
"Teman ku sudah dekat," ucap Kenzi.
"Apa benar," tanya Rakha yang langsung bersemangat Seketika.
"Iya teman ku sudah dekat." jawab Kenzi.
"Tapi para istri kita sudah tidur, apa kita bangunkan mereka," tanya Kenzo.
"Aku rasa tidak perlu, dia juga pasti akan langsung beristirahat, jika mau mengobrol besok saja," jawab Kenzi.
"Hmmm ya kau benar, kasihan juga jika dia langsung di hadapkan dengan singa betina."
"Ahkkk kalian gila, aku sudah lama menunggu nya, tapi kalian langsung meminta nya untuk istirahat," kata Rakha.
"Sabar Rakha, kalau untuk mu kau bisa berbicara dengan nya kapan pun kau mau, asalkan jangan sampai membuat nya merasa terganggu," ucap Kenzi.
"Begitu doang, aku kan jadi semangat," kata Rakha.
"Selamat malam semua," ucap Alice.
Mereka bertiga yang mendengar suara wanita langsung memalingkan kepala mereka ke arah sumber suara. Alice Caroline, wanita cantik dan sangat tinggi kebangsaan Belanda. Ia memiliki darah campuran Indonesia Belanda dengan bentuk wajah lebih ke arah Belanda. Alice memiliki tinggi 178 cm meter itu sebabnya ia berprofesi sebagai model di Belanda.
Kenzi benar-benar terkejut melihat perubahan wajah Alice yang sangat berbeda saat mereka masih SMA. Dulu semasa SMA Alice selalu di juluki jerapah karena tinggi nya yang menjuntai seperti Jerapah.
"Apa kabar Kenzi," tanya Alice.
"Kabar ku sangat baik, bagaimana dengan mu," tanya balik Kenzi.
"Aku juga sangat baik, itu mereka berdua siapa?"
"Ini kembaran ku nama nya Kenzo."
"Halo Alice aku Kenzo, kembaran nya Kenzi," kata Kenzo sambil tersenyum manis pada Alice.
"Dan ini Rakha, dia sepupu ku."
Rakha masih membuka mulut nya dengan lebar, ia seperti melihat bidadari yang baru jatuh dari kayangan. Benar-benat sangat cantik sekali, Alice memang tipe idaman nya terapi bukan tipe ayah dan kakek nya.
"Rakha," ucap Kenzi yang mengejutkan Rakha.
"Eh nama ku Rakha, aku sepupu dari mereka berdua," ucap Rakha dengan wajah yang tidak terkontrol terlihat jelas Rakha sangat suka dengan Alice.
Mata Alice tertuju pada Rakha, pria tampan yang memiliki wajah baby Face, benar-benar terlihat sangat menggemaskan. Dari cara bicara Rakha, Alice bisa menyimpulkan jika Rakha memiliki sifat hari Humoris.
"Kau mau langsung istirahat atau bergabung dengan kami," tanya Kenzi.
"Mengobrol sebentar dengan kalian tidak masalah," jawab Alice yang memilih duduk di samping Rakha.
"Wangi sekali," batin Rakha.
"Kau hanya datang sendiri, kau berani sekali mengemudi sendiri," tanya Kenzi.
"Tidak aku tidak mengemudi sendiri, aku dengan menejer ku, dia sedang menyiapkan semua berkas ku di dalam mobil," jawab Alice.
"Dimana istri mu, aku selalu melihat foto mu dengan istri mu di sosial media," tanya Alice.
"Istri ku sudah tidur, kami berdua sudah memiliki istri hanya Rakha yang masih singel, kalah kau mau menikah saja dengan nya," jawab Kenzi.
"Kenzi kau membuat ku senang, eh malu," kata Rakha.
"Hahaha kau sangat menggemaskan, aku suka pria seperti mu," ucap Alice.
Pujian dari Alice tadi semakin membuat Rakha semakin tidak menentu. Wajah nya mendadak memerah dengan keringat yang deras membasahi wajah dan tubuh nya.
