
"Sabar ya sayang, jika sudah waktunya kita akan melakukan program hamil, aku belum siap menjadi ayah." ucap Alvaro.
"Iya aku mengerti." Angel tersenyum pada Alvaro.
Angel meminta Alvaro menghentikan mobil nya di salah satu pusat Kuliner jajanan pasar. Di ingat-ingat ia merasa sudah lama tidak makan jajanan pasar lagi, semenjak menikah dengan Alvaro.
"Kenapa di sini, aku tidak suka." ucap Alvaro.
"Sayang yang mau makan siapa, kenapa kamu yang protes."
"Aku juga mau makan, tapi jangan di sini, restoran saja ya. Sayang tempat ini terlalu...
"Terlalu apa, jika tidak mau ya tidak papa. Aku turun dan kamu pergi ke restoran mewah." Angel meninggal Alvaro sediri di dalam mobil.
Alvaro bingung harus bagaimana, ia sangat suka kehigenisan dan kebersihan. Kalau di liat-lihat tempat ini kurang dari kata itu, itu yang membuat Alvaro malas untuk turun.
"Kamu bisa Alvaro, demi istri tercinta kalau tidak turun siap-siap malam ini kamu di kasi bokong." Alvaro turun dari mobil menyusul Angel.
"Dimana dia, kenapa sudah menghilang." Alvaro berjalan mencari Angel.
"Pak bakso bakar nya." ucap Angel.
Angel duduk di salah satu kursi dengan memainkan HP nya.
Tak lama Alvaro datang dan langsung memeluk Angel.
"Sayang, selamat kan aku dari para wanita-wanita itu." ucap Alvaro dengan menyembunyikan wajahnya di perut Angel.
"Ah sial dia sudah memiliki istri."
"Istri nya sangat cantik."
"Mana mungkin dia tertarik pada kita." ucap para wanita yang menggoda Alvaro tadi.
"Sudah mereka sudah pergi, makannya jangan jauh-jauh dari ku." kata Angel.
"Terimakasih, aku cinta kamu." Alvaro mencium pipi Angel.
__ADS_1
"Kenapa kamu turun, bukannya kamu tidak suka." tanya Angel.
"Kata siapa, aku hanya kurang suka. Atau jika aku tidak turun nanti malam aku akan mendapatkan bokong." jawab Alvaro sambil menggaruk rambut nya.
"Hahaha mas nya takut sama istri ya. Sama mas saja juga takut." ucap penjual bakso bakar.
"Ini neng, pesanan nya."
"Terimakasih pak." Angel langsung menyantap bakso bakar itu tanpa peduli jika makanan itu masih panas.
Alvaro menaikan satu alis nya, melihat Angel makan membuat nya ingin mencoba makanan itu.
"Boleh aku mencobanya." tanya Alvaro.
"Tidak boleh, ini makan pedas." jawab Angel.
Setelah selesai makan dan membayarnya mereka berdua melanjutkan perjalanan, Alvaro menggandeng tangan Angel agar tidak ada yang menggoda nya lagi.
"Sayang kita ke sana." ucap Angel.
"Aku mau." ucap Alvaro.
"Bukannya ini kurang higenis dan bersih." bisik Angel.
"Iya tapi aku sudah sangat lapar, mana mungkin aku kuat melihat mu makan sedangkan aku kelaparan."
"Ini neng pesanan nya."
"Ini untuk kamu, ini tidak pedas." Angel memberikan makanan itu.
Alvaro mencoba nya sedikit terlebih dahulu, jika. tidak suka dia tidak akan memakannya. Menurut nya rasa nya tidak begitu enak tapi masih bisa ia makan. Mungkin karena efek perut nya yang sudah sangat lapar.
Setelah membayarnya Angel mengajak Alvaro makan sate. Ia kasihan pada suami nya yang seperti nya sangat kelaparan.
"Sate apa ini, kenapa berbeda dengan di restoran." tanya Alvaro.
"Makan saja rasa nya sangat enak, ini sate padang." jawab Angel.
__ADS_1
Ternyata yang di katakan istri nya benar, walaupun warna dan bentuk nya biasa saja. Tetapi rasa nya sangat enak. Dengan cepat Alvaro memakan makanan itu, bahkan dia sampai nambah 3 kali.
"Kamu tau, ini banyak lemak nya dan itu akan membuat mu buncit." bisik Angel.
Alvaro tersedak saat mendengar kan itu, ia langsung minum dan menghentikan makan nya.
"Kamu serius." tanya Angel.
"Hahaha iya sayang, sudah makan saja." jawab Angel.
"Tidak, aku sudah kenyang." ucap Alvaro.
"Bagaimana tidak kenyang, kamu makan sudah nambah 3 kali." kata Angel.
Angel merasa tubuh nya semakin tidak enak, setelah puas makan ia mengajak Alvaro pulang untuk beristirahat.
"Kamu tidak papa." tanya Alvaro.
"Tidak sayang, aku hanya tidak enak badan." jawab Angel.
Di rumah mereka semua sedang berkumpul di ruang keluarga, kecuali Vano dan Anggi. Angel berjalan masuk dengan sempoyongan, kepala nya terasa sanga pusing.
"Dari mana kalian." tanya Alex.
"Makan yah." jawab Alvaro.
Karena sudah tidak bisa menahan nya lagi tiba-tiba tubuh Angel ambruk, Alvaro yang menyadari itu langsung sigap menangkap nya.
"Sayang, kamu kenapa, sayang." Alvaro berusaha membangunkan Angel.
"Alvaro bawa istri ku ke kamar bunda akan memanggil dokter." ucap Agnes.
Alvaro langsung menggendong Angel masuk kedalam kamarnya, ia berjalan mondar-mandir di samping tubuh Angel sambil menunggu dokter datang.
"Kenapa kak, kenapa dengan kakak ipar." tanya Fiona.
"kakak juga tidak tau, dia hanya berkata tidak enak badan dan ingin makan di luar." jawab Alvaro.
__ADS_1