
Sesampainya di rumah mereka semua kembali masuk ke dalam masing-masing kamar bayi mereka untuk mendekorasi kamar itu sesuai kemauan mereka, setiap kamar terhubung langsung oleh kamar orang tua agar jika terjadi sesuatu dapat langsung di liat para orang tua.
Barang-barang yang mereka pesan juga sudah sampai di rumah, para lelaki membantu kurir untuk memasukan barang yang mereka pesan ke dalam kamar.
"Sayang, anak kita laki-laki tidak ada boneka seperti ini," ucap Verrel.
"Apa laki-laki tidak boleh mempunyai boneka, ini hanya sebagai penghias saja sayang," kata Akifa.
"Tidak boleh, aku tidak ingin boneka ini menjadi pengaruh buruk untuk nya." Verrel mengambil boneka dari tangan Akifa dan membawa nya ke dalam kamar.
"Sayang," Akifa berlari menyusul Verrel.
"Iya sayang ku ada apa," tanya Verrel.
"Kenapa kamu bawa masuk ke sini, aku tidak perlu boneka."
"Anggap saja ini aku ke dua, jika tidak ada aku kamu bisa memeluk nya, gampang kan," ucap Verrel.
"Boneka ini lucu, kalau kamu kekar dan ganas seperti harimau mana mungkin aku bisa membayangkan mu," kata Akifa.
__ADS_1
"Hahaha apalagi saat sudah berurusan dengan ranjang, sayang sini lah aku ingin berbicara dengan anak ku." Verrel naik ke atas kasur dan menepuk-nepuk sebelahnya agar Akifa berbaring di samping nya.
"Apa yang kamu ingin bicarakan," tanya Akifa yang sudah berada di samping Verrel.
"Hey sayang anak daddy, apa kau senang daddy kunjungi setiap saat, apa milik daddy sampai sana," tanya Verrel.
Verrel berharap mendapatkan respon dari dalam sana, tetapi setelah menunggu cukup lama anaknya masih tidak meresponnya.
"Sayang kenapa dia tidak merespon ku," tanya Verrel.
"Dia tidak suka dengan pertanyaan aneh mu, tanyakan pada nya apa dia sayang dengan mommy nya," jawab Akifa.
"Kenzo apa kau sayang mommy mu," tanya Verrel.
"Kalian tidak adil pada ku, aku yang membuat kalian dengan susah payah, aku harus olahraga setiap pagi, makan-makanan tidak ada rasa. Tapi kenapa kalian tidak merespon pertanyaan ku," ucap Verrel yang kesal.
"Sudah jangan marah seperti itu, aku lelah aku ingin istirahat."
"Kamu tidur lah, nanti aku yang akan mendekorasi kamar anak kita bersama ayah." Verrel mengecup dahi Akifa dan pergi meninggalkan Akifa agar Akifa dapat istirahat dengan tenang.
__ADS_1
Sebelum mencari Alvaro, Verrel terlebih dahulu berjalan masuk ke dalam kamar Dylan untuk melihat bagaimana kamar anak mereka, apalagi Dylan yang pertama kali menjadi seorang ayah di antara mereka semua.
"Dylan, bagaimana dengan mu, apa kau tidak takut sebentar lagi istri mu melahirkan," tanya Verrel.
"Aku dan Lia kompak dan sudah setuju bahwa kami memilih lahiran normal, sebenarnya aku tidak setuju tapi bagaimana lagi demi istri ku aku harus membuang rasa ego ku. Kalau di katakan takut ya pasti aku takut tapi mau bagaimana lagi, aku tidak bisa melakukan apapun selain menyemangati nya dan berdoa yang terbaik untuk nya," jawab Dylan.
"Kau calon ayah yang hebat, btw dekorasi mu jelek sekali." Verrel langsung berlari keluar kamar itu sebelum Dylan marah pada nya.
"Verrel." teriak Dylan, Dylan seperti di bawa naik ke atas gunung dan di dorong langsung oleh Verrel dari atas ketinggian.
"Ayah, ayolah," rengek Verrel.
"Tidak mau, itu anak mu, kenapa ayah yang sibuk," ucap Alvaro.
"Ayah itu darah daging ayah juga, begini dia dari burung ku dan aku dari burung mu jadi aku dan dua sama-sama berasal dari burung yang sama yaitu burung mu," jelas Verrel.
"Penjelasan macam apa itu, dasar gila aku tidak mau Verrel," tolak Alvaro.
"Ayah tidak menginginkan anak ku," tanya Verrel.
__ADS_1
"Bukan begitu, kau pasti akan mengerjai ku, kau suka semena-mena pada ku," jawab Alvaro.
Maaf author baru bisa up, author baru sembuh dari sakit. Dan banyak yang harus author kerjakan setelah beberapa hari author tinggalkan karena sakit. Nanti setelah semua nya normal pasti akan up seperti biasanya.