
"Aku janji, jika kita semua telah keluar dari rumah sakit, aku akan menceritakan semua nya." Ucap Rizky.
"Aku kecewa dengan mu Rizky, kenapa kau tidak pernah cerita pada kami, kenapa kau tidak pernah memberitahu kami tentang saudara kembar mu." Ujar Verrel yang masuk ke dalam ruangan itu.
"Maaf Verrel, aku tidak berniat menutupi ini semua. Aku juga baru bertemu dengan nya kemarin, hubungan ku dengannya juga kurang baik." Kata Rizky.
"Sudah lah kalian berdua jangan bertengkar, semua sudah terjadi pesta ulang tahun ku hancur, aku tidak mau tau. Ketika aku pulang dari rumah sakit sudah ada pesta pengganti yang tak kalah mewah nya."
"Kau lagi, sibuk dengan pesta mu, aku ingin bertanya kenapa Candra sangat ingin membunuh mu." Tanya Verrel.
"Aku juga tidak tau, aku juga tidak mengenal nya. Aku tau wajah nya karena aku melihat Video Nelly yang sedang selingkuh dengan nya." Jawab Dylan.
"Aku juga bingung, kenapa Candra sangat dendam dengan keluarga kalian." Ucap Rizky.
"Sudahlah setelah, semua akan jelas ketika kita semua bertemu dengan nya."
"Kau pikir, kau bisa bebas dari ku." Ucap Vano yang ikut mengantarkan Candra ke markas.
"Mau kau apakan dia." Tanya Adit.
"Aku tidak akan puas sebelum tangan ku menyentuh tubuh nya." Jawab Vano.
Yang di pikir kan Canda saat ini adalah Rizky, ia tidak pernah menyangka jika saudara kembar nya ikut korban dalam masalah ini. "Apa yang ku lakukan ini salah, tapi aku hanya membalas kan dendam orang yang ku cintai." Batin Candra.
__ADS_1
Beberapa pukulan kembali mendarat di tubuh Candra, ia cukup beruntung karena lengan dan tangan Vano terluka jadi Vano hanya bisa menggunakan satu tangan nya.
"Sudah Vano, jika dia mati, bagaimana Dylan dan Rizky bisa berbicara dengan nya." Ucap Adit.
"Kau pikir anak ku akan memaafkan mu, lihat lah setelah dia sembuh kau akan segera mati." Vano dan Adit pergi meninggalkan Candra.
Keesokan harinya, Lia sudah tidak memerlukan infus lagi, ia sudah bisa merawat Dylan yang hanya tengkurap.
"Sayang, kamu makan dulu." Ucap Lia.
"Tentu jika kamu yang menyuapi ku." Kata Dylan sambil memberikan kode pada Lia untuk menutup gorden sekitar mereka.
Lia langsung berdiri dan melakukan apa yang Dylan perintah kan. "Kenapa di tutup." Tanya Lia.
Rizky juga sedari tadi menutup diri, ia sangat bingung kenapa Candra ingin menghancurkan keluarga Efron. Alasan apapun yang Candra berikan nanti sudah pasti Rizky tidak bisa menerima alasan itu.
"Tapi jika alasan nya benar, apa aku harus membela nya." Batin Rizky.
"Tidak, ini kesalahan besar, sedari dulu dia selalu mengecewakan ku, sudah cukup memberi nya kesempatan." Ucap Rizky.
"Hey, kenapa menutup diri." Tanya Alana.
"Sayang." Rizky memberikan sedikit tempat agar Alana bisa berbaring di dekat nya.
__ADS_1
"Ada apa sayang, tentang saudara kembar mu." Tanya Alana.
"Aku menginginkan mu." Ucap Rizky.
"Jangan mengalihkan pembicaraan, jawab pertanyaan ku, ada apa dengan mu, kenapa kamu menutup diri."
"Baik lah, aku hanya malu dengan tingkah laku saudara kembar ku, dia membuat nama mu sangat jelek di depan semua keluarga mu."
"Tidak perlu seperti itu sayang, kelakuan Candra tidak merubah sudut pandang keluarga ku ke kamu. Sudah tidak ada yang perlu di khawatir kan." Alana mencium wajah Rizky.
"Sayang, jangan memancing ku, aku sedang sakit, aku tidak bisa memberikan mu kepuasan."
"Aku juga sedang datang bulan, jadi mohan maaf bapak Rizky, anda harus berpuasa terlebih dahulu." Ucap Alana.
"Apa yang atas juga datang bulan juga." Tanya Rizky.
"Tidak lah, mana mungkin." Jawab Alana.
"Kalau begitu, aku menginginkan nya." Rizky menarik tangan Alana agar Alana lebih dekat dengan nya.
"Sayang, ada orang lain di sini, kita tidak berdua." Ucap Alana.
"Sebenar saja, aku juga pelan-pelan kepala ku juga sakit." Kata Rizky.
__ADS_1
"Seperti nya ada yang sedang meminta jatah." Ucap Verrel dengan suara yang sedikit kuat, agar Dylan dan Rizky tersadar jika ada diri nya di ruangan itu.