"Rakha kau kenapa," tanya Kenzo.
"Aku ke kamar mandi dulu." Rakha langsung berlari ke kamar mandi.
"Selain menggemaskan dia juga aneh ya," kata Alice.
__ADS_1
Rakha keringat dingin di dalam kamar mandi, sebelum nya ia tidak pernah sampai seperti ini. Pada saat dengan Sakura dulu saja ia tidak sampai keringat dingin seperti ini.
"Kau kenapa Rakha, kau gila seperti ini, wajah mu tampan untuk apa kau takut begini," batin Rakha.
Rakha membasuh wajah dengan air dingin, ia ingin menetralkan otak nya agar sampai gemetaran seperti ini.
"Ahkkk kalau aku sedang deg deg kan begini aku ingin berak," ucap Rakha.
Rakha memutuskan untuk membuang air besar sebentar, ia tidak mau saat sedang berbicara dengan Alice ia terberak di celana karena terlalu gugup.
"Kau seperti tertarik dengan Rakha," tanya Kenzo.
"Hahaha tidak ah, dia sangat lucu saja," jawab Alice.
"Kau dengan Rakha cocok loh, Rakha juga tidak kalah tinggi dengan mu, dan wajah kalian sangat cocok jika di satukan."
"Kau bisa saja, aku tidak bisa berpacaran dengan lsembarang orang. Aku memiliki kontrak oleh beberapa perusahaan," kata Alice.
"Tenang Alice kalau kau suka mau bagaimana pun tetap bisa. Rakha termasuk keluarga Efron Alice," ucap Kenzi.
"Hmmm aku belum memikirkan nya," kata Alice.
"Dimana Rakha kenapa dia belum datang," tanya Kenzo.
"Dia sedang gugup mungkin, dari tadi dia memang sudah menunggu Alice," jawab Kenzi.
"Menunggu ku, apa dia sudah tau aku sebelum nya," tanya Alice.
"Tidak Alice, Tidak ada yang tau aku sebelumnya. Mungkin dia terpesona dengan kecantikan mu," jawab Kenzi.
"Alice sudah malam tidur," ucap seseorang pria.
"Dia manajer ku," kata Alice.
"Dia pria perkasa tapi suara nya seperti percampuran wanita dan pria," ucap Kenzi.
"Alice tidur, kamu jangan membuat ku marah," kata Rere dengan gaya pria setengah wanita.
"Aku ke kamar dulu." Kenzi berlari meninggalkan tempat itu.
"Kensi tunggu, kalian istirahat lah banyak kamar kosong di lantai dua," kata Kenzo dan ikut lari menyusul Kenzi.
"Kau membuat mereka semua takut," ucap Alice.
"Pria itu membuat rahim ku bergetar," kata Rere.
"Rere kau punya tongkat bukan rahim," ucap Alice.
"Dimana mereka semua," tanya Rakha yang sudah selesai membuang air besar.
"Mereka susah tidur, kau terlalu lama," jawab Alice.
"Alice kau mengenal pria tampan itu," tanya Rere.
"Aku baru mengenal nya, nama nya Rakha," jawab Alice.
"Oh pria tampan kau mau tidur dengan ku," tanya Rere dengan suara yang menggoda.
"Tidak mau, kau siapa?"
"Nama ku Rere, kau sangat tampan."
"Rere, hey kau pria kenapa bernama Rere," ucap Rakha.
"Rere Reynald nama panjang nya," kata Alice.
"Sudah Alice tidur, ini sudah malam. Jangan membuat kulit mu kusam karena terlalu banyak bergadang."
"Rakha mau tidur dengan ku," tanya Alice.
__ADS_1
"Ma...
"Tidak ada, ayo masuk ke dalam kamar." Rere menarik Alice pergi dari tempat itu.
"Alice memang jodoh ku, tapi bagaimana dengan persetujuan ayah dan kakek, pasti mereka tidak akan merestui ku," batin Rakha.
