
"Mas," ucap Sakura.
"Kami belum tidur," tanya Kenzi sambil memeluk Sakura.
"Belum mas, tubuh kamu hangat kamu sakit," tanya Sakura.
"Sedikit tidak enak badan kamu sedang memasak untuk Kenzo," tanya Kenzi.
"Iya mas perut kak Kenzo sakit, jadi aku membuatkan minuman untuk meredakan rasa sakit nya," jawab Sakura.
"Kenzi sini lah, aku ingin berbicara dengan mu," ucap Kenzo.
"Ada apa, apa yang kau ingin bicarakan," tanya Kenzi sambil berjalan mendekati Kenzo.
"Duduk lah dulu, ini sedikit penting," jawab Kenzo.
"Iya iya, kenapa kau merindukan ku karena aku terlalu sibuk," tanya Kenzi.
"Itu salah satu nya, kau sibuk sekali. Kau jadi tidak ada waktu untuk ngegym bersama ku," jawab Kenzo.
"Maaf aku sedang tidak banyak masalah, dari istri ku yang sakit sampai masalah perusahaan baru yang aku pegang," kata Kenzi.
"Istri mu yang mana," tanya Kenzo.
"Yang satu nya, kalau Sakura mah santai saja, dia tidak pernah meminta apapun, saat ini perasaan nya sangat sensitif," jawab Kenzi.
"Kau sangat memikirkan perasaan nya."
"Jelas dia istri ku, aku benar-benar sangat menjaga perasaan nya," ucap Kenzi.
"Iya kau memikirkan perasaan Karla tapi tidak memikirkan perasaan Sakura," kata Kenzo.
"Maksud mu," tanya Kenzi sambil menaikan satu alis nya.
"Kau tidak paham maksud ku."
__ADS_1
"Tidak, tolong katakan dengan jelas," ucap Kenzi.
"Kau sadar bagaimana perasaan Sakura saat ini, kau sadar jika Sakura sudah banyak berkorban untuk pernikahan kalian. Tapi apa kau sadar dengan kebahagiaan nya, dengan perasaan nya yang terus tertekan," kata Kenzo.
"Iya aku tau Sakura sudah banyak berkorban dan aku pikir dia baik-baik saja, aku selalu memberikan nya nafkah untuk nya."
"Nafkah lahir, bagaimana dengan batin, kau sadar tidak jika selama ini kau tidak adil sama sekali, istri mu Karla mendapatkan semua nya sedangkan Sakura apa yang ia dapat selain penderitaan dari pernikahan ini," ucap Kenzo.
"Apa itu benar," tanya Kenzi.
"Benar Kenzi, kau sama sekali tidak adil pada Sakura dan kau tidak bisa adil. Coba tanyakan baik-baik pada istri mu, apa yang ia inginkan saat ini, jangan sampai karena keegoisan kalian Sakura menderita lebih lama," jawab Kenzo.
"Sayang, kamu Benar-benar menderita di pernikahan kita," tanya Kenzi.
"Aku tidak menganggap pernikahan ini membuat ku menderita aku ikhlas membantu Karla, tapi aku rasa semua nya sudah cukup, Karla sudah lebih baik sekarang dan maaf kalian masih bisa melakukan hubungan suami istri jadi buat apa aku ada di pernikahan kalian," jawab Sakura.
"Jadi kamu ingin berpisah dari ku, jujur perasaan ku pada mu tetap sama seperti dulu aku masih suka pada mu, tapi aku tidak tau perasaan mu pada ku."
"Perasaan ku pada mu juga sama seperti dulu tapi aku benar-benar tidak bisa bertahan lebih lama lagi, maaf ini sudah sangat menyakitkan untuk ku. Apa kamu tidak sadar dengan apa aku lakukan selama ini pertanda aku ingin pisah dengan mu. Dari aku meminta pisah kamar dan jatah mu bersama ku hanya dua hari. Itu sindiran untuk kalian berdua aku sudah benar-benar tidak tahan," ucap Sakura.
