benar-benar tindakan yang di luar pikiran mereka.
Kenzi pergi menjauh agar Kenzo tidak mengamuk kembali, sedangkan Verrel bergerak mendekati Kenzo dan membawa Kenzo naik ke atas kasur. Akifa juga mendekati Sonia saat melihat tangan Sonia yang berdarah akibat merebut pecahan gelas dari tangan Kenzo.
Verrel meminum obat penenang untuk Kenzo, tak lama Kenzo mulai terlelap karena efek obat itu. Mereka semua pergi dari kamar Kenzo setelah kamar itu rapi kembali.
"Ahh sakit tan," ucap Sonia.
"Kamu tau apa yang kamu lakukan itu sangat berbahaya." kata Akifa sambil mengobati tangan Sonia.
"Maaf tan, saya sangat lancang memeluk Tuan muda."
"Sonia seperti nya kau sudah sangat berpengalaman menenangkan seseorang seperti Kenzo," tanya Verrel.
"Saya memang sudah terbiasa tuan, kakak saja dulu juga seperti itu, ibu saya selalu memeluk kakak saat kakak kehilangan kendali dan beberapa anak panti juga mengalami gangguan mental seperti itu," jawab Sonia.
"Maaf tuan, tante apakah tuan muda yang kalian maksud tuan muda Kenzo," tanya Sonia.
"Iya Sonia, kamu sudah tau semua nya, apa kamu mau menikah dengan nya," tanya balik Akifa.
"Iya tante saya mau, saya bersedia menikah dengan tuan muda Kenzo," jawab Sonia dengan sangat tegas.
"Apa kau tidak mempermasalahkan kekurangan Kenzo, apa yang membuat mu langsung setuju dengan pernikahan ini," tanya Verrel.
__ADS_1
"Jika saya menjawab karena cinta itu tidak mungkin karena saya baru bertemu dengan tuan muda Kenzo. Saya bersedia menikah karena saya ingin membantu tuan muda Kenzo untuk sembuh. Dulu saya sudah berjanji dengan ibu saya untuk menyembuhkan kakak yang mengalami hal yang sama dengan tuan muda. Tetapi saya gagal dan kakak sudah pergi menyusul ibu, mungkin dengan ini saya bisa menebus rasa bersalah saya pada ibu karena tidak bisa menyembuhkan kakak saya," jawab Sonia.