Saat tidur Rakha terus membayangkan wajah Alice Wajah cantik dengan tubuh yang benar-benar sangat seksi. Wanita yang masuk ke dalam kriteria nya, ia tidak bisa membayangkan bagaimana bentuk anak nya nanti ketika ia benar-benar menikah dengan Alice
Pagi hari nya, Rakha sudah sangat rapi dan wangi. Ia seperti ini tentu saja karena Alice yang berhasil Mengacak-ngacak perasaan nya saat ini. Rakha ingin mengambil perhatian Alice agar Alice tertarik pada nya.
"Selamat pagi semua," ucap Rakha.
"Pagi Rakha, kau sudah sangat rapi seperti itu. Kau mau kemana," tanya Kenzi.
"Aku tidak kemana-mana, aku akan tetap di rumah untuk membidik hati calon istri ku," jawab Rakha.
"Dia sedang jatuh cinta maklum saja," kata Kenzo.
"Hahaha kau tau saja, Alice benar-benar tipe wanita idaman ku, aku harus berhasil mendapatkan nya."
"Teman mu sudah datang mas," tanya Karla.
"Sudah sayang, Rakha langsung jatuh hati pada nya," jawab Kenzi.
"Kenapa tidak membangunkan kami," tanya Sonia.
"Sayang dia datang sudah sangat malam, kalian sedang hamil tidak baik bangun malam-malam. Lagi pula dia langsung istirahat," jawab Kenzo.
"Tidak alasan agar kalian bisa lebih lama mengobrol dengan mereka," tanya Karla.
"Tidak sayang, percaya dengan ku," jawab Kenzo.
"Awas saja sampai bermacam-macam, aku makan kalian semua," ancam Sonia.
"Aku yang akan memenggal kepala mereka," ucap Karla.
Makanan yang meraka pesan sudah datang, satpam rumah membawakan makanan itu masuk ke dalam. Sonia mengambil makanan dan mulai menyusunnya di atas meja makan. Sedangkan Karla menyiapkan keperluan lainnya.
"Lama sekali bidadari ku," kata Rakha.
"Rakha benar-benar sudah gila cinta," ucap Kenzi.
"Biasa lah, memang seharusnya seperti itu," kata Rakha dengan sangat bangga nya.
"Tapi kau tau Rakha, wanita itu memiliki pria bertulang lunak, aku sangat takut," ucap Kenzi.
"Ia kau memang takut sampai meninggalkan ku," ujar Kanzo.
"Hahaha maafkan aku Kenzo, aku sangat takut dengan pria seperti itu. Apalagi dia sangat ganas pada kita," kata Kenzi.
"Kalian tenang saja, pria setengah wanita itu sudah pergi, tadi pagi-pagi sekali dia masuk ke dalam kamar ku," kata Rakha.
"Untuk apa dia ke kamar mu," tanya Kenzi.
"Untuk menggoda ku, ahkkk pria itu memang gila, kata nya rahim ku hangat, padahal dia berbatang bukan berlubang," jawab Rakha.
"Jadi kau tergoda oleh nya," tanya Kenzo.
"Aku tergoda oleh nya tentu tidak. Aku langsung membanting nya, enak saja sembarangan menggoda ku," jawab Rakha.
"Kau serius apa bercanda tidak nya," tanya Kenzi.
"Hahaha tidak semua nya yang aku katakan benar. Hmmm dia hanya meminta ku untuk menjaga Alice, dia ada tugas untuk acara model selanjutnya yang akan di datangi Alice," jawab Rakha.
"Oh kau sangat beruntung, sudah lah kau pasti akan mendapat nya," kata Kenzi.
"Bukan nya aku sombong, seorang Rakha memang harus mendapatkan nya," ucap Rakha dengan sangat percaya diri.
Tak lama Alice datang bergabung bersama mereka semua. Sonia dan Karla saja sampai terpesona dengan kecantikan yang Alice pancarkan.
__ADS_1
"Dia sangat cantik," ucap Sonia.
"Ya kau benar, dia memang sangat cantik," kata Karla.