"Tapi bagaimana dengan Karla, aku benar-benar tidak mau menyakiti nya, aku takut hubungan dengan nya hancur karena hal ini," kata Sakura.
"Berhenti memikirkan perasaan orang lain, pikirkan perasaan mu dulu. Untuk Karla aku kita bisa berpura-pura menjadi pasangan suami istri sampai Karla benar-benar sembuh dan kita dapat mengatakan hal yang sebenarnya," ucap Kenzi.
"Aku setuju dengan Kenzi, itu jauh lebih baik, perpisahan untuk kalian berdua tidak sulit. Kenzi belum mendaftarkan pernikahan ini ke KUA dan Kenzi belum menggauli Sakura," kata Kenzo.
"Bagaimana Sakura, kamu benar-benar ingin berpisah dengan ku," tanya Kenzi.
"Iya mas aku sudah siap berpisah dengan mu, mungkin ini memang takdir kita," jawab Sakura.
Malam itu juga Kenzi memberikan talak pada Sakura, hati Sakura langsung terasa sangat Damai karena ini yang selama ini ia inginkan. Berbeda dengan Sakura Kenzi merasa cukup sedih, ia pikir ia bisa bersikap adil dan hidup bahagia dengan ke dua istri nya.
"Ini yang terbaik Kenzi," ucap Kenzo sambil memeluk adik nya.
"Iya kak, Terima kasih telah membantu ku, aku sangat bersyukur memiliki mu," kata Kenzi.
__ADS_1
Sakura dan Sonia kembali masuk ke dalam kamar mereka masing-masing setelah membuatkan minuman untuk Kenzi dan Kenzo, sedang kan mereka berdua memilih menghabiskan waktu bersama.
"Ini yang terbaik Sakura jangan khawatir dengan masa depan mu, status janda mu tidak akan mempengaruhi hidup mu," batin Sakura.
_____
Keesokan pagi nya tidak ada yang berubah antara Sakura dengan Kenzi, karena dari awal Kenzi lebih dekat pada Karla.
Sakura masih menyiapkan makanan untuk Kenzi seperti biasa nya, ia melakukan hal itu agar Karla tidak curiga dengan hubungan mereka berdua yang sudah tidak ada lagi. Kenzi juga tidak asal menyentuh Sakura karena ia sadar jika diri nya dan Sakura bukan pasangan suami istri lagi.
"Sakura kamu ikut ke rumah sakit," tanya Karla.
"Tidak Karla, maaf ya. Aku akan bertemu dengan taman ku," jawab Sakura.
"Ow ya sudah tidak papa," ucap Karla.
Karla dan Sakura langsung pergi meninggalkan Sakura, sedangkan Sakura berjalan kembali masuk ke dalam kamar nya.
"Sakura," panggil Rakha.
"Iya ada apa," tanya Sakura.
"Aku ingin menikah dengan mu." Rakha langsung memeluk Sakura karena ia tau jika Sakura dan Kenzi sudah berpisah.
"Menikah dengan ku, apa maksud mu," tanya Sakura.
"Aku tau kau dengan Kenzi sudah berpisah, aku sudah lama suka dengan mu dan saat aku tau kau sudah berpisah dengan Kenzi aku langsung ingin menikahi mu," jawab Rakha.
"Rakha tidak bisa seperti itu, pertama aku tidak mempunyai perasaan pada mu, ke dua aku masih bersandiwara jika aku masih istri dari mas Kenzi dan ketiga aku tidak bisa langsung menikah lagi," tolak Sakura.
"Tapi aku ingin memiliki mu, aku benar-benar serius dengan mu."
"Begini saja, kita jalani dulu saja. Seperti orang berpacaran saja, menyesuaikan diri dulu," ucap Sakura.
"Hmmmm baiklah, tapi kau janji tidak akan dekat dengan pria lain lagi selain aku," tanya Rakha.
__ADS_1
"Aku tidak bisa janji Rakha, untuk saat ini hanya kau yang dekat dengan ku, tapi aku akan mencoba untuk tidak dekati dengan siapapun," jawab Sakura.