
"Kenapa diam, kau paham tidak." Tanya Verrel.
"Aku paham mas." Jawab Akifa.
"Dengar kan aku, aku ingin kita tampak baik-baik saja di depan keluarga ku, aku tidak ingin harga diri ku hancur karena hanya seorang wanita, aku benar-benar menyesal mencintai wanita seperti itu. Berani-berani nya dia mempermainkan ku. Dia pikir dia segala nya." Ucap Verrel.
"Baik mas, aku nurut dengan mu saja." Kata Akifa.
"Aku juga pernah di kecewa kan dengan seorang yang ku cintai." Ucap Akifa.
"Kau pernah menjalin hubungan dengan seorang pria." Tanya Verrel.
"Pernah, tapi pria itu malah tidur dengan sahabat ku sendiri." Jawab Akifa.
"Bagaimana sakit bukan rasa nya." Tanya Verrel.
"Sakit benar-benar sakit." Jawab Akifa.
Verrel memejamkan mata nya untuk menenangkan pikiran nya, tak lama ia tertidur dengan masih memeluk Akifa dari samping. Begitu juga dengan Akifa ia merasa nyaman dan tak lama ia ikut tertidur.
Keesokan harinya, Verrel terbangun dari tidur nya karena HP nya berdering.
"Bunda kenapa video call dengan ku." Batin Verrel.
Verrel langsung mengangkat video call dari bunda nya. "Ada apa bun." Tanya Verrel.
"Dimana istri mu." Tanya Angel.
"Sedang tidur." Verrel menunjukkan Akifa yang sedang tertidur sambil memeluk nya.
"Verrel kau sudah melakukan nya." Alvaro mengambil ahli HP Angel.
__ADS_1
"Aku tidak ingin berbicara dengan ayah, aku membenci mu." Ucap Verrel.
"Kau masih marah dengan mu, ayo lah dia jodoh mu." Kata Alvaro.
"Iya iya, melakukan apa, aku belum melakukan apapun, kenapa ayah mencari kan istri sepolos ini untuk ku." Ucap Verrel.
"Hmm dua hari lagi kita minum bersama, ayah akan menjelaskan semua pada mu, selamat bersenang-senang." Alvaro memastikan sambungan telepon itu.
"Kita baru semalam bertemu, tapi kenapa aku nyaman bersama mu." Batin Verrel.
Verrel masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri nya, Akifa terbangun dari tidur nya karena ingin membuang air kecil, dengan mata yang masih setengah terpejam Akifa masuk ke kamar mandi.
Verrel terkejut saat melihat kedatangan Akifa, apalagi saat melihat Akifa sedang membuang air kecil di depan nya. Setelah melihat Akifa selesai membuang air kecil Verrel menarik Akifa dan mengguyur Akifa dengan air.
"Ahhhhh." Teriak Akifa.
Verrel langsung mencium bibir Akifa dengan lembut, Akifa melihat Verrel sedang memejamkan mata nya, ia langsung teringat tentang ancaman Verrel dan hanya bisa pasrah karena takut dengan ancaman Verrel.
"Kau siap sayang." Tanya Verrel.
Verrel menggendong Akifa keluar dari kamar mandi dan meletakan nya di atas kasur. "Jika belum siap bantu aku." Ucap Verrel.
"Maksudnya mas." Tanya Akifa.
"Gunakan tangan mu." Jawab Verrel.
Ragu tapi pasti Akifa melakukan apa yang Verrel ingin kan. Karena takut dengan ancaman dari Verrel.
"Bagus aku suka dengan wanita penurut seperti mu." Tangan Verrel mulai bergerak nakal lagi.
Akifa merem melek saat Verrel menghabisi tubuh nya lagi, memberikan bercak merah di mana pun.
__ADS_1
"Aku ingin pipis mas." Ucap Akifa.
"Di sini saja." Kata Verrel.
Karena sudah tidak tahan, dan rasa nya sangat aneh Akifa memeluk Verrel dengan erat dan mengeluarkan semuanya sampai diri nya lemas.
Beberapa jam telah berlalu, Mereka berdua sudah menggunakan pakaian lengkap, Verrel membawa Akifa keluar karena lapar.
"Mas, kenapa kamu menahannya dan tidak melakukan nya." Tanya Akifa.
"Ntahlah, kau selalu mengingat kan ku pada bunda ku, mungkin tadi kau aman tapi tidak tau nanti, besok atau lusa." Jawab Verrel.
🍀🍀🍀🍀
Keesokan harinya Verrel membawa Akifa pulang ke rumah tanpa memberitahu keluarga nya. Dan kebetulan juga Dylan dan Nelly baru pulang dari tempat persembunyian.
Mereka berdua terkejut melihat kedatangan Verrel dan Akifa, berbeda dengan Verrel yang merasa tidak peduli sama sekali. "Kamu istirahat pasti kamu lelah kan." Verrel mengecup pipi Akifa di depan mereka berdua.
''Verrel." Panggil Dylan.
"Berhenti menyebutkan nama ku." Ucap Verrel tanpa menghentikan langkah nya.
Angel dan Alvaro menyambut anak dan menantu nya, mata Alvaro tak sengaja melihat bercak merah di leher Akifa. Ia langsung menarik Verrel ke kamar nya.
"Ada, apa yah, aku sedang tidak mood." Ucap Verrel.
"Kau memaksa nya untuk melayani mu." Tanya Alvaro.
"Dia bersedia menikah dengan ku, berarti dia wajib melayani ku." Jawab Verrel.
"Tapi tidak secara paksa." Kata Alvaro.
__ADS_1
"Aku belum membobol nya, aku hanya Bermain-main dengan nya." Ujar Verrel.