
Seperti biasanya Rakha langsung memberikan pengumuman di grup keluarga. Ia mengirim foto embrio bayi nya agar mereka semua percaya jika istri nya memang sedang hamil.
"Aku akan jadi kakek," ucap Dylan.
"Hahaha semua nya akan menjadi kakek sudah lengkap sudah," kata Verrel.
"Dylan anak mu hamil," tanya Vano sambil berjalan mendekati Dylan dan yang lainnya.
"Lah kok anak ku yah, menantu ku. Rakha mana bisa hamil ya," kata Dylan.
"Iya itu maksudnya, Dylan akan mempunyai anak, hahaha anak kami berdua akan seumuran," ucap vano.
"Iya yah, sudah lah ini akan menjadi hal yang aneh lagi," kata Dylan.
Kabar dari Rakha membuat semua orang bahagia. Akhirnya semua orang di keluarga ini sudah melewati musim kawin. Mereka tinggal menunggu anak mereka lahir satu persatu.
Beberapa minggu telah berlalu. Hari kelahiran anak Kenzo semakin dekat, mereka semua takjub Sonia bisa melewati usia kandungan 8 lebih, mereka pikir Sonia akan operasi secar saat masih masuk 8 bulan.
Malam ini jadwal Sonia ke rumah sakit. Malam ini penentuan apakah Sonia sudah bisa menjalani operasi secar atau belum. Karena malam hari nya Penentuan hal yang sangat penting. Pagi hari Kenzo mengumpulkan para sepupu nya, ia ingin memberikan tugas pada mereka semuanya.
"Kenzo ini masih pagi sekali," kata Vero.
"Iya Kenzo kami masih mengantuk," ucap Kenzi.
"Sudah jangan protes, kalian sudah janji kan akan membantu ku. Begini aku akan menemani istri ku satu hari penuh karena nanti Malam kemungkinan besar ia akan operasi. Aku lupa kamar anak ku belum seratus persen selesai. Jadi kalian aku tugaskan untuk mengisi kamar itu," kata Kenzo.
__ADS_1
"Ya ya ya, kami akan melakukan apa yang kau mau, dan kau turun dari lantai atas jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan semua nya lebih cepat di lakukan. Lagi pula kamar anak kalian dengan kamar kalian terhubung pasti akan berisik selagi kami menyiapkan semua nya," ucap Kenzi.
"Baiklah ada yang tidak mau membantu ku," tanya Kenzo.
"Rakha Axel," tanya Kenzo.
"Aku sudah menanti kan keponakan ku. Aku pasti mau. Tapi sebelum itu beri tau nama mereka pada kami," jawab Rakha.
"Tidak itu rahasia, selamat bekerja para sepupu ku yang baik," kata Kenzo.
Kenzo membawa istri nya turun dari lantai atas tak lupa semua perlengkapan yang akan ia bawa ke rumah sakit juga ia bawa turun. Sedangkan yang lainnya langsung membagi tugas mereka.
"Oke istri mu dan istri paman sedang hamil besar juga, jadi aku dan mereka bertiga berada di dalam kamar untuk memberitahu kalian apa saja yang harus kalian beli. Kalian cukup memesan nya nanti pihak toko akan mengantarkan nya jika barang nya besar. Kami juga akan membantu lewat aplikasi online," jelas Kenzi.
"Ya sudah ayo lakukan, aku dan Rakha bersiap-siap dulu, kalian kirim saja apa yang perlu kami beli," ucap Axel.
"Sayang ayo kamu sudah mandi kan," tanya Axel.
"Sudah mandi, mau kemana?"
"Ke mall bersama Rakha dan istri nya. Kita akan berbelanja barang," kata Axel.
"Oh barang apa sayang, kamu tidak masuk ke kantor?"
"Perlengkapan bayi dan aku hari ini libur," kata Axel.
__ADS_1
"Untuk kita mas, tapi anak belum 7 bulan, kata mamah pamali," ucap Wilda.
"Sayang kenapa kamu banyak tanya si, untuk anak nya Sonia dan Kenzo," kata Axel.
"Hehehe maaf, ya sudah aku bersiap-siap dulu," ucap Wilda.
Berbeda dengan pasangan Axel dan Wilda. Pasangan Rakha dan Vivi sangat gerak cepat, mereka berdua sama-sama Eksaited untuk membeli perlengkapan keponakan mereka. Apalagi Rakha yang memang sudah berjanji pada Kenzo untuk membantu merawat keponakan nya, termasuk menyiapkan perlengkapan mereka.
"Sayang aku tidak bisa membayangkan betapa ramai nya rumah itu besok saat anak-anak kita semua sudah lahir," kata Vivi.
"Ya begitu lah, ke-lima anak nya Kenzo saja sudah membuat ramai apalagi tambah anak kita dam yang lainnya, pasti rumah sudah seperti pasar malam," kata Rakha.
"Hahaha tapi aku suka anak kecil, kita boleh membantu mereka merawat anak-anak itu kan?"
"Pasti boleh lah, aku malah sudah berjanji untuk merawat mereka," ucap Rakha.
Setelah selesai bersiap-siap mereka berdua langsung ke mobil, disana mereka masih harus menunggu Axel dan Wilda yang belum menampakkan diri.
"Maaf lama menunggu," kata Axel.
"Ya sudah ayo kita berangkat," ucap Rakha.
Pasangan lainnya sudah berada didalam kamar Anak Kenzo. Ada 5 keranjang tidur di sana, ada juga 5 lemari bayi, 5 ayunan anak dan sudah pasti semua barang di sana serba 5. Mereka melihat apa saja yang belum ada di sana dan mencatat nya, setelah itu mereka mengirimkan catatan itu pada Rakha dan yang lainnya agar di beli oleh mereka.
"Wah semua ini barang mahal," kata Sakura.
__ADS_1
"Pasti sayang, cucu pertama pasti mendapatkan hal itu," ujar Vero.